Apakah deepwater HC musti selalu berasal dari deepwater Source Rock ? French Petroleum Insitute telah mengidentifikasi setidaknya ada 4 tipe kerogen (bahan baku MiGas) : Tipe I - Lacustrine Algae, Tipe II - Various Source termasuk marine algae, pollen, spores, leaf, waxes dan fossil resin, Tipe III - Terestrial Organic Materials dan Tipe IV - Reworked Organic Debris and Highly Oxidized Material of Various Origin. Jika kita merefer kepada diagramnya opa Van Krevelen, selama proses pematangan, kerogen tipe-I dan II memiliki kecendurangan untuk lebih banyak menghasilkan fraksi minyak ketimbang gas (oil prone). Kerogen tipe-III pun mampu menghasilkan fraksi minya meski yang mendominasi produk akhirnya adalah fraksi gas (gas prone). Kerogen tipe-IV memiliki kandungan relatif hidrogen terbesar dibandingkan dengan tipe kerogen lainnya, hal ini menyebabkan sangat minimal fraksi HC lain yang terbentuk kecuali gas (Kerogen tipe-IV ini nggak ada di diagramnya opa Van Krevelen). Hubungannya dengan highstand-lowstand period ? kalau menilik temuan French Petroleum Insitute tsb diatas sich sepertinya bisa saja ada meski mungkin tidak akan selalu. Pada fase tertentu dari siklus highstand-lowstand yang memungkinkan material organic (kerogen tipe I atau II atau III atau IV) bisa terakumulasi, maka pada saat itulah kemungkinan besar potensi source rock bisa ada. Mudah-mudahan ocehan ini cukup logic ya bang Rovicky..........!!! kalau nggak salah ada konsep lain tentang source rock yang berbeda pendekatan pemahamannya dengan model kerogen ini. Mudah-mudahan ada kawan netters yang selalu ter-update dengannya dan bisa berbagi. Salam, Hendro HS PUTROHARI Rovicky <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Balik ke diskusi ilmiah aah ....
HC Source rock utk deepwater sedimen sangat jarang dijumpai, walopun deepwater HC sudah banyak terbukti. Ada yg tahu tentang deepwater hydrocarbon source rock ? Apa saja kendalanya ? ... adakah relasi dengan hingstand-lowstand period dengan source potential ? oil/gas-pronnes .... ... bagaimana memprediksikannya ...... logicnya saja lah ... trutama kalo ndak ada data sumur, karena dimana-mana paling banyak data seismicnya sajah..... namun sebenernya kita bisa juga melihat dari analogi well data dimana udah penetrated deep water deposit namun setting saat ini ada di shallow water (land) misal di East Java Basin). Dari geophysics (seismic) point of view apakah kemungkinan potensial source softshale lebih bagus dari hardshale, atau sebaliknya ? rdp --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now

