Abah, saya tertarik dengan yang nomor 3. Masalah berbisnis. Sebenarnya jika kita amati banyak perkumpulan profesional yang berbisnis. Seperti halnya IDI. Mereka profesional, tetapi banyak para anggotanya yang berkoalisi dan mendirikan rumah sakit dan beberapa persen wajib disisihkan untuk perkumpulan mereka.
Apa yang sudah dilakukan oleh yayasan IAGI? karena sejak didirikan saya tidak tahu apa saja kegiatannya dan profitnya, karena jika itu adalah bagian dari IAGI semua anggota wajib tahu bukan? Nah, jika kita sudah mengetahui ini, pasti akan banyak masukan-masukan yang lain. Dengan adanya scientist yang canggih-canggih, apakah IAGi pernah berpikir untuk mengelola salah satu block ataupun KP? Saya pikir tidak haram jika IAGI mendirikan organisasi pure bussiness oriented, yang share nya dimiliki oleh para profesional anggotanya dan pengelolanya merupakan karyawan dari organisasi tsb. Masalah dompleng mendompleng, Indonesia ini hancur gara-gara pengusaha yang dekat dengan kekuasaan, dialah yang dekat dengan kejayaan (proyek). Seperti halnya GAPENSI, mereka adalah gabungan pengusaha (profesional), tapi karena membuat sistem seperti bangsa ini, akhirnya organisasinya amburadul, yang jadi ketua ya bisnisnya banyak, yang jadi anggota cuma duduk manis. jika memang ingin berbisnis yang sejalan dengan irama profesional, ada tiga hal yang bisa menjadi masukan, pertama adalah konsultant, job hunter atau langsung jadi pelaku pasar (mengelola block TAC yang banyak dijual). just a humble opinion.......... sa > -----Original Message----- > From: Yanto R. Sumantri [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Sunday, 2 February 2003 2:32 > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [iagi-net-l] memposisikan iagi > > Teman teman > > Saya kira ada dua hal`kalau kita membedah persoalan "meningaktakan > posisi iagi " > > 1. Kalau kita mencari bandingan janganjauh 2 , walaupunini syah syah > saja , akan tetapi tentunya agak sulit. > Mengenai hal ini saya punya kesan bahwa dibandungkandengan Geo Soc - nya > Malaysia , IAGI better lah. > 2. Jangan dibandingkan denganasosiasi pengusaha / perusahaan seperti IPA > atau IMA , karena keduanya bukan asosiasi profesi , akan tetapi asosias > perusahaan. Jadi benar kalau Professional Divisionnya pasti tida akan > mencari profit , karena itu bukan "core bussiness" - nya.Akan tetapi > kalau menyangkut kepentingan perusahaan , pasti mereka kan tetap > berusaha untuk mencapainya ( at " any cost").syah syah saja karena > merekan kan kumpulan perusahaan. Lihat saja pada waktu perubahan > perubahan aturan /`perundang - undangan , bagaimana sibuknya mereka > melobby fihak @ seperti Menteri , anggota DPR dsb. > Sekali lagi ini syah syah saja. > Ini bukan brarrti si Abah tidak suka sama IPA atau IMA lho ! tetapi > sekali lagi ini memang fungsi kedua asosias yang saya sebutkan tadi. > > 3. IAGI berbisnis ? Saya kira dari dulu kita sudah lakukan itu al. > dengan penarikan biaya sponsor , penyelenggaraan kursus2 IWPL , Kursus > IAGI , pendirian Yayasan IAGI dsb dsb. > Apakah ini syah , ya tentu saja suah syah saja !!! Asal dilakukan dengan > cara yang etis dan diarahkan (profit- nya) bagi kegiatan IAGI . > Dan harus disadar dan diterima bahwa profesional yang berkecimpung dalam > kegiatan diatas mendapatkan imbalan yang wajar. > > 4. Apa yang dipaparkan Cak noor saya kira benar sekali !!! > 5. Ada yang "mendompleng" IAGI ? > Saya kira interest itu wajar sepanjang IAGI mendapatkan "benefit" baik > finansial maupun lainnya secara wajar dan dilaksanakan dengan > "transparan" ( ini kan tuntutan REFEOMASI"). > > Apa tidak boleh GDA mendapatkan nama baik karena irekturnya ADB yang > telah mendorong IAGI keposisi yang lebih baik ? Boleh saja kan !!! > Apa tidak boleh FHS mendapatkan nama baik karena telah mengharumkan FOSI > , salah satu komisi di IAGI ? > > Saya kira kita tidak boleh terlalu naif , karena sebagai manusia setiap> > insan tentu akan mempunyai "intereset" > > Ada berita baik buat IAGI , minggu minggu ini saya bertemu dua orang > senior , satu dari PERHAPI dan satu dari IATMI , kedua beliau memuji > IAGI sebagai asosiasi profesi yang benar benar mengurus ke"profesainnya" > denga OK . GOOOOOD LUCK > > Nah , kitu pendapat si Abah mah , maaf rada telat , baru pagi ini buka > e- mail. > > Gong Fa Chai. Haaaa yaaa. > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan >Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif >Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > --------------------------------------------------------------------- > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

