Sudah sering didenger sebuah perusahaan menjual assetnya setelah "merger"
atau akuisisi, dulu ketika aku kerja di Hudbay dan LASMO selalu saja
mengadakan aksi jual setelah ada merger atau akuisisi. Biasanya juga
diikuti dengan pengurangan pegawai -->"rasionalisasi" (ini kan bahasa
kerennya :) ... maksudku ya PHK !.
Bahkan dulu pernah aku ngobrol dengan seorang manager senior yg crita:
Biasanya ketika menemukan sebuah lapangan yg menjanjikan besar ("high
potential" BIG discovery) maka perusahaan itu kemungkinan besar akan
menjual asset lainnya (lapangan lain) yg sudah berproduksi tetapi
produksinya sudah mulai menurun ("decline period"). Mudahnya adalah,
mereka akan mendapatkan margin keuntungan lebih besar dan lebih mudah
ketika mengelola sebuah lapangan pada masa "peak production", yg juga
alatnya masih baru belum rewel, perawatan mudah, juga pegawainya belum
banyak yg ngelonjak minta promosi dsb :-p. Dengan hasil menjual asset yg
mulai decline inilah maka perusahaan akan mempunyai dana untuk
mengembangkan lapangan baru yg 'BIG discoveries' itu.
Dia (si manager temen ngobrolku ini) wektu itu bilang : Ini emang banyak
mental perusahaan-perusahaan besar begitu ! THINK BIG !!, bukan tipe yg
ngurusin yg kecil-kecil, walopun asset ini masih menguntungkan looh ->
cashflow positive ... soalnya kalo cashflow sudah negatip maka ngejualnya
juga susah malah ngerepotin lagi ..:-p.
Nah sekarang kita mau ikutan tipe yg mana ? ... mengikuti yang berpikir
mengembangkan yg BARU, atau mengambil sisa-sisa yg kalo dikumpulin banyak
juga bisa besar juga looh. ....Apalagi kalo lapangan tua yg produksinya
kecil-kecil ini dikelola sebagai "industri rumah tangga" seperti di Texas
sana .... Lumayan, kan kalau punya beberapa sumur pribadi berproduksi
30-100 barrel sehari he he he :-) .... Nah kalo nantinya di Indonesia
ada ratusan Hasan Sidi Enterprise, Andang Inc, PT Koesoema Exploration,
Franc Oil, Darman Consulting, Argakoesoemah Oil trading, Sanggam Logging
Co, Paulus Seismic NV, dll .... nah yg kecil jadi gede secara kolektip,
kan ?
Ini sepertinya sekedar pilihan saja ...... !!
Disisi lain tentunya yg perlu dilihat ... apakah "hanya" yg di Indonesia
yg dijual assetnya .... Kenapa Indonesia ? ini yg mungkin akan lebih
berarti buat kita (aku kan wong Indonesia :).
lamsalam,
rdp
"Koesoema" <[EMAIL PROTECTED]>
12/03/2003 07:34 PM
Please respond to iagi-net
To: <[EMAIL PROTECTED]>
cc:
Subject: Re: [iagi-net-l] Gulf's heritage & Warim for sale
Wah kesan saya major oil companies rame-rame menjual assetnya di
Indonesia,
who is next?
----- Original Message -----
From: "Hasan Sidi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "'IAGI-Net2'" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, March 12, 2003 12:05 PM
Subject: [iagi-net-l] Gulf's heritage & Warim for sale
> ConocoPhillips to Sell Indonesian Assets
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------