Di bawah ini Penjelasan Resmi Manajemen COPI (ConocoPhillips Indonesia),
    konsekuensinya (MAT atau PHK) sudah harus dihadapi karena ini sudah
    trend (merger/akusisi),
    hanya saja semoga nantinya Paketnya Menarik.

    ======================================================================

    KEPADA: SEMUA PEKERJA CONOCO PHILLIPS INDONESIA

    Pada bulan Desember 2002 yang lalu dan pada rapat "townhall"
    sebelumnya, saya telah mengemukakan mengenai perlunya
    merasionalisasikan aset kita dan terus menjalankan manajemen
    portofolio yang baik. Saya juga pernah menekankan bahwa manajemen
    portofolio merupakan hal yang biasa bagi banyak perusahaan, demikian
    juga dalam industri kita. Seperti yang saudara ketahui, ConocoPhillips
    Indonesia saat ini mempunyai banyak wilayah kerja dan sebagian dari
    mereka kurang memenuhi kriteria investasi dari perspektif global
    ConocoPhillips. Seperti yang saudara ketahui selama lebih 40 tahun
    beroperasi di Indonesia, kita juga telah beberapa kali menjual,
    mengurangi saham kita atau bahkan mengembalikan wilayah kerja kita
    apabila mereka tidak memenuhi kiriteria investasi kita sebagai bagian
    dari strategi mengoptimalkan portofolio kita.

    Saya ingin menyampaikan kepada saudara bahwa menindak lanjuti
    persetujuan yang telah diberikan oleh Pemerintah, pada hari Senin
    depan, 10 Maret, kita akan mulai membuka "data room" di Singapura
    untuk memasarkan saham kita pada wilayah kerja Kakap, South Jambi,
    Block A (Aceh) dan Tungkal. Wilayah kerja ini dari perspektive
    investasi ConocoPhillips kurang memadai tapi bagi calon pembeli
    mungkin mempunyai nilai yang sangat berarti. Selain Kakap, wilayah
    kerja tersebut merupakan wilayah kerja yang belum berproduksi dan
    tidak mempunyai pekerja langsung. Aset ini hanya merupakan sebagian
    dari aset ConocoPhillips di Indonesia dan walaupun ada pengurangan
    ini, ConocoPhillips akan terus berkembang secara cepat dalam beberapa
    tahun mendatang berdasarkan investasi yang telah disetujui.

    Aset mana yang akan terjual akan tergantung apakah kita mendapatkan
    pembeli yang kuat yang bersedia membayar dengan harga yang sesuai.
    Kita tidak akan mengetahui hasil akhir dari proses penjualan ini
    sampai pertengahan tahun ini.

    Kepada pekerja yang bekerja untuk Kakap, dengan ini saya sampaikan
    bahwa jika Kakap jadi dijual, kita akan bekerja sama dengan baik
    dengan pembeli untuk memastikan peralihan yang baik dan lancar bagi
    para pekerja. Karena proses ini akan berlangsung beberapa bulan dan
    kami tegaskan bahwa penjualan ini saat ini belumlah  jadi, saya minta
    kepada pekerja di Kakap, dan juga kepada semua pekerja lainnya, untuk
    terus bekerja seperti biasa dan khususnya terus memfokuskan kepada
    keselamatan kerja saudara sendiri dan orang lain.

    Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut bilamana sudah tersedia.
    Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi salah satu dari Leadership
    Team (President dan Vice Presidents).

    Salam,


    Paul Warwick
    President & General Manager
    ConocoPhillips Indonesia



                                                                                       
                            
                    "Hasan Sidi"                                                       
                            
                    <[EMAIL PROTECTED]       To:     "'IAGI-Net2'" <[EMAIL PROTECTED]> 
                              
                    o.com>               cc:                                           
                            
                                         Subject:     [iagi-net-l] Gulf's heritage & 
Warim for sale                
                    03/12/2003                                                         
                            
                    12:05 PM                                                           
                            
                    Please respond                                                     
                            
                    to iagi-net                                                        
                            
                                                                                       
                            
                                                                                       
                            




ConocoPhillips to Sell Indonesian Assets


JAKARTA (Reuters) - U.S. oil giant ConocoPhillips will sell a large chunk
of
its Indonesian assets, including nine of its 13 production-sharing
contracts
(PSC) with the government, to rationalise operations, a senior official
said
on Tuesday. The Houston company - formed by the 2002 merger of Conoco Inc
and Phillips Petroleum Company and which recently posted a $410 million net
loss for the fourth quarter of last year - is in the process of selling
assets that do not bring adequate returns.

"We will sell some assets in Indonesia...We have 15 working areas in
Indonesia, including 13 areas under PSCs. We will sell nine areas under
PSCs
that are located from Sumatra to Papua," Dudung Natanegara, ConocoPhillips
vice president of development and relations, told Reuters.

"Because of the merger we have to rationalise our assets and we have to
follow sound portfolio management practices," he added.

Papua and Sumatra are two of Indonesia's most resource-rich provinces.

Despite the sale plan, the company remained committed to Indonesia,
Natanegara said.

"We will continue to operate in Indonesia and we are looking at other
promising areas in Indonesia."

He declined to give a time frame for sales of the assets or how much they
were expected to raise.

ConocoPhillips was part of consortium of foreign oil firms which last year
signed a $187.6 million deal to buy a 40 percent stake in an Indonesian
natural gas pipeline system.

ConocoPhillips also has a 20-year contract to supply 1.5 trillion cubic
feet
of natural gas to Malaysia's Petronas from south Sumatra. That deal was
signed in August last year.

(C) Reuters Limited 2003.






---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])
-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke