Saya ingin bertanya apakah yang dimaksud dengan mdt/rft termasuk deteksi fluid 
(OFA/LFA) atau hanya pressure test saja....? 
kalau di kami penentuan dari status fluid reservoir ada 2 : possible dan proven. 
Pada saat finished wireline logging, petrophysict melakukan interpretasi dan define 
fluid status berdasarkan semua data log dan mud logging tersebut , kemudian bersama 
dengan geologist, kami melakukan check korelasi dengan sumur sekitarnya...pada 
reservoir yang kami ragu / masih possible berdasarkan data yang kami punya , kami 
melakukan OFA /LFA (fluid identifikasi dari MDT) untuk memastikan yang masih possible 
tadi apakah jadi proven atau malah jadi water.Target kami adalah mengurangi semaksimal 
mungkin possible gas menjadi proven. Hal ini dilakukan karena yang "dapat" diproduksi 
adalah yang proven sementara possible lebih berisiko. Begitu juga data pressure test 
yang kami pakai untuk korelasi antar rservoir dan untuk mengetahui apakah reservoir 
tersebut sudah mulai depleted / water rise karena ada yang diproduksi.
nah kalau fluid status provennnya lebih besar maka akan mempengaruhi perhitungan 
reserves kita  di mapping yang proven, probable dan possible tersebut...biasanya badan 
sertifikasi juga akan melakukan interpretasi dan mapping juga dengan data yang sama 
dan methode yang sama nah nanti baru dibandingkan.
Tapi kalau fluid statusnya tidak bermasalah mis : karena reservoirnya tebal -tebal , 
korelasi mudah, tidak ada fresh water, tidak ada LRLC , tidak ada depleted etc maka 
tanpa  MDT/OFA/LFA bisa dipastikan proven dan waternya. Cukup pake log dan mudlogging 
saja.

Mungkin ada yang bisa sharing kalau ada pembeli mau beli gas, tentu dia melihat 
cadangan...nah bagaimana ia melihat proven, probable dan possiblenya...? apakah ia 
hanya akan melihat provennya dan tidak peduli sama probable dan possiblenya atau 
mereka mempertimbangkan juga misalnya provennya kecil tapi probable dan possiblenya 
besar..?
 [EMAIL PROTECTED] wrote: 

Dear netters,

Mohon sharing informasi terhadap subject diatas.
Jika suatu gas field sudah confirmed mengandung cadangan/akumulasi gas tertentu
melalui pengeboran explorasi dan delineasi (cuttings dan logs), apakah ada
pengaruh reservoir test (RFT/DST/MDT) terhadap tingkatan kategori sertifikasi
reserves gas tersebut?. Misalnya kalau hanya berdasarkan geological
interpretation maka status gas reserves tsb hanya bisa disebut possible gas
reserves, sedangkan kalau hanya melalui petrophysical evaluation setelah
pengeboran sumur (explorasi/delineasi) statusnya akan menjadi probable reseves
sedangkan jika ada reservoir test (RFT/DST/MDT) maka status gas reserves
tersebut akan menjadi proven reserves. Apakah demikian, atau ada hal lain yang
menentukan klasifikasi gas reserves tsb?.
Mohon pencerahan.

Terima kasih
Syafri



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Web Hosting - establish your business online

Kirim email ke