Sebenarnya tingkatan P1-P2-P3 (Proven-Prob-Poss) dalam reserve itu tergantung siapa yang mensertifikasi. Kualifikasinya pun beda-beda. Misalnya untuk suatu struktur sederhana dengan 2 well (discovery dan deliniasi), ada certifyer yang butuh DST di kedua well. Ada juga yang Cuma butuh 1 DST tambah 1 MDT; ada juga yang bisa terima hanya MDT untuk masuk kategori P1 (proven). Soal areal extend nya macam-macam, tergantung dari persepsi homogenitas reservoir bagi masing-masing certifyer, ada tidaknya fault compartment dll.
Kategori P2 ada yang mau terima HC indicator (flat spot dll untuk gas), ada juga yang minta data lebih, misalnya lowest HC atau fluid contact yang jelas baik dari log, lebih baik didukung oleh data pressure dari RFT/MDT. P3 biasanya dibatasi fluid contact . Persyaratannyapun paling 'enteng'. Kalau nggak dapat contact biasanya asal konturnya masih 'nutup', bisa diterima....... Kalau soal siapa certifyernya, itu sih tergantung pembeli..... Pembeli internasional (misalnya LNG untuk Jepang dan China) mungkin pinginnya sertifikasi oleh D&M. Kalau pembeli lokal dan regional kadang-kadang terima certifyer lain. Bahkan kalau nggak salah pemerintah RI (Pertamina dan Migas) pernah punya aturan harus disertifikasi di dalam negeri , misalnya oleh Lemigas ataupun ITB........ Itu yang saya tahu.... Salam Oki -----Original Message----- From: kartiko samodro [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, 13 March 2003 10:43 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Help on Gas reserves sertification Saya ingin bertanya apakah yang dimaksud dengan mdt/rft termasuk deteksi fluid (OFA/LFA) atau hanya pressure test saja....? kalau di kami penentuan dari status fluid reservoir ada 2 : possible dan proven. Pada saat finished wireline logging, petrophysict melakukan interpretasi dan define fluid status berdasarkan semua data log dan mud logging tersebut , kemudian bersama dengan geologist, kami melakukan check korelasi dengan sumur sekitarnya...pada reservoir yang kami ragu / masih possible berdasarkan data yang kami punya , kami melakukan OFA /LFA (fluid identifikasi dari MDT) untuk memastikan yang masih possible tadi apakah jadi proven atau malah jadi water.Target kami adalah mengurangi semaksimal mungkin possible gas menjadi proven. Hal ini dilakukan karena yang "dapat" diproduksi adalah yang proven sementara possible lebih berisiko. Begitu juga data pressure test yang kami pakai untuk korelasi antar rservoir dan untuk mengetahui apakah reservoir tersebut sudah mulai depleted / water rise karena ada yang diproduksi. nah kalau fluid status provennnya lebih besar maka akan mempengaruhi perhitungan reserves kita di mapping yang proven, probable dan possible tersebut...biasanya badan sertifikasi juga akan melakukan interpretasi dan mapping juga dengan data yang sama dan methode yang sama nah nanti baru dibandingkan. Tapi kalau fluid statusnya tidak bermasalah mis : karena reservoirnya tebal -tebal , korelasi mudah, tidak ada fresh water, tidak ada LRLC , tidak ada depleted etc maka tanpa MDT/OFA/LFA bisa dipastikan proven dan waternya. Cukup pake log dan mudlogging saja. Mungkin ada yang bisa sharing kalau ada pembeli mau beli gas, tentu dia melihat cadangan...nah bagaimana ia melihat proven, probable dan possiblenya...? apakah ia hanya akan melihat provennya dan tidak peduli sama probable dan possiblenya atau mereka mempertimbangkan juga misalnya provennya kecil tapi probable dan possiblenya besar..? [EMAIL PROTECTED] wrote: Dear netters, Mohon sharing informasi terhadap subject diatas. Jika suatu gas field sudah confirmed mengandung cadangan/akumulasi gas tertentu melalui pengeboran explorasi dan delineasi (cuttings dan logs), apakah ada pengaruh reservoir test (RFT/DST/MDT) terhadap tingkatan kategori sertifikasi reserves gas tersebut?. Misalnya kalau hanya berdasarkan geological interpretation maka status gas reserves tsb hanya bisa disebut possible gas reserves, sedangkan kalau hanya melalui petrophysical evaluation setelah pengeboran sumur (explorasi/delineasi) statusnya akan menjadi probable reseves sedangkan jika ada reservoir test (RFT/DST/MDT) maka status gas reserves tersebut akan menjadi proven reserves. Apakah demikian, atau ada hal lain yang menentukan klasifikasi gas reserves tsb?. Mohon pencerahan. Terima kasih Syafri --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Web Hosting - establish your business online --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

