Untuk proyeksi peta, sebenarnya tergantung seberapa luas daerah yang mo 
dipetakan, kalau masih dibawah 6 derajat, maka bisa pakai standard UTM 
(zone 47 sampai 54, tinggal pilih yang paling sesuai). Kalau daerahnya 
terletak di perbatasan zona yang standard, maka musti bikin non-standard 
UTM dengan central meridian (CM) yang diplih sendiri. 

Nah kalau mo bikin peta sak Indonesia, tentunya UTM kurang pas,  jadi 
orang bisa pake Mercator (MR) dan bisa yang pakai CM-nya Jakarta (106 
lebih dikit) atau yang betul-betul tengahnya Indonesia (117).

Kalau di bawah 10,000 skalanya ya sudah masuk skala detail, musti pake 
sistem lokal yang diikat ke titik geodesi terdekat.

Ada 3 term dalam sistem geodesi yang kayaknya sering kecampur-campur:
- spheroid      : Bessel, GRS-67, Everest Modified, Hayford, WGS72, WGS84 
etc
- proyeksi      : UTM, Mercator etc
- datum         : Batavia, Samboja, Kertau, Genuk, etc

Kecuali WGS84, semua spheroid yang lain umumnya juga mencantumkan datum 
yang dipakai karena datumnya tidak universal seperti pada WGS84.


salam,
 




"Harahap, Rahmat RH" <[EMAIL PROTECTED]>
13/06/2003 01:35 PM
Please respond to iagi-net

 
        To:     [EMAIL PROTECTED]
        cc: 
        Subject:        RE: [iagi-net-l] Lagi lagi ... sistim proyeksi



Ikut nimbrung, Yang standar sih UTM dengan datum WGS84 untuk skala 25.000 
ke atas.
Kalau 10.000 dan skala besar mungkin lebih praktis proyeksinya dengan 
lokal sistem/jaring geodesi
yang ada  di daerah tersebut. Tapi ini juga tergantung dari kebutuhan si 
pengguna.

Sumatra dulu pakai Batavia/Jakarta tapi sudah ke WGS 84. Kalimantan kalau 
nggak salah 
Segora, atau Samboja untuk Kal Tim. Indonesia Timur saya kurang tahu. 
Mungkin yang dari freeport 
lebih tahu. tulisan mengenai proyeksi dan datum ini ada (pdf)  hanya nggak 
bisa kirim kalau ke
 Iagi net (no attachment)

rahmat 




-----Original Message-----
From: Bambang Murti [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 13, 2003 2:14 PM
To: Iagi-Net (E-mail)
Subject: [iagi-net-l] Lagi lagi ... sistim proyeksi


Ini mumpung tahu bahwa ada geodetis yang "suka nimbrung" disiko ... :)
(Lha njenengan itu "detis" atau "logis" sih mas Aria ?
Untuk daerah deket-deket katulistiwa, jelas salah satunya adalah Indo,
kira-kira sistim proyeksi dan spheroid yang paling sesuai apa ya ?
Katakanlah skala yang lazim dipakai, 1:10.000, 1:25.000, 1:50.000 dan
1:100.000
Ada ndak ya yang punya list-nya, ndak usah jauhjauh, di belantara migas 
dulu
aja deh...
Bambang

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan 
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

EOM 

NOTICE - This message and any attached files may contain information that 
is confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by 
the intended recipient. If you are not the intended recipient or the 
person responsible for delivering the message to the intended recipient, 
be advised that you have received this message in error and that any 
dissemination, copying or use of this message or attachment is strictly 
forbidden, as is the disclosure of the information therein.  If you have 
received this message in error please notify the sender immediately and 
delete the message.


Kirim email ke