Mungkin betul Wang, 
Namun barangkali tidak harus direct impact ya. Tetapi lewat organisme lain. Contoh 
riilnya ya yang ada saat ini --> SARS. Mutasi genetic dari virus SARS ini tadinya 
hanya menyerang babi, namun dengan "sedikit" mutasi saja virus ini sudah cukup 
menggegerkan 'dunia manusia'. 

DNA virus inilah yg berubah tiba-tiba ... namun seperti juga saat ini yang kita lihat, 
tidak ada perubahan iklim yang drastis !
Walopun jelas ada pemanasan global (?greenhouse effect :). Barangkali saja Virus 
khusus yg menyerang Dynosaurus saja yg berubah dan berkembang pada waktu dulu. Tanpa 
ada extraterestrial yang berarti ...

Susahnya kan mencari buktinya ... gimana nemuin 'fosil virus' yg nyerang dyno ini ya? 
:p --> tantangan buat paleontologists ! setelah memanfaatkan nano-nano ... barangkali 
nanti ada fosil virus juga.

Aku juga ngga tahu kenapa virus tertentu hanya "menyerang" mahkluk tertentu saja, 
apakah ada faktor DNA berpengaruh disini?. Lah wong ayam saja 'mbegegeg' kok sama 
virus SARS. Sebenernya dia ini juga ngga "nyerang" manusia ya, wong sekedar numpang 
hidup. Kalo engga dia sendiri bisa mati je :(


pripun ?

RDP

>Kalau DNA dynosaur lemah dan tidak tahan sedikit saja terhadap perubahan iklim kenapa 
>dia tahan sepanjang Mesozoic sebagai dominating creature. Bisa saja punahnya dino 
>oleh perubahan DNA di gen-nya, kita sebut saja mutasi gen. Tetapi yang lebih esensi 
>adalah kenapa gen itu berubah mendadak pada saat Late Cretaceous. Tentu ada efek 
>eksternal yang luar biasa yang menyebabkan mutasi terjadi. Mutasi gen bisa terjadi 
>oleh faktor lingkungan seperti introduksi zat kimia atau radiasi. DNA berubah dan 
>menghasilkan makhluk dengan sifat hereditas yang tidak tahan terhadap perubahan 
>lingkungan. Punahlah oleh seleksi alam sebagaimana mekanisme evolusi. Tetapi kembali 
>ke pertanyaan semula, perubahan apa di lingkungan yang menyebabkan mutasi gen 
>tiba-tiba terjadi. Suatu big impact bisa saja sebagai penyebabnya. Radiasi sinar 
>kosmis besar-besaran di penghujung Cretaceous barangkali ? 
> 
>Siklus berulang yang akan menghasilkan fenomena kompleks harusnya malahan menyebabkan 
>makhluk punya DNA yang makin baik, bukan makhluk dengan DNA yang sangat rentan 
>terhadap perubahan lingkungan. Kalau memang dinosaurus punah oleh mutasi gen, harus 
>ada trigger besar penyebab mutasi gen itu.
> 
>Salam,
>Awang H. Satyana
>Eksplorasi BP Migas
>
>Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Kalo boleh sekedar sharing dari Sci-Fi ....
>Dalam film Arnold Seger-seger (Total Recall) ditunjukin bagaimana hidup dan membuat 
>kehidupanm di planet Mars. Disitu dicritakan seolah-olah terbentuknya kehidupan dan 
>penghidupan planet tersebut hanya memerlukan pemicu (trigger) yg kecil saja. Tidak 
>perlu mencari sebuah impact besar (giant meteor) untuk meniadakan atau mengadakan 
>kehidupan.
>Aku rasa kita sering terkena jebakan pemikiran -->"effect besar hanya diakibatkan 
>oleh sesuatu yg besar" menurutku jebakan ini bisa saja ditinjau ulang. 
>Di Film tsb dicritakan juga bagaimana "oxygen" memicu kehidupan yg berkembang sangat 
>cepat.
>
>Sebuah proses sederhana yg berupa siklus, yang berulang-ulang, terus menerus, akan 
>dapat menghasilkan sebuah fenomena kompleks. Proses inipun tidak selalu memerlukan 
>waktu yang "lama". Satu chain "atomic procees" dapat menghasilkan tenaga yg besar 
>dalam waktu singkat, dan mungkin saja sebuah proses yang lama hanya meninggalkan 
>'bekas' atau rekaman yg sangat sedikit .... persis bagaimana sebuah rekaman geologi 
>terbentuk dan terpreseved.
>
>Saya saat ini juga sedang mencari info (barangkali sudah ada yg meneliti:), apakah 
>hancurnya dinosaurus dkk dalam periode pendek justru dipicu karena tipe DNA dyno yg 
>lemah dan ngga tahan thd perubahan iklim sedikit saja. Sementara ada organisme lain 
>yg justru tahan ... walopun ukurannya jauuuh lebih kecil namun memiliki DNA yg 
>"kuat". --> Size doesn't matter.
>
>rdp

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke