Vicky, sayang, kelihatannya baik massa, density, maupun pressure Mars lebih kecil dari 
punyanya Bumi sehingga kelihatannya semua gas (CO2, H2, N2, dll.) tak akan mencair. 
Tekanan atmosfernya hanya 0.1 psi (0.7 kilopascal), kurang dari 1/100 tekanan atmosfer 
Bumi. Densitynya 4/5 Bumi dan massanya sekitar 1/10 Bumi. Kalau saya percaya kanal2 
itu bekas erosi barang cair, entah H2O atau bukan, tetapi sangat khas pola sungai 
dendritik yang lari ke delta lalu slope dan basin floor fan. Sisanya semua sekarang 
ditutup Mars soil. Kemana barang cair itu menghilang dan mengapa ? Hidrokarbon cair, 
wah... kalau saja ada... John Suppe dan beberapa geologist Princeton University yang 
dulu lama bermain di eksplorasi petroleum sedang mengutak-atik Bulan, apa mereka sudah 
curiga ada hidrokarbon di sana ? Entahlah...
 
Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas

Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kalo menggunakan analogi bumi tentunya geologist akan berpikir bahwa 
kenampakan-2 "chasma" serta "delta" ini akibat dari proses aktifitas "air". 
Nah kalo aku mau sedikit berpikir lateral ke hal-2 yang lain .... Secara 
general sih akibat "liquid" ... 'liquid/fluida' ini yang akan membawa dari 
satu tempat ke tempat yang lain. Kalau kenampakannya mirip canyon juga delta 
berarti alirannya lebih ke arah aliran laminer kali ya ... Kalo fulida gas 
(misal angin) jelas lebih banyak bersifat turbulensi ketimbang laminer.

Nah apakah di alam semesta ini "hanya air"yang dapat berupa liquid ? 
barangkali di Mars justru "CO2 cair" juga dapat saja berfungsi sebagai 
"media transportasi". Atau mungkin "hydrogen cair", atau apa saja lah .... 
yang penting berupa "fluids" ... Atau bahkan HC cair ... misal 'minyak bumi' 
atau seperti LNG .... Kan sesuatu bersifat liquid, solid atau gas sangat 
tergantung dari tekanan dan suhu. Kalo ternyata HC cair ... wuih nanti kita 
eksplorasi minyak

Nah berapa tekanan di permukaan Mars ... ? Ada hubungan dengan grafitasi 
nggak ya ? Seandainya iya, dan ukuran gravitasinya mirip bumi, barangkali 
saja betul bahwa itu akibat aktifitas air. Tetapi kalau ada fungsi lain yg 
mengontrol sifat fisis materi selain tekanan dan suhu tentunya bisa bukan 
air (bukan H2O).

Walopun masih menggunakan 'kaidah geologi bumi' (lah wong 'geo' kok masih 
pakai bumi yah :), namun aku rasa perlu modifikasi dari teori-teori yang 
ada. atau kalo bahasa kerennya perlu "kontekstualitas".
Pandangan "kontekstual" ini bisa juga menggunakan analogi pemikiran 
'liberal' .... Ciri utamanya ya kemiripan atau kesamaan atau analogi ... 
antara peristiwa (aturan/kaidah) dalam satu kondisi dengan kondisi yang 
lain.

Aku sih masih suka dengan berpikir secara fraktal ya .... dimana ada kaidah 
"self similarity" dan "scale invariant". Apapun ilmu yg dimiliki bisa-bisa 
saja diaplikasikan dalam bidang lain :) Tidak bergantung pada skala (scale 
invariant) dan akan ada "kemiripan diri" (self similarity). Jari Kang Aris 
ndak usah buru-buru bilang ... "wah aku bukan ahlinya ..." ... apapun anda 
... aku yakin pikiran anda sangat bermanfaat bagi orang lain.
Jelas pikiranku ini akan kontroversial dan akan menyinggung istilah 
"profesionalitas" ... --> "siapa berhak ngomong apa "
Toh kenyataannya ... Kang Awang dan Kang Aris yang jagoan nyari minyak juga 
canggih dalam dikusi soal Mars ... malah ada juga yg dengan kaidahnya 
sendiri bilang: "sst ....ada minyak di perut monas .... :p "

RDP
"emangnya di bulan ada coklat ...?"



---------------------------------
Do you Yahoo!?
SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!

Kirim email ke