Tidak ada satupun yang 100% benar dan bisa digunakan sendiri-sendiri tanpa ketidakpastian. Nah lho.......... !!! Permeabilty Core. Kita mengukur langsung permeability pada reservoir bersangkutan dan sebagian FE specialist menganggap ini sebagai hard data. Hal yang perlu juga disadari adalah kondisi ideal (tidak merusak inner struktur sample) pengukuran permeability core sebenarnya sulit didapat/dipastikan. Dengan mengantisipasi kemungkinan terjadinya imperfect handling dan atau damage pada core plug pengaruhnya bisa memperkecil juga memperbesar hasil pengukuran ketimbang yang seharusnya. Jika dua identik core plugs dikirimkan ke lab yang berbeda, besar kemungkinan kita akan mendapatkan hasil yang tidak sama terlebih jika kedua lab tsb memiliki prosedure yang berbeda (untuk jenis analisa yang sama). Permeability NMR (bisa CMR atau MRIL). Kalau diperhatikan algorithm yang ada dibalik NMR perm, itu tidak lebih dari pengembangan persamaannya Coates. Dengan kelebihan NMR untuk mampu mendeteksi Swirr secara continues along the reservoir interval maka kita disuguhi kurva permeability yang menerus pada zone of interest. Ketimbang konvensional Phie-Perm transform (core to log) dengan sampling yang tidak merepresentasikan heterongenitas, untuk tubuh sand dengan besar butir yang bervariasi secara vetikal menurut saya NMR perm jauh lebih baik ; as long as kondisis reservoir kita berada dalam range of akurasi dari aplikasi teknologi NMR. Permability MDT/welltest. Sejauh yang saya ketahui prinsip dasar yang digunakan adalah pressure build-up atau bisa juga kebalikannya ; pressure decline. Metoda ini cukup baik dalam memprediksi permeability yang efektif bekerja direservoir tapi kita tidak diberi gambaran secara detail bagian dari reservoir mana saja yang direpresentatsikan oleh suatu titik pengukuran. Bisa hanya couple feet namun bisa juga hingga puluhaan bahkan ratusan meter dari titik pengukuran. So........ dari uraian singkat tsb diatas sepertinya tidak berlebihan jika saya memberikan jawaban atas pertanyaan mas Samodro sebagaimana saya statekan di awal email ini. Jika harus memutuskan mana yang hendaknya digunakan, saran saya adalah gunakan semua data/informasi yang kita miliki. Benchmark hasil dari suatu metoda pengukuran dengan hasil metoda-metoda lainnya sehingga kita dapat memahami dengan baik uncertainty yang dihadapi. Jangan lupa untuk mengkomunikasikan uncertainty tsb kepada customer kita, baik itu kepada PE production yang hendak menggunakannya untuk workover, kepada Simulation Engineer untuk simulasinya, kepada Project Evaluator/Management untuk evaluasi resiko, juga kepada pihak-pihak terkait lain yang hendak menggunakan hasil modeling kita. Salam, Hendro HS Duri-Riau ===========
KARTIKO-SAMODRO Ferdinandus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:kalau phi yang biasa dipakai untuk hpm buat ngitung gas in place di sini sih phie , phitoolnya gabungan dari gr,den,neutron, wah jadi lanjut nih sekalian aja mau nanya.... kalau mbuat modeling dan hendak menggunakan data permeability... permeability apa yang biasa digunakan / lebih dipercaya permeability core , permebility log (CMR), permeability dari mdt/pt, atau permeability dari well test Mungkin ada yang pernah ngetes....apa kelebihan dan kekurangan dari semua permeability tersebut....? Ferdi lagi ngantuk di kantor nunggu weekend.... "Shofiyuddin Thoha" 25/07/2003 12:55 PM Please respond to iagi-net To: cc: Subject: [iagi-net-l] PHI [dh] Thin Section Point Count vs XRD Jadi pengen lanjut juga nih. pak Kartiko, PHI yang mana nih? *) Massa Batuan = Matrix, Clay bound/Irreducible Water, Capillary Water, Free Water, HC (Gas, Oil) *) PHI = Total Porosity ? = Effective Porosity ? = Free Fluid Porosity ? = Calibrated-core porosity ? *) PHI-tool = N-D = D = N = Sonic (dT) = NMR = Res Shofi "lagi utak utik nunggu jum'atan" KARTIKO-SAMODRO Ferdinandus total.com> cc: Subject: Re: [iagi-net-l] Thin Section Point Count vs XRD 07/25/2003 10:44 AM Please respond to iagi-net Pak Sanggam Hal itu apa karena formula HPM= H*PHI*(1-SW) dimana parameter PHI digunakan baik dalam menghitung SW dan menghitung HPM itu sendiri...? Jadi kalau ada error , errornya jadi dobel - dobel... beda ama resistivity yang digunakan hanya untuk menghitung SW ? --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

