pertama: saat bicara ttg kalor, tidak ada yg namanya panas dan dingin, yg ada hanya panas dan kurang panas. dingin diterjemahkan sbg kehilangan panas.
kalau bicara soal heat insulator, ini terkait dgn thermal conductivity yg menyatakan seberapa cepat sebuah benda dapat memindahkan panas. thermal conductivity tidak selamanya terkait dgn heat capacity. sekilas tampak bahwa sebuah benda akan memiliki heat capacity yg besar kalau thermal conductivity-nya kecil, dgn kata lain panas yg disimpan besar karena tidak bisa mengalirkan panas. tapi sebuah benda bisa saja memiliki heat capacity yg tinggi (bisa menyimpan kalor dalam jumlah yg besar) tapi thermal conductivity-nya juga besar (artinya cepat mengalirkan panas). hal ini mungkin terjadi karena thermal conductivity terkait dgn proses penjalaran panas yg mungkin terjadi pada material ybs. pada air, ketiga cara penjalaran panas dapat terjadi (konduksi, konveksi dan radiasi) sementara pada material lain belum tentu ketiga cara ini bisa terjadi. kalau kita punya bejana berisi air dimana dimungkinkan terjadinya ketiga cara penjalaran panas tsb maka pada kondisi ini thermal conductivity air menjadi besar tapi pada kondisi tertentu dimana hanya satu atau dua cara penjalaran panas yg mungkin terjadi maka thermal conductivity-nya akan kecil atau dgn kata lain menjadi heat insulator. mudah2-an bisa sedikit jelas. -- pta Once upon a time Rovicky Dwi Putrohari wrote : > Juga AIR sebagai 'heat insulator' namun kita juga tahu karena > sifat fluidanya (zat alir) AIR ini dapat berfungsi sebagai > "heat transfer agent" (pembawa panas) karena dapat membuat arus > konfeksi panas. Air ini memang tidak mudah melalukan panas (heat) > sehingga akan menyimpan panas. Itulah sebabnya kayu lebih anget > ketimbang besi. Namun karena air ini anget dan dapat > "berjalan" (movable), akhirnya air ini dapat sebagai agent yg > mengalirkan panas, walopun disebut sebagai heat insulator (cmiiw). > > air ini emang sering bikin aneh2 ya ... :) > > RDP > 'mirip geophysicist, membedakan "speed" dengan "velocity" ?' --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

