Mungkin bukan campur aduk istilah, hanya jargon saja...
 
"Heat" adalah panas/kalor/bahang yaitu jumlah panasnya; "temperature" adalah suhu 
yaitu ukuran panasnya (mirip2 tapi tak sama). Di bahasa Indonesia baru, heat=bahang 
dan temperature=suhu (terasa ga bedanya ?). "Heat transfer" = perpindahan panas dari 
satu titik ke titik lain (dan ini bisa dengan cara konduksi yang lewat benda padat, 
radiasi yang lewat udara dan ruang hampa, konveksi yang lewat zat cair). "Gradien 
termal" atau dalam konteks ini adalah gradien geotermal adalah ukuran/derajat 
pertambahan panas versus kedalaman, sehingga satuannya adalah deg. C/km atau deg F/100 
ft, sering diterjemahkan "landaian suhu" dalam bahasa Indonesia (walau bisa juga curam 
garisnya). "Thermal conductivity" adalah konduktivitas termal, daya hantar panas suatu 
benda, ini akan berhubungan dengan kapasitas heat transfer di atas. Heat flow, sering 
diterjemahkan aliran bahang, ini berhubungan dengan heat transfer yang berasal dari 
bawah, dari basement, dari mantle untuk membedakannya dengan sumber
 panas dari tumpukan sedimen yang sering diukur oleh thermal conductivity. Gradien 
geotermal akan dipengaruhi oleh dua faktor ini : heat flow dan thermal conductivity.
 
Mungkin yang dimaksud air sebagai heat insulator adalah relatif saja dibanding massa 
benda padat (batuan) sekelilingnya yang pasti daya heat transfer-nya lebih bagus. 
Sebab air juga agen heat transfer dalam putaran konveksi. Coba saja rebus air di 
bejana kaca dan masukkan serbuk gergaji yang melayang, maka akan ada putaran konveksi. 
Dengan mengandaikan itu pula konveksi di mantle Bumi diasumsikan, walau yang berputar 
adalah massa batuan yang rheology-nya cair-liat.
 
Ya, itu pendapat saya saja, silakan kalau ada tambahan atau koreksi.
 
Setiap ilmu punya jargon sendiri...Di biologi ada "migrasi" burung, di demografi ada 
"migrasi" penduduk, di petroleum geology ada "migrasi" hidrokarbon. Semuanya pindah...
 
Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas

Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sepertinya ada yg jadi mixed-up diantara istilah-istilah ... atau barangkali aku saja 
yak :( ....

Ada yg tahu bagaimana membedakan dan menghubungkan istilah2 ini:
- "heat" - "temperature"
- heat transfer - gradien thermal - thermal conductivity - Heat flow
(kayaknya jargonnya ngga kalah dengan sequence strat).

Juga AIR sebagai 'heat insulator' namun kita juga tahu karena sifat fluidanya (zat 
alir) AIR ini dapat berfungsi sebagai "heat transfer agent" (pembawa panas) karena 
dapat membuat arus konfeksi panas.
Air ini memang tidak mudah melalukan panas (heat) sehingga akan menyimpan panas. 
Itulah sebabnya kayu lebih anget ketimbang besi. Namun karena air ini anget dan dapat 
"berjalan" (movable), akhirnya air ini dapat sebagai agent yg mengalirkan panas, 
walopun disebut sebagai heat insulator (cmiiw).

air ini emang sering bikin aneh2 ya ... :)

RDP
'mirip geophysicist, membedakan "speed" dengan "velocity" ?'

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

Kirim email ke