Saya malah mengikuti pendapat bahwa semua benda dialam berevolusi, bermula dari hidrogen. Atom ber elektron satu itu, berupa gas panas lebih dari 10 pangkat 18 derajad Celcius pada peristiwa Bigbang. Berdasar berbagai data, saya hitung Big bang terjadi pada 18, 617,373,522 BC. Penurunan panas, berarti semakin lambat gerak partikelnya. Dengan menurunnya temperaturnya, maka semakin kecil kemungkinan tabrakan-tabrakan antar partikel, sehingga penambahan elektron berhenti. Terjadi maksimum kulit atomnya 7. Memang sudah ada bukti materi bisa jadi panas, akibatkan temperatur benda menjadi tinggi. Ada berkembang teori bahwa panas bisa berubah menjadi materi.
Kondisi bumi yang terbentuk 14 Ga kemudian, kondisinya masih panas, dan baru mulai ada air sekitar 3.2 Ga. Perkembangan kehidupan sangat pesat mulai Kambrium, dan evolusi tercanggih menjadi sebagai manusia. Pakar evolusi ITB Prof. Djoko T. Iskandar, tentu mengharap teori evolusi perlu untuk diajarkan. Dari difenisi "yakin" Pak Koesoema, sepertinya yang dicari adalah haqul yakin. Ini perlu melewati dua yakin yang lainnya tsb. Sayangnya pengamatan dan logika yang diyakini umum, akan belum tentu sebagai kebenaran haqiqi. Apa begitu ? Salam, Maryanto. -----Original Message----- From: Koesoema [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, August 29, 2003 11:08 Pagi To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Evolusi ===> was Re: [iagi-net-l] Batugamping dan Homo P Erectus Beginilah masalahnya kalau mencoba menghubungkan "science" dengan "religion". Religion didasarkan pada keimanan (faith) atau kepercayaan. Science didasarkan atas pengamatan dan mencoba menjelaskan secara logika. Sebaiknya kita tidak percaya atas suatu teori ilmiah, tetapi mengevaluasi apakah teori itu berlaku (valid) atau tidak. Teori dapat berubah setiap waktu dengan penemuan /pengamatan baru, terutama teori mengenai evolusi manusia yang didasarkan penemuan satu/ dua fragmen tengkorak, gigi, tulang dsb., terutama apa yang terjadi dengan penemuan-penemuan baru di Afrika, Georgia belakangan ini. Jadi pisahkanlah antara agama dan science, biarkan keduanya berjalan secara harmonis. Memang yang dipersoalkan adalah kebenaran, tetapi apa sebenarnya yang disebut kebenaran itu? Dalam agama Islam dikenal 3 hal: ainal yakin (berdasarkan pengamatan), ilmal yakin (berdasarkan penalaran ilmu) dan haqul yakin (kebenaran haqiki). Wassalam --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

