fyi

-----Original Message-----
From: Herman Moechtar [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, September 08, 2003 12:04 PM
To: Maryanto
Cc: Pak bambang; [EMAIL PROTECTED]; Sardjono
Subject: Re: Re: korelasi geodinamik


Pak Maryanto Yth.,

Pendekatan siklus stratigrafi saya adalah filosofi aspek sedimentologi
(proses eksternal) dgn pendekatan dinamika proses bumi bukan internal
proces.Namun aspek internal proses tsb. perlu dipahami betul. Banyak paper
saya (jurnal dan buletin di P3G) juga Iagi 1999 yg membahas faktor eksternal
tersebut, yg pada hakekatnya dlm setiap interval sedimen secara teratur
dapat menjelaskan faktor pembentuknya (tektonik, sea-level,iklim, dan erupsi
g.api). Dari pengalaman saya menunjukkan bahwa rekonstruksi Milankovitch
Cycles fantastik dilakukan di Indonesia khususnya daerah tropis. Saya
berangapan bahwa pendekatan Milankovitch cycles untuk geodinamik termasuk
studi sekuen-stratigrafi di Indonesia sangat menarik, karena sekuen
stratigrafi di Indonesia sangat spesifik sekali. Saya pernah belajar
sekuen-stratifgrafi cek- Jawatengah dan Jawa barat, studi tsb. tidak saya
teruskan dikarenakan banyak Exxon-methods tidak mendukung dlm penerapannya.
Selanjutnya saya studi sekuen stratigrafi di 3 cekungan Spanyol
(trem-grauss,ebbro,loranca basins) berumur Eosen-Miosen. Ternyata dengan
pendekatan siklus Milankovitch studi tsb. dapat dijelaskan. Malahan saya
pernah membuat "peta sekeuen-stratigrafi" daerah tersebut. Saat tersebut
promotor saya di Utrecht University (1988) adalah Prof. Nio dan co-promotor
P.Vail. Karena sesuatu hal yg sifatnya politis hasilnya tidak diungkapkan.

Pak Maryanto yth.

Saya banyak data-data khususnya untuk sedimen Kuarter di Indonesia, dan saya
bersedia kapan saja mendiskusikannya. Hasil penelitian saya terdahulu ,ordo
di dalam hirarki siklus dapat dibedakan menjadi 6 ordo. Periodik
(cyclo-sequences): ordo 6 (16-23 ka), ordo 5 (38-54 ka) dan ordo 4 (100-400
ka). Episodik (non-periodik) macro-cycles/sequences/ordo 3 (400-3.000 ka),
super-cycles/super sequences/ordo 2 (3.000-10,000 ka) dan ordo
3/mega-cycles/mega-sequences (50.000-100.000 ka). Itu hasil pemikiran saya.

Pak Maryanto,

Saya berpendapat bahwa studi siklus/sekeuen-stratigrafi dengan pendekatan
korelasi geodinamik (waktu dan lamanya proses bumi/eksterna) adalah salah
satu metoda pendekatannya. Jadi, kesebandingan dengan metoda yg lain
(khususnya paleontologi) dapat sebagai pendukung. Selain dalam setiap daerah
komposisi siklus/sekuennya mungkin bervariasi namun akan mempunyai spesifik
sendiri, sehingga jangan berpegangan pada satu model saja. Lalu, bagaimana
siklus-sekuen stratigrafi di daerah tropis khususnya Indonesia. Yang jelas,
siklus stratigrafi adalah bagian dari sekuen-stratigrafi sbg.
composite-cycles, sehingga rekonstruksi Milankovitch cycles menjadi acuan
utama bukan lithostratigrafi.

Banyak pertanyaan pak Maryanto, mungkin satu persatu nanti akan saya coba
menjawabnya. Terima kasih atas perhatiannya.

wassalam,

Herman Moechtar

----- Original Message ----- 
From: "Maryanto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; "Ukat Sukanta at CPI" <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, September 06, 2003 3:16 PM
Subject: RE: Re: korelasi geodinamik


> Pak Herman, ini pertanyaan saya, lewat iagi-net, ditambah abstract kami.
>
> Salam,
> Maryanto.
>  <<Salam.long.abstract.2003.00.doc>>
> <<Maryanto.salam.hypothesis.2003.00.doc>>
>
> >  -----Original Message-----
> > From: Maryanto
> > Sent: Saturday, September 06, 2003 11:29 Pagi
> > To: '[EMAIL PROTECTED]'
> > Cc: '[EMAIL PROTECTED]'; Ukat Sukanta at CPI;
> > '[EMAIL PROTECTED]'
> > Subject: Re: korelasi geodinamik
> >
> > Pak Herman Moehtar dan netters.
> > Wah bagus nih informasi. Apa bisa mendapatkan kelengkapan paper ?
> > Prediksi bencana tektonik kedepan memerlukan data umur yang akurat .
> > Evolusi subduksi Kwarter di Indonesia, yang Bapak tanyakan, sudah
terlihat
> > dalam Hipotesa Salam (iagi-net, 14 Agustus, 2003). Amplitudo Salam
> > membesar, maka terjadi kompresi, sedang amplitudo mengecil sebagai
> > ekstensi. Tertarik untuk presentasi ? Smoga banyak nyawa akan
> > diselamatkan. Karakter lempeng lokal akan banyak mempengaruhi kapan
> > gempanya. Ada siklus Milankovitch, tapi data-data yang saya ketahui,
misal
> > 150 tahun terakhir sea level change, gerak kutub utara, temperatur,
curah
> > hujan jkt, akan berpereode 7 dan 70 tahun, dengan standar deviasi kurang
> > dari 2 %. Data-data lainnya, membentuk Siklus Salam. Belum sempat saya
> > statistikkan data Gempa Gunung Merapi data sejak 10 000 tahun lalu dari
> > Elsefier itu.
> > Pertanyaan:
> > A.1. Bagaimana cara menentukan bahwa batuan itu bersiklus 100 000 th, 40
> > 000 th, 20 000 th ? Apakah dengan pengukuran RD/SR misalnya ? Berpa
> > standar deviasinya ? Mungkinkah yang disebut itu akan berumur : 70 000
th,
> > 35 000 th, 7 000 tahun untuk Formasi Kabuh itu?
> > A.2. Dalam satu sikuen, apapun ordenya, saya prediksi ada 10 unitnya
> > dengan pereode sepersepuluhnya. Dengan 5 unit sandy, dan 5 unit shally,
> > karena adanya model sinusoidal vs waktu pengendapan. Mungkinkah 5 unit
di
> > Formasi Kabuh itu adalah 5 unit sandynya dan pereodenya 7 000 th ? Atau
> > ini unit sandynya saja dari siklus 5 sandy-5 shally?
> > A3. Bagaimana korelasi tektonik, climate, dan erupsi, serta evolusi
> > flora-fauna bisa diterangkan dengan baik?
> > B.1. Bagaimana bisa menentukan bahwa umurnya 10 siklus Kwarter di JKT
> > adalah pereode 10 Ka, serta 40 Ka, dan 20 Ka ?.  Dalam satu siklus
> > sinusoidal sering juga dibagi menjadi 4 sekwen : yakni MFS-SB (regresi),
> > SB-TS (regresi), TS-infeksion point naik (transgresi), Infleksi muka
laut
> > naik - MFS (transgresi). Heidrick & Aulia, 1996, dalam tektonik Central
> > Sumatra Basin pereode 70 Ma, membagi menjadi 4 tektonik  : F0 (66-45
Ma),
> > F1 (45-28 Ma), F2 (28-13 Ma), dan F3 (13 - 0 Ma), standar deviasi tak
> > disebut, tetapi kira-kira 3 Ma kali. Ini mendekati pereode seperempatan
70
> > Ma (17.5 Ma). Apakah 4 sikuen di JKT itu adalah siklus 17 500 th  (bukan
> > 20 000 th), serta ada 10 siklus pereode 7 000 th ?
> > C.1. Bagaimana ditentukan adanya siklus 38 000 th ?
> > Wah banyak ya Pak pertanyaannya, mudahan menyenangkan.
> > Hedernya sebut dikirim ke  iagi-net 2 Sept 2003. Tapi mengapa ya saya
tak
> > terima,  dan tak ada di iagi-net web ? Padahal email saya sudah ok kirim
> > dan terima ke iagi-net. Ini dibantuin oleh Pak Andang. Trimakasih banyak
> > Pak Andang atas bantuannya.
> >
> > Wassalam,
> > Maryanto.
> >
> > From: Ukat Sukanta at CPI <[EMAIL PROTECTED]
> > FYI-Below
> > Thanks Pak BD,
> > US
> > -------------------------------------------
> > -----Original Message----- 
> > From: Bambang Dwiyanto, M.Sc [
> > Sent: Friday, September 05, 2003 9:05 AM
> > To: Ukat Sukanta at CPI
> > Subject: Fw: korelasi geodinamik
> > ----- Original Message ----- 
> > From: Herman Moechtar
> > To: Sardjono Cc: [EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Tuesday, September 02, 2003 11:27 AM
> > Subject: korelasi geodinamik
> >
> > Informasi buat yang iseng geodinamik (korelasi:tectonic cycles,
sea-level
> > fluctuations, climatic sirculations, volcano eruptions):
> >
> > A.Formasi Kabuh: (1)Formasi Kabuh terdiri dari 5 siklus 100.000
> > Milankovitch, (2)tidak pernah diketemukan ke lima siklus yang lengkap,
> > (3)umumnya dlm setiap siklus 100.000 terekam baik 5 siklus 20.000, (4)
> > korelasi tektonik, climate, dan erupsi secara sempurna menjelaskan
evolusi
> > flora dan fauna.
> >
> > B.Geologi Kuarter bawah permukaan Jakarta: (a)terdiri dari 10 siklus
> > 100.000
> > yg didalamnya terekam siklus 40.000 dan 20.000, (2)dapat dikelompokkan
> > menjadi 4 sekuen stratigrafi, (3)kelihatannya batas dengan tersier
selang
> > alpa pengendapan (non deposition) bukan ketidak selarasan hilangnya
waktu,
> > (3)korelasi tektonik, turun-naiknya muka laut, perubahan iklim dan
> > intensitas erupsi sangat menarik direkonstruksi.
> >
> > C.Geologi Kuarter khususnya jalur timah dan dataran pantai Jawa dan
> > Kalimantan: (1)siklus 38. 000 th terakhir terekam baik, (2)dapat
> > dipisahkan
> > menjadi 2 siklus 20.000, (3)sangat peka terhadap efek tektonik kecuali
di
> > Kalimantan Selatan, (4)korelasi tektonik, turun-naiknya muka laut,
> > perubahan
> > iklim dan sedikit efek erupsi sangat menarik ditelaah.
> >
> > Informasi di atas sebagian dari rangkaian sedimen Kuarter di Indonesia
> > Barat
> > yang berbeda dengan Indonesia Timur. Korelasi geodinamik tersebut sangat
> > bermanfaat untuk mempelajari neo-seismotektonik dan deformasi landform.
> > Konsep tersebut sedang dikembangkan di Program Litbang Kebencanaan
Geologi
> > (Puslitbang Geologi). Bagaimana dengan evolusi subdaksi Kuarter di
> > Indonesia
> > ?.
> >
> > Wassalam dan Terima Kasih,
> >
> >
> > Herman Moechtar
> >
> >
>


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke