Pak Maryanto yth.,

A.Formasi Kabuh
A.1.Dalam setiap interval dibatasi oleh rupsi g. api yg. ke arah atasnya
pasir sangat-kasar-halus (F.U) dan kembali mengasar (C.U). Ini menandakan
bahwa kondisi iklim saat pembentukan interval tersebut adalah minimum
(drier) menuju maksimum (humid) dan kembali minimum. Ini satu siklus
Milankovitch. Di bagian dalamnya terdapat 5 siklus yang lebih kecil dan 2
siklus lainnya. Saya interpretasikan ke 5 siklus tersebut adalah termasuk
ordo 6 (precesession cycles), ordo 5 adalah  2 siklus (obliquity cycles).
dan 1 satu siklus eccentricity/ordo 4 (100.000 th). Setiap siklus 100.000
ini mempunyai karakter pada sinousity channels sesuai dengan waktu
pembentukannya. Secara keseluruhan diperoleh 5 interval tersebut (composite
secrtions) yang tidak lengkap dalam setiap lokasinya. Hal ini disebabkan
oleh cahnnel shifting (synsedimentary tectonics).
A.2. Korelasi kelima siklus atau interval ordo 4 di atas adalah menjelaskan
efek tektonik dari waktu ke waktu. Saya berasumsi bahwa: puncak intensitas
tektonik terjadi bersamaan dengan puncak climatic optimum, sebaliknya
indikasi intensitas erupsi g.api terjadi dikala iklim menuju minimum. Ini
yang saya sebut korelasi deodinamik. Dengan demikian, akan banyak informasi
lainnya yang akan dapat dijabarkan khususnya aspek biotik.

B.Cekungan Jakarta

Saya pelajari sejak th.1995 pada waktu saya sbg. pakar Dinas Pertambangan
DKI. Sangat menarik sekali. Tentunya saat itu tidak dapat dipublikasikan.
Tapi saya paper saya mengenai siklus/sekuen stratigrafi Sedimen Kuarter
Jakarta sedang dlm proses penerbitan di jurnal P3G. Akhir september ini akan
saya presentasikan pada seminar Balitbang ESDm di Jakarta (Deformasi
Landform wilayah Jakarta sekitarnya). Umur dari siklus-sekuen yg saya
kemukakan adalah berdasarka ordo siklus Milankovitch.

C.Umur 38.000 dan 18.000 saya peroleh dari dating oleh PT Timah sebelumnya
(kep. Timah). Saya bekerja disana selama 1995-2000. Saya menemukan 2 siklus
yang sangat berbeda sekali. Kedua siklus tersebut saya interpretasikan
termasuk siklus "precession" yaitu identik dengan 20.000. Artinya siklus
20.000 terakhir sudah berjalan 18.000. Kondisi kita ke 2000 th mendatang
adalah menuju ke climate minimum (kering).

Demikian informasi saya, mungkin nanti bisa kita lanjutkan diskusinya.

Salam,

Herman Moechtar
----- Original Message ----- 
From: "Maryanto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; "Ukat Sukanta at CPI" <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, September 06, 2003 3:16 PM
Subject: RE: Re: korelasi geodinamik


> Pak Herman, ini pertanyaan saya, lewat iagi-net, ditambah abstract kami.
>
> Salam,
> Maryanto.
>  <<Salam.long.abstract.2003.00.doc>>
> <<Maryanto.salam.hypothesis.2003.00.doc>>
>
> >  -----Original Message-----
> > From: Maryanto
> > Sent: Saturday, September 06, 2003 11:29 Pagi
> > To: '[EMAIL PROTECTED]'
> > Cc: '[EMAIL PROTECTED]'; Ukat Sukanta at CPI;
> > '[EMAIL PROTECTED]'
> > Subject: Re: korelasi geodinamik
> >
> > Pak Herman Moehtar dan netters.
> > Wah bagus nih informasi. Apa bisa mendapatkan kelengkapan paper ?
> > Prediksi bencana tektonik kedepan memerlukan data umur yang akurat .
> > Evolusi subduksi Kwarter di Indonesia, yang Bapak tanyakan, sudah
terlihat
> > dalam Hipotesa Salam (iagi-net, 14 Agustus, 2003). Amplitudo Salam
> > membesar, maka terjadi kompresi, sedang amplitudo mengecil sebagai
> > ekstensi. Tertarik untuk presentasi ? Smoga banyak nyawa akan
> > diselamatkan. Karakter lempeng lokal akan banyak mempengaruhi kapan
> > gempanya. Ada siklus Milankovitch, tapi data-data yang saya ketahui,
misal
> > 150 tahun terakhir sea level change, gerak kutub utara, temperatur,
curah
> > hujan jkt, akan berpereode 7 dan 70 tahun, dengan standar deviasi kurang
> > dari 2 %. Data-data lainnya, membentuk Siklus Salam. Belum sempat saya
> > statistikkan data Gempa Gunung Merapi data sejak 10 000 tahun lalu dari
> > Elsefier itu.
> > Pertanyaan:
> > A.1. Bagaimana cara menentukan bahwa batuan itu bersiklus 100 000 th, 40
> > 000 th, 20 000 th ? Apakah dengan pengukuran RD/SR misalnya ? Berpa
> > standar deviasinya ? Mungkinkah yang disebut itu akan berumur : 70 000
th,
> > 35 000 th, 7 000 tahun untuk Formasi Kabuh itu?
> > A.2. Dalam satu sikuen, apapun ordenya, saya prediksi ada 10 unitnya
> > dengan pereode sepersepuluhnya. Dengan 5 unit sandy, dan 5 unit shally,
> > karena adanya model sinusoidal vs waktu pengendapan. Mungkinkah 5 unit
di
> > Formasi Kabuh itu adalah 5 unit sandynya dan pereodenya 7 000 th ? Atau
> > ini unit sandynya saja dari siklus 5 sandy-5 shally?
> > A3. Bagaimana korelasi tektonik, climate, dan erupsi, serta evolusi
> > flora-fauna bisa diterangkan dengan baik?
> > B.1. Bagaimana bisa menentukan bahwa umurnya 10 siklus Kwarter di JKT
> > adalah pereode 10 Ka, serta 40 Ka, dan 20 Ka ?.  Dalam satu siklus
> > sinusoidal sering juga dibagi menjadi 4 sekwen : yakni MFS-SB (regresi),
> > SB-TS (regresi), TS-infeksion point naik (transgresi), Infleksi muka
laut
> > naik - MFS (transgresi). Heidrick & Aulia, 1996, dalam tektonik Central
> > Sumatra Basin pereode 70 Ma, membagi menjadi 4 tektonik  : F0 (66-45
Ma),
> > F1 (45-28 Ma), F2 (28-13 Ma), dan F3 (13 - 0 Ma), standar deviasi tak
> > disebut, tetapi kira-kira 3 Ma kali. Ini mendekati pereode seperempatan
70
> > Ma (17.5 Ma). Apakah 4 sikuen di JKT itu adalah siklus 17 500 th  (bukan
> > 20 000 th), serta ada 10 siklus pereode 7 000 th ?
> > C.1. Bagaimana ditentukan adanya siklus 38 000 th ?
> > Wah banyak ya Pak pertanyaannya, mudahan menyenangkan.
> > Hedernya sebut dikirim ke  iagi-net 2 Sept 2003. Tapi mengapa ya saya
tak
> > terima,  dan tak ada di iagi-net web ? Padahal email saya sudah ok kirim
> > dan terima ke iagi-net. Ini dibantuin oleh Pak Andang. Trimakasih banyak
> > Pak Andang atas bantuannya.
> >
> > Wassalam,
> > Maryanto.
> >
> > From: Ukat Sukanta at CPI <[EMAIL PROTECTED]
> > FYI-Below
> > Thanks Pak BD,
> > US
> > -------------------------------------------
> > -----Original Message----- 
> > From: Bambang Dwiyanto, M.Sc [
> > Sent: Friday, September 05, 2003 9:05 AM
> > To: Ukat Sukanta at CPI
> > Subject: Fw: korelasi geodinamik
> > ----- Original Message ----- 
> > From: Herman Moechtar
> > To: Sardjono Cc: [EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Tuesday, September 02, 2003 11:27 AM
> > Subject: korelasi geodinamik
> >
> > Informasi buat yang iseng geodinamik (korelasi:tectonic cycles,
sea-level
> > fluctuations, climatic sirculations, volcano eruptions):
> >
> > A.Formasi Kabuh: (1)Formasi Kabuh terdiri dari 5 siklus 100.000
> > Milankovitch, (2)tidak pernah diketemukan ke lima siklus yang lengkap,
> > (3)umumnya dlm setiap siklus 100.000 terekam baik 5 siklus 20.000, (4)
> > korelasi tektonik, climate, dan erupsi secara sempurna menjelaskan
evolusi
> > flora dan fauna.
> >
> > B.Geologi Kuarter bawah permukaan Jakarta: (a)terdiri dari 10 siklus
> > 100.000
> > yg didalamnya terekam siklus 40.000 dan 20.000, (2)dapat dikelompokkan
> > menjadi 4 sekuen stratigrafi, (3)kelihatannya batas dengan tersier
selang
> > alpa pengendapan (non deposition) bukan ketidak selarasan hilangnya
waktu,
> > (3)korelasi tektonik, turun-naiknya muka laut, perubahan iklim dan
> > intensitas erupsi sangat menarik direkonstruksi.
> >
> > C.Geologi Kuarter khususnya jalur timah dan dataran pantai Jawa dan
> > Kalimantan: (1)siklus 38. 000 th terakhir terekam baik, (2)dapat
> > dipisahkan
> > menjadi 2 siklus 20.000, (3)sangat peka terhadap efek tektonik kecuali
di
> > Kalimantan Selatan, (4)korelasi tektonik, turun-naiknya muka laut,
> > perubahan
> > iklim dan sedikit efek erupsi sangat menarik ditelaah.
> >
> > Informasi di atas sebagian dari rangkaian sedimen Kuarter di Indonesia
> > Barat
> > yang berbeda dengan Indonesia Timur. Korelasi geodinamik tersebut sangat
> > bermanfaat untuk mempelajari neo-seismotektonik dan deformasi landform.
> > Konsep tersebut sedang dikembangkan di Program Litbang Kebencanaan
Geologi
> > (Puslitbang Geologi). Bagaimana dengan evolusi subdaksi Kuarter di
> > Indonesia
> > ?.
> >
> > Wassalam dan Terima Kasih,
> >
> >
> > Herman Moechtar
> >
> >
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke