Pak Agus,
 
Terima kasih foto-fotonya, bagus, benar-benar "cigar-shaped fossil". Melihat umur 
dating limestone-nya yang Kapur (Late Cretaceous ?), mungkin ini dari jenis 
Actinocamax atau Gonioteuthis (Lehman & Hilmer, 1983) ? Bagaimana Mbak Wati ? 
 
Lalu, saya jadi tertarik hubungan antara crystalline limestone yang punya interbeds 
red shale ini dengan suite ofiolit (ultra-mafik) secara keseluruhan di sekitar 
Soroako. Apakah limestone ini merupakan asosiasi deep-sea sediments yang dulunya 
terletak di atas oceanic crust ultra-mafik (suite ofiolit). Barangkali ada juga 
radiolaria dan chert ?  Suite ofiolit Soroako sendiri apa sudah ada yang mempelajari, 
kalau belum, sayang sekali, sebab bisa saja ini complete suite of ophiolite, tidak 
dismembered ophiolite seperti yang di Ciletuh atau Karang Sambung. Sebab yang di 
Sulawesi ini obducted bukan subducted seperti di Jawa. 
 
Salam,
Awang
 
 
[EMAIL PROTECTED] wrote:



-----Original Message----- 
From: Superiadi, Agus (PTI-SOR) 
Sent: Wednesday, September 24, 2003 11:01 PM 
To: '[EMAIL PROTECTED]' 
Subject: RE: [iagi-net-l] Fosil Beleminite 


Pak Awang, 
Berikut saya kirimkan fotonya. 
Fosil ini ditemukan di dekat kompleks perumahan PT Inco, di daerah perbukitan kecil di 
depan Lap. Golf tepatnya di belakang pekuburan Kopatea (belakang Bumi 
Perkemahan/BUMPER). Red shale yang dimaksud disini berupa sisipan di bedded 
Crystalline Limestone (sudah ter-metamorfosis) tapi shale nya sendiri sepertinya belum 
mengalami metamorfosis. Hasil dating dari Limestone yang pernah dilakukan menunjukkan 
umur Cretaceous. Yang jelas dengan ditemukannya belemnite ini lingkungan 
pengendapannya pasti laut dalam, hal ini juga diperkuat oleh hadirnya batuan 
ultramafik yang menghasilkan nikel laterite.

Saya tidak tahu apa ada hubungan dengan yang ditemukan di Misool. 
Rekan-rekan dari UNHAS apa tidak ada yang tertarik untuk menyelidiki lebih jauh? 
Salam, 
Agus Superiadi 

-----Original Message----- 
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, September 24, 2003 9:44 AM 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Subject: RE: [iagi-net-l] Fosil Beleminite 


Pak Ukat, Pak Agus Superiadi, 
  
Kalau ada di Banggai-Sula atau Buton tentu menarik sebab bisa dikorelasikan dengan 
yang di Misool, barangkali bisa memperkuat rekontruksi/sejarah rift-drift 
mikro-kontinen2 di Indonesia Timur dari segi biostratigrafi. Tetapi kalau di Soroako - 
Malili (tepatnya di bagian mana Soroako ?) itu kan termasuk ke dalam Eastern Sulawesi 
Ophiolite Belt, artinya bukan massa alokton seperti Banggai-Sula atau Buton. Ini massa 
autotokton, trapped oceanic crust ketika komplek kontinen alokton Banggai-Sula dan 
Buton-Tukang Besi (Pak Surono P3G terakhir memasukkan Sulawesi Tenggara juga sebagai 
kerak kontinen) tubrukan dengan Western Sulawesi Volcanic Arc. Dengan kata lain, 
secara regional, ofiolit di Soroako itu tidak bisa disebandingkan dengan Misool yang 
kontinen. 

 
Tetapi kejadian ofiolit di red-shale Soroako menarik. Hanya mau tanya Pak Agus lebih 
jauh. Red-shale di sini apa, semacam red-beds (biasanya berasosiasi dengan continental 
terrane) atau lateritic soil dari ofiolit ?. Kalau itu red-beds dan mungkin 
berasosiasi dengan benua, secara tektonik penting sebab selama ini Soroako ada di 
mandala oseanik. Kalau lateritic soil, unik ya kejadian pemfosilan itu. Tahun 1988, 
saya pernah memetakan lateritic soil di Cycloops Mountains di sekitar Jayapura untuk 
sebuah perusahaan pencari nikel dan barren of fossil. Tahun 1991, saya pernah ke 
Misool (bersama Pak Zaim ITB) dan memang pulau ini "surga" untuk biostratigrafi..

 
Salam, 
Awang 

 


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

Kirim email ke