Kalau melihat gejala serta trend global saat ini, rasanya sulit mempertahankan policy "closed file". Keterbukaan selalu saja dituntut dimana saja. Nah kalau mau melihat secara strategis (jangka panjang) barangkali policynya yg musti �mengikuti� perkembangan jaman (sebelum jauuh ketinggalan). Rasanya tidak mungkin mempertahankan kebijakan file tertutup lagi utk data-data dasar ini. Bahkan data �secret�nya CIA saja sudah banyak yg dibuka setelah sekian tahun.
Kecuali kita punya "power" lain untuk menjaga kebijakan ini.


Kebijakan tertutup �closed file policy� ini mungkin diberlakukan utk jangka waktu tertentu saja (1-2 tahun) tentunya berbeda tergantung jenis datanya (wel log berbeda dengan seismic dll). Setelah itu data ini menjadi terbuka tetapi masih dikelola Negara (cq migas). Dan nantinya setelah sekian tahun (5-10 tahun menjadi public domain�. (??).

Utk saat ini mungkin Migas ( an. negara) dapat menayakan (menegur) pihak universitas tsb ttg data yg dimilikinya dan kalau bisa utk tidak menyebarkan data tsb sehubungan dengan kebijakan Indonesia. Tapi aku ya ndak yakin akan diperhatikan oleh uni tsb (Utah)�. :(

Solusi yg mudah �. ya skalian ajah dibuat terbuka .. ka � --> open policy. ( ?? tertutup hanya utk 2 tahun saja) ...
Emang sepertinya data sebagai nilai proprietary menjadi tak berharga. Namun barangkali dengan cara ini para penjual pasar gelap malah jadi ndak bisa mendapatkan untung (sukur-sukur malah banyak yg tahu dan tertarik dengan Indonesia :). Dan seandainya toh data tersebut dianalisa dan diketahui isinya � mungkin hasil olah pikir ini yg mempunyai nilai dan dapat dijual belikan sebagai sebuah hasil kajiannya � sdangkan nantinya barangkali bentuk investasi yg masuk ke Indonesia sudah bukan lagi urusan pengadaan data tapi bener-bener usaha ekstraksi yg riil �. Dan hal ini kan yg menjadi tujuan usaha ekstraksi ? Asalkan TNI bisa dan mampu menjaga teritorialnya .... denger-denger militer sudah mundur dari urusan security aset2 perusahaan asing) ....


Kendalanya pasti akan ada di perundang-undangnya �
perlu waktu lagi �
Howgh �

salam
RDP
�kalo mau instant ya makan mie aja .. :p�


From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] Membeli data geology / perminyakan Indonesia di Amerika
Date: Tue, 2 Dec 2003 17:27:58 -0800 (PST)


Diperlukan kejujuran kita bersama untuk mencegah dan mengatasi agar kebocoran data tidak terjadi apalagi di tengah teknologi transfer data yang sedemikian canggih. Tetapi, ini mungkin lamunan atau angan-angan sebab ada saja yang menjual data sehingga pasar data gelap pun muncul di mana-mana, sehingga susah membedakan apakah ini pasar gelap, pasar terang, atau remang-remang, sebab yang gelap pun sudah berani terang-terangan.

Kalau aturan Dirjen Migas sebenarnya, adalah bahwa di daerah yang aktif dioperasikan semua jenis data hanya dimiliki oleh operating company dan partnernya, kalau ada data trade pun sangat diawasi dan ada dokumen letter of confidentiality. Untuk daerah2 yang telah direlinquishment datanya dikembalikan ke Dirjen Migas yang kemudian dikelola oleh PND (Patra Nusa Data) di Plumpang. Tetapi, sumur yang baru dibor pun, ada pasar gelap yang bisa menawari : mau lognya, dll. Nah... Ini sudah penyakit kronis, belum ada solusinya. Apakah kita bisa serempak jujur bersamaan ? Lamunan ?

Salam,
Awang - BP Migas

MANWAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Berbicara tentang "kebocoran" data yang secara legal berstatus sebagai
"rahasia negara" rasanya sudah menjadi rahasia umum. Mencari data di pasar
gelap kadang-kadang lebih mudah daripada di pasar terang (formal).
Sebenarnya Ditjen Migas sudah punya aturan main bagaimana mengelola data
migas, namun data itu umumnya tidak berada di "tangan"nya, sehingga mudah
terjadi penyimpangan, apalagi teknologi copy mengcopy dan transfer sudah
demikian maju.
Kelihatannya Ditjen Migas perlu lebih serius menanganinya, tanpa harus
mengorbankan kepentingan dunia usaha.

Salam,
Marwadi Anwar

----- Original Message -----
From: "PUTROHARI Rovicky"
To:
Sent: Tuesday, December 02, 2003 3:11 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Membeli data geology / perminyakan Indonesia di
Amerika


> Herman,
> Emang cukup banyak koleksinya, walopun tidak kumplit-plit tapi cukup utk
> studi ilmiah. Aku ngga yakin uni di Indonesia ada yg sekumplit ini utk
> data indonesianya.
> Apakah bener bahwa data ini bisa diakses (di"beli") ?
> Sebenernya siapa sih yg memiliki (proprietary right) dari data-data ini ?
> Indonesia, sponsor, atau sudah public domain ?
> Kalo mau nyari data di "black market" saja tentunya mudah mencarinya. Tapi
> UTAH.edu ini kan institusi resmi.
> Bisa jadi sulit melacak dari mana data itu "lolos", beberapa aku lihat
> dari Huffco Brantas yg nota bene perusahaannya sudah lenyap, walopun
> daerahnya saat ini dikelola Lapindo Brantas.... dan mnurutku sudah ngga
> penting lagi mengetahui serta meneliti "kebocoran" ini. Namun mnurutku yg
> lebih penting Migas mustinya tanggap thd data yg mustinya masih menjadi
> proprietary Negara.
>
> Semoga data itu tidak "dijual-belikan" walopun sekedar ganti 'ongkos
> cetak' ... :(
> Aku nda tau apakah Dir MIGAS sudah membuka data menjadi "open file"
> setahuku policy-nya masih "closed file"?
>
> rdp
>
>
>
>
> "Darman, Herman H BSP-TSX/4"
>
>
>
> [iagi-net-l] Membeli data geology / perminyakan Indonesia
di Amerika
>
> Rekan-rekan,
> Jika anda mengalami kesulitan untuk mencari data di Indonesia boleh coba
> di EGI Utah.
> http://associates.egi.utah.edu
>
>
> Go to Quick Search select Indonesia, pilih data seismic, well,
> geochemistry atau lainnya. Saya browse well data, cukup lumayan juga
> koleksi mereka.
>
> Salam,
>
> Herman Darman
>

_________________________________________________________________
Help STOP SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE* http://join.msn.com/?page=features/junkmail



--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke