Betul, tegak lurus artinya penerusan offshore Sungai Mahakam mengikuti progradasi ke 
timur dengan swing kiri-kanan secukupnya (akan bergantung kepada topografi space of 
accommodation dan jumlah sedimen tentunya). Memang betul walau terbaik ke timur, ia 
akan jenuh suatu saat yaitu saat tak ada lagi trigger syndepositional fault dan jumlah 
sedimen transported sudah sedikit sebab banyak di"curi" ponded basin di sebelah 
baratnya. Contoh khas adalah semua bagian timur blok-blok paling timur di deep-water 
area sekarang (bagian timur Popodi, Papalang, Donggala). Sedimen seperti tipis, stabil 
with no structure, dominasi hemipelagic sediments kelihatannya. Nah, mungkin di 
tempat-tempat inilah sedimen deep-water (redeposited deltaic sediments) sudah jenuh.
 
Kalau ke utara banyak sesar memang betul akan jadi tempat tersendiri buat memerangkap 
sedimen, dan ini berita bagus untuk prospek2 di flank Mangkalihat Arc. Hanya, apakah 
source hc-nya sematang di selatannya. Kemiringan regional semakin dangkal ke utara, 
artinya semakin tidak matang ke utara, kalau kita harapkan kematangan source akibat 
dipaksa sesar (di downblock sesar), bisa matang memang, tetapi wilayah yang matang 
terbatas (volumetrik kecil) karena sesar2 tersebut umumnya listric (wedge sedimen yang 
matang besar ke atas kecil ke bawah, sehingga di bawah yang matang menjadi kecil 
arealnya).
 
Jadi, sebenarnya kita bisa tarik garis demarkasi timur untuk deep-water prospek 
Miosen-Pliosen masih bagus, kita bisa meneruskan garis itu dari terusan bagian timur 
Popodi-Papalang-Donggala ke selatan. Tetapi, di mana deep-water Mio-Plio berhenti di 
sebelah timur, di situlah mulai synrift-Eocene beraksi (hanya yang ini kelihatannya 
masih sangat dini dan sangat kurang dipelajari). Sebenarnya, saat Sulawesi Barat masih 
bersatu dengan Kalimantan Timur-Selatan, synrift Eocene ala Tanjung Barito berkembang 
di mana-mana (mestinya...?)
 
Salam,
Awang

Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tegak lurus Mahakam ini maksudnya sebelah timurnya Mahakam (sejajar 
sungai/progradasinya) ?

Kalau aku perhatiin dari present day topografinya sepertinya justru di 
sebelah utara mahakam akan banyak terdapat turbidit karena kalau dilihat 
strukturnya akan lebih banyak patahan di utara present day Mahakam Delta 
ini, ketimbang sebelah timurnya yg reltif "quite". Nah sebagai trigger 
(slope failure) tentunya fault ini dapat menjadi penyebab longsornya delta 
topset yg kaya akan source dan mungkin juga coarse sediment.
Jadi di utara Mahakam ini lebih bagus utk deepwater (turbidite) 
prospektivity ketimbang timurnya ... ya kah ?

RDP
>From: KARTIKO-SAMODRO Ferdinandus 
>
>..... dan shelf-edge barrier reef atau knoll reef tipe Kerendan yang
>gas-proven. Hanya companies belum ada yang bermain di kedua objektif ini,
>mereka masih demam deepwater objective, padahal, belum tentu wilayahnya
>ada turbidit sebagus di tegaklurus Delta Mahkam ke timur...
>
>
>Pak Awang
>
>kalau baca presentasi dari unocal pernah dikatakan bahwa source hc untuk
>turbidit adalah debris coal/organic yang dibawa pada saat low stands ....
>nah kalau sistem barrier reef source hcnya dari mana ...? apakah dari
>endapan marine dari deep waternya atau sama dengan debris yang dibawa
>waktu low stand...?
>
>Regards
>
>Ferdinandus Kartiko Samodro
>TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
>DKS/TUN/G&G
>0542- 533852
>
>
>
>
>
>
>Awang Satyana 
>01/03/2004 01:59 PM
>Please respond to iagi-net
>
>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> cc:
> Subject: Re: [iagi-net-l] Unocal Sees Success with Gehem-2 
>Well Offshore Indonesia
>
>
>Sayangnya dan kelihatannya (paling tidak saat ini, yaitu saat belum
>fully-understood), yang terbaik dari deepwater Mahakam adalah yang tegak
>lurus dari Delta Mahakam ke arah timur, baik dari segi depositnya maupun
>petroleum charge-nya. Naik ke utara menuju Mangkalihat via
>Donggala-Papalang-Podi, atau naik ke selatan menuju Paternoster via
>Tanjung Aru, kondisi petroleum system tidak (belum diketahui ?) sebagus di
>Gehem-Gada-Gendalo-Ranggas areas. Tapi, makin naik ke utara, atau makin
>naik ke selatan, punya objektif yang tidak dipunyai Gehem-Ranggas areas,
>yaitu Eocene synrift tipe produktif Tanjung, dan shelf-edge barrier reef
>atau knoll reef tipe Kerendan yang gas-proven. Hanya companies belum ada
>yang bermain di kedua objektif ini, mereka masih demam deepwater
>objective, padahal, belum tentu wilayahnya ada turbidit sebagus di
>tegaklurus Delta Mahkam ke timur...
>
>Salam,
>Awang
>
>AL-AMIN Amir wrote:
>wow!!!
>donggala??
>
>=============================
>AMIR AL AMIN - DKS/OPG/WGO
>TOTAL E&P INDONESIE
>BALIKPAPAN
>0542-533765 - 0811592902
>=============================
>
>
>
>
>
>"Rovicky Dwi Putrohari"
>02/27/04 12:25 PM
>Please respond to iagi-net
>
>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>cc:
>Subject: [iagi-net-l] Unocal Sees Success with Gehem-2 Well Offshore
>Indonesia
>
>
>Mahakam still not fully explored
>always has a chance.
>Congrat !
>
>RDP
>=====
>Unocal Sees Success with Gehem-2 Well Offshore Indonesia
>Wednesday, February 25, 2004
>
>Unocal said its Unocal Ganal, Ltd. subsidiary has drilled a successful
>appraisal well at the Gehem field in the Ganal production sharing-contract
>(PSC) area offshore East Kalimantan, Indonesia.
>
>"The Gehem-2 well results show the primary zone of interest to have a
>single gas column of greater than 550 feet (168 meters)," said David
>Stangor, president of Unocal Indonesia. "This single zone has the
>potential to contain up to 1.5 trillion cubic feet of recoverable gas."
>
>A drillstem test (DST) of Gehem-2 flowed at a daily rate of 31.3 million
>cubic feet of gas and 1,917 barrels of condensate. The zone was perforated
>from 15,362 feet (4,682 meters) to 15,523 feet (4,731 meters) true
>vertical depth subsea. The DST had flowing tubing pressure of 6,545 pounds
>per square inch on a 32/64-inch choke. The test was constrained by test
>equipment capacity. The oil section was not tested.
>
>The Gehem-2 well was drilled 300 feet (91 meters) downdip of Gehem-1 and
>encountered 240 feet (73 meters) of net gas pay in zones penetrated by
>Gehem-1. Beneath those zones, 55 feet (17 meters) of net oil pay was
>discovered in a single zone. Gehem-2 was drilled in 6,036 feet (1,840
>meters) of water to a total vertical depth of 17,505 feet (5,335 meters).
>The well is located 1.8 miles (2.9 km) south of the Gehem-1 well in the
>Ganal PSC.
>
>The next well to be drilled in Unocal's deepwater program offshore
>Indonesia is a deep test on the Gula structure, a large anticline
>immediately south of Gehem in the Ganal PSC. Following Gula, the company
>plans to drill Gehem-3 in the second quarter of 2004 to appraise the
>northwestern flank of the Gehem structure.
>
>Unocal Ganal is operator of the Ganal PSC area and holds an 80-percent
>working interest. Eni-Ganal, Limited, a subsidiary of Eni, holds the
>remaining 20-percent working interest. Unocal said its Unocal Ganal, Ltd.
>subsidiary has drilled a successful appraisal well at the Gehem field in
>the Ganal production sharing-contract (PSC) area offshore East Kalimantan,
>Indonesia.

_________________________________________________________________
Add photos to your e-mail with MSN 8. Get 2 months FREE*. 
http://join.msn.com/?page=features/featuredemail


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Get better spam protection with Yahoo! Mail

Kirim email ke