pak Ade, Barangkali saya bisa tahu sumber rujukan untuk tipe tipe age dating ini, meliputi background, cara pengukuran dan tingkat akurasinya. Saya juga ingin tahu, metoda age dating apa yang cocok untuk batuan karbonat. Saya mendengar bahwa Ar-Ar sementara ini banyak digunakan untuk batuan karbonate juga, namun akurasinya masih plus minus 0.5 juta tahun. Ini tentu saja cukup mengganggu kalau kita mau korelasi facies antar sumur untuk batuan karbonat.
Salam Shofi -----Original Message----- From: Ade Kadarusman [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, March 04, 2004 3:27 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] - Metoda K-Ar Dear IAGI netter, Metoda K-Ar (40K-39Ar) memang saat ini sudah dianggap ketinggalan zaman, karena adanya masalah potensial "excess argon" atau "argon loss" sangat besar, karena unsur K sangat rentan perubahan terhadap alterasi atau perubahan kimiawi/fisik. Metoda yang lebih baik dari K-Ar adalah Ar-Ar (40Ar-39Ar), dimana potensial excess/loss argon dapat dipantau dengan diagram age spectra, walaupun sebenarnya Ar-Ar juga rentan terhadap kontaminasi. Selain itu yang harus diperhatikan adalah cara analisa sampelnya, apakah berupa whole rock atau mineral terpisah (mika, amfibol, atau plagioklas), karena sangat berhubungan closure/blocking temperatur dari mineral tersebut. Jadi kalau kita dating batuan granit menggunakan metoda K-Ar/Ar-Ar dengan menggunakan mineral biotit, rasanya belum tentu umur tersebut mewakili "crystallization age" dari granit, tetapi merupakan "cooling age" dari granit tersebut, disebabkan closure temperatur dari biotit adalah sekitar 300-410 C, sedangkan kristalisasi dari granit mulai dari temperatur 700-600 C. Jadi umur yang didapatkan dari mineral biotit tsb merupakan umur alterasi atau fase kristalisasi yang terakhir. Metoda penentuan umur batuan yang sangat "dipercaya" adalah berturut-turut dari yang paling akurat: (i) zircon U-Pb, (ii) zircon Pb-Pb, (iii)Sm-Nd mineral age, (iv) Rb-Sr mineral age dsb. Selain itu instrument yang digunakan sangat menentukan validasi suatu penentuan umur, untuk saat ini yang dijadikan kiblat untuk penentuan umur batuan adalah zircon U-Pb/Pb-Pb menggunakan ion probe (SHRIMP), yang dikembangkan oleh research School of Earth Sciece, AustralianNationa University. Jadi bagaimana dengan posisi umur K-Ar sekarang : Saya pernah dua kali melihat presentasinya Prof. Robert Hall ketika mempresentasikan Reconstructing Cenozoic SE Asia, beliau "excused" dengan data-data umur yang digunakan dalam rekonstruksinya yang sebagian besar (90%) berdasarkan K-Ar age dating. Padahal umur batuan sangat penting dalam suatu rekonstruksi, selain posisi geographis dari data paleomag. Jadi dengan bertambahnya data-data umur baru, saya yakin rekontsruksi dari beliau akan berubah total. Jadi selama belum ada data age dating baru yang lebih bisa dipercaya (dgn metoda yg canggih), kita masih valid menggunakan data age dating dari K-Ar untuk acuan umur geologi batuan tsb, tentu saja dengan "caution". Gitu aja, salam Ade Kadarusman > Pak Ade Kadarusman, > Lalu bagaimana . . . kalau tidak begitu akurat? > Padahal beberapa koleksi hasil dating "Metoda K-Ar" yang saya lakukan lebih dari 10 tahun yang lalu untuk beberapa conto batuan beku di Sumatra Selatan dan di beberapa Pulau Jawa, apakah berarti "gugur" untuk acuan umur geologi batuan daerah tersebut? > > Sudah lama sekali saya tidak mengikuti 'kelemahan' Metoda tersebut. > Mohon penjelasannya? > > Terima kasih. > > Salam, > > SLAMET RIYADI > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

