Antam Pomalaa dan Inco masuk peringkat merah

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) unit Pomalaa dan PT International Nickel 
Indonesia Tbk (INCO) masuk dalam peringkat merah Program Penilaian 
Peringkat Kinerja Perusahaan (proper) yang dilakukan oleh Kementerian 
Lingkungan Hidup (KLH) per Februari 2004. 

Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim 14/4 di Jakarta. Mengatakan 
perusahaan yang masuk peringkat merah berarti telah melakukan upaya 
pengelolaan lingkungan tapi belum mencapai persyaratan minimum sebagaimana 
diatur dalam perundang-undangan yang berlaku. 

Sebenarnya belum ada kriteria baku yang digunakan untuk melakukan penilaian 
dalam proper khusus untuk industri tambang tidak seperti industri lain. 

Namun, ada beberapa indikator yang bisa digunakan, baik tentang aspek 
pencemaran air, air laut, maupun udara, juga mengenai limbah B3 dan 
Amdalnya. Misalnya, jelas Nabiel, untuk kasus Amtam dan Inco dilihat dari 
aspek limbah B3-nya mengindikasikan bahwa pengelolaannya belum dilakukan 
dengan baik dan belum sesuai dengan persyaratan dalam izin. 

"Indikasi lain yang berkaitan dengan pencemaran udara adalah emisi udara 
yang dihasilkan unit perusahaan tersebut belum memenuhi Baku Mutu Emisi 
Udara sebagaimana yang dipersyaratkan," katanya. 

Sedangkan sanksi bagi unit perusahaan, tuturnya, dalam hal ini Antam Unit 
Pomalaa dan Inco, adalah penurunan kredibilitas perusahaan. Sanksi ini 
diserahkan kepada masyarakat, dalam hal ini lembaga yang terkait dengan 
perusahaan, misalnya bank. Bank akan melihat bagaimana kinerja perusahaan 
yang bersangkutan. "Jadi Proper ini adalah sebagai bahan informasi bagi 
masyarakat," jelasnya. 

Untuk unit perusahaan yang diseleksi tersebut, terutama untuk peringkat 
hijau, biru, merah dan hitam, KLH akan mengeluarkan Surat pernyataan 
(Super). Dalam Super dinyatakan hal-hal apa saja yang menyebabkan unit 
perusahaan masuk peringkat tersebut. 

Menurut Deputi Urusan Pertambangan dan Energi, dan migas KLH Isa Karmisa 
Ardiputra jika memang penyebabnya adalah kekurangan dana, KLH akan membantu 
mengusahakannya. 

Khusus untuk dana, sudah ada bank yang bersedia memberikan kredit lunak. 
Bank yang telah bersedia memberikan kredit lunak untuk program Super ini 
adalah KFW dari jerman dan JBIC dari Jepang. 

Demikian juga jika penyebabnya adalah tenaga ahli, KLH akan membantu 
mengusahakannya dari ITB atau Universitas terkemuka lainnya. "Yang jelas, 
dari Super ini diharapkan unit perusahaan bisa meningkatkan peringkatnya," 
kata Isa.*





---

---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke