Riau Mandiri, Kamis 15 April 2004
FKDPM Perjuangkan Bagi Hasil migas Daerah

Gelar Forum Daerah

PEKANBARU- Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM) akan menggelar 
Forum Daerah (FD) pada 27 April mendatang di Duri-Bengkalis, untuk 
memperjuangkan hak bagi hasil daerah dari migas yang selama ini tidak 
pernah jelas.

Menurut pejabat sementara (pjs) Direktur Eksekutif FKDPM, muliana Sukardi, 
dalam jumpa pers di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (14/4), FD di Duri 
mendatang akan difokuskan membahas masalah sistem bagi hasil dan 
permasalahannya, potensi cadangan migas per daerah.

�Mengenai potensi cadangan migas, kita akan membahas besar cadangan dan 
umurnya termasuk mengenai cadangan terukur, cadangan terambil, jumlah sumur 
dan lainnya,�jelas Muliana Sukardi.

FD di Duri ini akan melibatkan empat propinsi dan 14 kabupaten Penghasil 
migas dari wilayah Sumatera Bagian Utara (Smbagut), berikut Kontraktor 
Production Sharing (KPS) yang ada di wilayah tersebut. Sebelum di Duri, FD 
juga telah di gelar di Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Musi Banyuasin 
(Sumatera Selatan).

FD yang akan difasilitasi BP Migas Sumbagut itu disambut positif Pemkab 
engkalis selaku co host. �Tujuan praktis dan strategis bagi kita adalah 
agar tercipta pencerahan tentang prosedur dan sistem bagi hasil migas yang 
benar, yangselama ini kurang jelas dan tidak transparan dan akhirnya 
menimbulkan masalah,�kata Kadispenda Bengkalis, H. Umran SH.

Pengelolaan SDA Migas

FD ini merupakan salah satu agenda FKDPM yang bertujuan meningkatkan 
managemen pengusahaan pemerintah daerah selaku stake olders sumber daya 
alam migas di daerahnya dalam rangka pengembangan otonomi daerah.

Tujuan digelarnya FD adalah memberikan penjelasan kepada daerah tentang 
kemigasan serta potensi migas yang bias dikelola daerah, membicarakan 
berbagai persoalan yang dihadapi daerh Penghasil migas, memberikan 
pencerahan daerah agar memahami potensi migas di daerah masing-masing.

Selain itu, pelaksanaan FD juga bertujuan memberikan pemahaman sistem 
penghitungan bagi hasil migas antara pusat dan daerah, yang hingga kini 
masih dianggap masalah krusial. Terakhir, agar daerah memahami tentang 
industri migas secara menyeluruh, jelas Muliana Sukardi.

Diharapkan dengan terselenggaranya FD di Duru, daerah sebagai stakeholders 
dapat memahami seluk-beluk bisnis permigasan dan mengetahui hak dan  
kewajibannya terhadap potensi migas yang dimilikinya.

FD tersebut akan menghadirkan beberapa pakar yang tergabung dalam FKDPM 
antara lain, Dr. Ir. Andang Bachtiar, Msc (pakar geologi perminyakan), Drs 
Moehardjo (pakar ekonomi dan keuangan kontraktor production sharing) dan 
Drs. Bambang Pramono (pakar auditor migas)




---

---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke