Abah & Rekan2, Ketika saya sekolah program doktor di Institut de Paleontologie Humaine (IPH) Perancis, sistemnya hampir sama dengan program doktor di ITB. Bulan Nopember 1988, saya dihadapkan pada sidang tertutup dari dewan "calon" jury sebanyak 7 orang (3 dari IPH dan 4 dari luar), isinya membahas dari mulai alasan penelitian, pemilihan judul/topik, data, analisa (lab) yang telah dilakukan dan relevansinya dengan topik/kajian sampai dengan teknik penulisan dan bahasa, dan terakhir adalah substansi dari isi disertasi, yang sifatnya benar-benar ujian. Ketika itu saya dinyatakan lulus dan dapat terus ke tahap berikutnya, yaitu sidang ujian terbuka yang saat itu ditentukan 19 Januari 1989. Nah, meski saya sudah dinyatakan lulus dalam sidang tertutup,SAYA BELUM BERHAK menyatakan diri sebagai seorang DOKTOR, karena secara akademis saya memang belum selesai !!!!. Pada 19 Januari 1989, saat musim dingin dengan salju yang masih turun cukup lebat, saya maju ujian sidang terbuka dan alhamdulillah dinyatakan lulus, dan sejak saat itulah, pada saat acara ramah tamah pembimbing saya langsung mengucapkan (meledek saya maksudnya) : Felicitation et tres bien Monsieur le docteur....!!!! Artinya, secara resmi saya sudah selesai sekolah program doktor dan berhak mendapatkan ijazah serta menggunakan doktor.
Apa yang saya alami, persis yang terjadi dengan Pak Ketum kita, yang meski sudah dinyatakan diterima ditahap sidang tertutup, namun beliau secara akademis ya memang belum selesai. Karena, sampai kapanpun,dalam sistem yang berlaku di ITB, jika seseorang belum melampaui tahap sidang terbuka, ya belum dinyatakan selesai, alias belum lulus dan tentunya ya tidak akan mendapatkan pengakuan akademik berupa ijazah. Bahwa masyarakat telah memberikan pengakuan, itu soal lain dan saya sangat apresiasi pada Pak Ketum yang melakukan woro-woro klarifikasi, karena SAYA YAKIN yakin Pak Ketum TIDAK MENGHENDAKI doktor semacam Anwar Fuady dan Santa Hoky yang doktor dangduuuttt....!!! Saya merasa perlu meluruskan hal ini, jangan sampai ada salah persepsi dengan sistem program pendidikan doktor yang selama ini berlaku di ITB. Ngomong2 kalau Abah ke Bandung mampir dong......., Terima kasih, Wassalam, Yahdi Zaim ----- Original Message ----- From: Yanto R. Sumantri <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, April 19, 2004 3:01 PM Subject: Re: [iagi-net-l] FKDPM Perjuangkan Bagi Hasil migas Daerah > Rekan rekan > > Saya "terkejut dan tidak habis mengerti" Pak Ketum koq buat pernyataan > sepertinya dia sedang diperiksa di Kantor Polisi atau disumpah didepan > Pengadilan saja !!!!!!!!!!!!! > Pak / Ibu Dekan , kapan dong Sidang terbukanya , khalayak koq > sepertinya jadi oknum yang ditakuti oleh Andang ?????????? > > Heheheheheheh , akh intermenzo ketang. > > Si Abah > (Yan tidak mengerti disebut hebat sama Prasedha , tapi hatur nuhun ari > dipuji bagus mah)) > > Prasiddha Hestu Narendra wrote: > > > > *This message was transferred with a trial version of CommuniGate(tm) Pro* > > > > he..he...coba baca di alinea terakhir...hati2 bisa kena semprit lagi dari > > pak Ketum > > Mas Andang belum merasa "boleh" menyandang gelar "Dr" lhooo...... > > > > BTW dunia perminyakan Indonesia makin ramai saja seperti politik di > > Indonesia terutama dengan munculnya "partai-partai" baru termasuk yg dari > > dalam negeri, termasuk juga contohnya Abah Yanto...hebat memang Abah.... > > yg boleh bermain di migas antara lain Foreign Company (BUT /bentuk Usaha > > Tetap), Nasional Company, BUMD dan Koperasi..jadi sebenarnya sangat terbuka > > kemungkinan Koperasi di daerah punya konsesi wilayah perminyakan..... > > > > PR > > > > At 07:13 AM 04/16/2004 +0000, you wrote: > > > > >Riau Mandiri, Kamis 15 April 2004 > > >FKDPM Perjuangkan Bagi Hasil migas Daerah > > > > > >Gelar Forum Daerah > > > > > >PEKANBARU- Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM) akan menggelar > > >Forum Daerah (FD) pada 27 April mendatang di Duri-Bengkalis, untuk > > >memperjuangkan hak bagi hasil daerah dari migas yang selama ini tidak > > >pernah jelas. > > > > > >Menurut pejabat sementara (pjs) Direktur Eksekutif FKDPM, muliana Sukardi, > > >dalam jumpa pers di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (14/4), FD di Duri > > >mendatang akan difokuskan membahas masalah sistem bagi hasil dan > > >permasalahannya, potensi cadangan migas per daerah. > > > > > >"Mengenai potensi cadangan migas, kita akan membahas besar cadangan dan > > >umurnya termasuk mengenai cadangan terukur, cadangan terambil, jumlah sumur > > >dan lainnya,"jelas Muliana Sukardi. > > > > > >FD di Duri ini akan melibatkan empat propinsi dan 14 kabupaten Penghasil > > >migas dari wilayah Sumatera Bagian Utara (Smbagut), berikut Kontraktor > > >Production Sharing (KPS) yang ada di wilayah tersebut. Sebelum di Duri, FD > > >juga telah di gelar di Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Musi Banyuasin > > >(Sumatera Selatan). > > > > > >FD yang akan difasilitasi BP Migas Sumbagut itu disambut positif Pemkab > > >engkalis selaku co host. "Tujuan praktis dan strategis bagi kita adalah > > >agar tercipta pencerahan tentang prosedur dan sistem bagi hasil migas yang > > >benar, yangselama ini kurang jelas dan tidak transparan dan akhirnya > > >menimbulkan masalah,"kata Kadispenda Bengkalis, H. Umran SH. > > > > > >Pengelolaan SDA Migas > > > > > >FD ini merupakan salah satu agenda FKDPM yang bertujuan meningkatkan > > >managemen pengusahaan pemerintah daerah selaku stake olders sumber daya > > >alam migas di daerahnya dalam rangka pengembangan otonomi daerah. > > > > > >Tujuan digelarnya FD adalah memberikan penjelasan kepada daerah tentang > > >kemigasan serta potensi migas yang bias dikelola daerah, membicarakan > > >berbagai persoalan yang dihadapi daerh Penghasil migas, memberikan > > >pencerahan daerah agar memahami potensi migas di daerah masing-masing. > > > > > >Selain itu, pelaksanaan FD juga bertujuan memberikan pemahaman sistem > > >penghitungan bagi hasil migas antara pusat dan daerah, yang hingga kini > > >masih dianggap masalah krusial. Terakhir, agar daerah memahami tentang > > >industri migas secara menyeluruh, jelas Muliana Sukardi. > > > > > >Diharapkan dengan terselenggaranya FD di Duru, daerah sebagai stakeholders > > >dapat memahami seluk-beluk bisnis permigasan dan mengetahui hak dan > > >kewajibannya terhadap potensi migas yang dimilikinya. > > > > > >FD tersebut akan menghadirkan beberapa pakar yang tergabung dalam FKDPM > > >antara lain, Dr. Ir. Andang Bachtiar, Msc (pakar geologi perminyakan), Drs > > >Moehardjo (pakar ekonomi dan keuangan kontraktor production sharing) dan > > >Drs. Bambang Pramono (pakar auditor migas) > > > > > > > > > > > > > > >--- > > > > > >--------------------------------------------------------------------- > > > > > >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > > > > >Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > > > >IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > > > > >IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > > > > > > > > > >Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan > > >Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > > > > > >Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > > > > > >Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > > > > > >Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > > > > > >Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > > >[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > > > > > >Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > > > > >--------------------------------------------------------------------- > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

