KLARIFIKASI (LAGI)

Sehubungan dengan berita terlampir dari RIAU POS, bersama ini saya
menyatakan bahwa telah terjadi salah kutip oleh wartawan yang menuliskan
gelar "Dr" didepan nama saya. Saya belum berhak menyandang gelar tersebut
walaupun sudah lulus dalam sidang tertutup, karena masih harus menjalani
sidang terbuka / promosi di ITB, yang sampai sekarang masih belum dapat
dipastikan waktunya.

Untuk menguatkan klarifikasi tersebut, pihak-pihak yang berkepentingan dapat
langsung menghubungi nara-sumber wartawannya seperti tertulis dalam berita
tersebut. Saya sendiri pada saat itu tidak berada di Pekanbaru dan memang
tidak pernah diwawancara langsung oleh wartawan RIAU POS sehingga tidak
mungkin dengan sengaja menyebar-luaskan gelar "Dr" didepan nama saya.

Mudah-mudahan klarifikasi ini dapat juga disebar-luaskan kepada masyarakat
umum, sehingga dapat mengurangi salah persepsi yang berlarut-larut mengenai
tingkat kepakaran/keahlian dengan gelar formal.

Mari kita bantu daerah-daerah di Indonesia untuk lebih mengerti dan memahami
tentang industri migas dan ekstraksi kebumian pada umumnya, sehingga
masyarakat awam jadi lebih cerdas (termasuk membedakan geologist bergelar
"doktor" dengan ahli geologi biasa), seiring dengan peningkatan kemakmuran
di seluruh Indonesia.

Seperti halnya klarifikasi-klarifikasi sebelumnya, pernyataan diatas saya
buat dengan kesadaran penuh tanpa ada tekanan dari pihak manapun


Bandung, 16 April 2004
Andang Bachtiar


----- Original Message -----
From: "argo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, April 16, 2004 2:11 PM
Subject: [iagi-net-l] Daerah Berhak Tahu Kalkulasi Bagi Hasil Migas


> Riau Pos, Kamis 15 April 2004
>
>
>
>
> PEKANBARU (RP)- Daerah Penghasil migas berhak tahu teknik kalkulasi dana
> bagi hasil sector migas. Dengan demikian diharapkan tidak muncul
kecurigaan
> yang tak perlu atas dana bagi hasil yang diterima daerah sebagai haknya.
>
> Untuk itu Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM) yang di
> fasilitasi oleh Badan Pelaksana Migas Sumbagut tanggal 27 April 2004
> mendatang akan menggelar Forum Daerah (FD) di Duri Kabupaten Bengkalis,
> Riau.
>
> Forum Daerah itu rencananya akan diikuti oleh 14 Kabupaten/Kota daerah
> Penghasil migas Sumatera Bagian Utara bersama dengan Kontraktor Production
> Sharing (KPS) di wilayah ini.
>
> Direktur Eksekutif FKDPM Muliana Sukardi menyampaikan hal ini kepada pers
> di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (14/4). Mewakili tuan rumah Bengkalis
> hadir, Kadispenda Bengkalis H. Umran SH. "FKDPM terus memperjuangkan bagi
> hasil migas yang transparan, wajar dan berkeadilan " ujar Muliana Sukardi.
>
> Menurut Muliana transparansi di sector migas seiring dengan berlakunya
> otonomi daerah terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, lanjutnya
> Badan Pelaksana (BP) mMigas juga memfasilitasi pertemuan ini dengan maksud
> agar daerah punya panduan dalam menghitung haknya sehingga tidak ada lagi
> kecurigaan daerah terhadap pusat.
>
> Menanggapi apa tujuan digelar FD itu, bertujuan pertama, untuk memberikan
> penjelasan dan pemahaman tentang kemigasan serta potensi-potensi yang
dapat
> dikelola oleh daerah. Kedua, menyerap berbagai permasalahan di daerah
> Penghasil migas.
>
> Ketiga, memberikan pencerahan kepada daerah agar dapat mengerti dan
> memahami potensi migas di daerahnya masing-masing. Keempat, memberikan
> pemahaman sistem bagi hasil yang sekarang dianggap krusial. Kelima, agar
> daerah memahami tentang industri migas secara menyeluruh guna meningkatkan
> PAD sehingga daerah diharapkan dapat mengelola dan membuat BUMD terutama
di
> bidang migas.
>
> Saat ditanya apa poin penting yang akan dibahas pada kesempatan FD itu
> nantinya, Muliana mengatakan ada beberapa hal. Antara lain, lanjutnya,
> adalah sistem perhitungan bagi hasil dan permasalahannya, perhitungan umur
> cadangan migas, cadangan per lapangan serta bisnis migas tentang potensi
> migas yang bias dikelola.
>
> "Diharapkan dari digelarnya FD ini daerah sebagai stake holders dapat
> memahami dan mengerti seluk beluk bisnis migas permigasan",ujarnya. Lewat
> kegiatan ini lanjutnya, dihadirkan beberapa pakar yang bergabung dalam
> FKDPM diantaranya Pakar Geologi Perminyakan Dr. Ir. Andang Bachtiar.
>
> Pakar Ekonomi dan Keuangan KPS Drs. Moehardjo dan Pakar Auditor Permigasan
> Drs. Bambang Pramono. Dalam pada itu Kadispenda Bengkalis H. Umran SH
> mengatakan upaya-upaya yang dilakukan FKDPM selama ini sangat membantu
> daerah-daerah Penghasil migas.
>
> "Kita sangat terbantu dengan upaya mereka dan kita juga gembira menjadi
> tuan rumah FD,"ujarnya. Menurutnya lagi acara itu layak di gelar di
wilayah
> Bengkalis karena daerah ini urutan kedua setelah Kutai Kaltim sebagai
> daerah Penghasil migas terbesar di Indonesia.*



---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke