Mas Bambang,

Trimakasih infonya. Senang apabila bisa mendapatkan filenya.
Hubungan magma Hawaii dengan siklus bulan tentu menarik. Di Hawai, magma
mengalir terus tiap saat. Tidak seperti Gunung Merapi (Yogya), belakang
rumahku, yang frekwensinya lebih lama, karena lebih kental. Pada sa'at-sa'at
tertentu, magma yang mengalir sekitar setiap 45 menit. Kalau mengalir,
rasanya nyaman karena gunung tidak akan mbledoss. 

Belum sempat juga saya grafikkan kejadian gempa Merapi 40.000 th terakhir.
Satu gempanya sekitar th 1000, yang luas laharannya kearah selatan-barat 25
km jauhnya, sampai kota Jogya, juga Prambanan-Borobudur. Datingnya sangat
bagus ketelitiannya. Ini lalu digunakan untuk menduga mengapa candi-candi
itu ditinggalkan dan pindah ke arah timur ke Daha, dst. Catatan bagus dan
kontinue tiap detik dilakukan sejak sekitar 1980'an hingga kini. 

Gempa-gempa gunung jarang yang lebih besar dari 3 SR.  Volume batuan yang
digerakkan tak sebanyak gempa tektonik yang mungkin separo Jawa.

Memang ada siklus : setahun, sebulan, seminggu, sehari, dst. Gelombang
seismik sekitar 1 sampai 20.000 Hz. Grond roll/ love wave 5-15 Hz. Manusia
mendengar suara 20-20.000 Hz. Kemudian elektromagnetik dari 1 x 10^3 Hz
hingga 1 x 10^23 Hz. Semuanya di filter oleh atmosfer untuk masuk ke bumi
kecuali frekwensi range 1 x 10^7 Hz hingga 1 x 10^14 Hz. (Aneh, ini kok
pangkat kelipatan 7 juga). 

Wasalam,
Maryanto.

-----Original Message-----
From: Bambang Murti [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, June 15, 2004 8:08 Pagi
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: RE: [iagi-net-l] RE: Gunung Meletus dan Full-Moon


Mas Maryanto,
Ini bagian dari Salam hypothesa lagi-kah ??
Kebetulan few months ago saya ngeliat Discovery channel, ada geolog (atau
tepatnya vulcanolog) yang mencoba untuk melihat hubungan kedua hal tersebut,
full moon dan erupsi magmatis.
Yang mereka jadikan objeknya adalah gunung berapi di daerah Hawaii, lavanya
bersifat basaltis, cair sekalee, dan kalau saya ndak salah denger, maklum
kuping melayu, mereka menyebutkan adanya korelasi antara full moon dengan
intensitas erupsi. Coba aja kalau bisa minta file-nya dari Discovery...bakal
menarik tuh...tapi, perlu juga dilihat korelasinya antara vulkanis yang
bertype basaltis dan vulkanis yang ber-type intermediate....kali-kali aja
juga ada hubungannya dengan kurang sajen...:)
Salam,
Bambang
(mestinya Salam Pramuka gitu yah?)

-----Original Message-----
From: Maryanto [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, June 14, 2004 1:27 PM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: RE: [iagi-net-l] RE: Gunung Meletus dan Full-Moon



Apakah sudah di chek grafik gempa dengan grafik full moon-bulan mati th
2000-2004 di bawah ? 
http://www.grandunification.com/hypertext/Main_Pages/H1_Earthquakes.html#Ear
thquakes

Ini sepertinya yang di cari Pak Awang : grafik gempa versus waktu itu? Bisa
ambil diinternetnya kan? Apa ada grafik dat lain menunjukkan ini?

Data itu memperlihatkan bahwa gempa bisa setiap sa'at, tapi puncak kejadian
adalah pada sekitar full moon dan atau pada bulan mati.

Data saya adalah jumlah gempa besar (lebih 6 SR) dari th 1880-2000 (USGS).
Rata-rata gempa besar adalah 10 kejadian pertahun. Gempa itu sekitar 1000
kejadian pada hanya seratus tahun kedepan. Melihat statistik itu untuk
seluruh bumi, sepertinya, bila terjadi gempa pada suatu lokasi di bumi, maka
di tempat lain menjadi tak terjadi gempa.

Kalau tak ada penduduk, tentu tak ada korbannya. Sedihnya, gempa itu
mencatatkan telah 3 juta orang meninggal pada 2000 th terakhir. Terbesar
830.000 orang di China. 

Ini pada paperku:
The 10 highest earth quakes in last 100 years in the city, state, and scale
are :  Chile (9.5, 1960), Alaska (9.2, 1964), Aleutian (9.1, 1957),
Kamchatka( 9.0, 1952), Ecuador( 8.8, 1906), Aleutian ( 8.7, 1965), Border of
India-China( 8.6, 1950), Kamchatka( 8.5, 1923), Banda Sea (8.5, 1938), Kuril
( 8.5, 1963).  

The seven highest fatalities are : 830.000 (Shansi, China, 1556), 230.000
(Aleppo, Syria, 1138), 200.000 (Damghan, Iran, 856), 200.000 (Gansu, China,
1920), 200.000 (Xining, China, 1927), 150.000 (Ardabil, Iran, 893), 100.000
(Turkmenistan, 1948). Indonesia has 26 (3.5 %) out of big 787 world's earth
quakes,  with more then 20,000 persons killed."


Salam,
Maryanto.


---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke