Disini ada yang lebih 'intelek', mungkin meneruskan kerja sambilan waktu
di Indo: jual beli mobil.
Cari mobil harga 700 an dollar, dipoles dikit dalam 1-2 minggu jual 1500
dollar. Sementara belum laku, mobil bisa dipakai untuk anter jemput anak
sekolah.
Memang kreatif bangsaku....

OOT: Dulu saya pernah ketiban rejeki nomplok. Ada perusahaan Aussie
dapet order bikin iklan rokok kretek  dan cari orang Indonesia buat
bintangnya. Yang audiensi puluhan (kaya AFI aja) dan entah kenapa saya
dan istri termasuk yang kepilih. Ngrasain jadi bintang iklan, lumayan
kerja 2 hari bayaran hampir 400 dollar seorang.
Sayang versi iklan yang kita bintangi nggak kepilih untuk ditayangkan di
TV .... batal deh ganti profesi....

Oki
-----Original Message-----
From: nsyarifuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, 9 July 2004 18:25
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] Mencari sekolah di LN .... Apa iya bisa ?

Q...tambahin lagi : jadi pelayan bar, tukang icip-icip makanan model
baru,
bantu jualan daging ayam.....buanyak dah pokoknya.....

gaji jadi buruh lepas di sana lebih gede dari gaji di Indo.....jadi ada
yang
"seneng kerja sambil sekolah" (bukan sekolah sambil
kerja)....pulang-pulang
bisa beli tanah dan rumah serta mobil.........ini model cara menjadi
kaya
tapi halal......he  he  he



----- Original Message -----
From: Musakti, Oki <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, July 09, 2004 09:32
Subject: RE: [iagi-net-l] Mencari sekolah di LN .... Apa iya bisa ?



Ah biasa aja tuh...
Jangankan jadi tukang koran, disini banyak (hampir semua) phD candidate
beasiswa AIDAB yang rangkep jadi cleaner, metik jamur, ngulitin kentang,
pruning pohon anggur bahkan ngantor di ICMI (Ikatan Cuci Mobil
Indonesia).
Pulang ke Indo balik lagi ngajar, jadi pengamat politik atau ekonomi,
tim sukses kampanye,  bahkan ada yang digosipkan masuk nominasi menteri
kalau capres gacoannya menang. Hebat kan kalau ada mantan janitor yang
bisa jadi menteri...

Untuk yang di perminyakan, ada celah yang bisa dimanfaatkan. Kalau
perusahaan anda kebetulan ada proyek dengan salah satu universitas,
kadang ada peluang untuk sekolah lagi sambil ngerjain proyek tsb. Di
Australia yang kelihatannya paling aktif soal beginian adalah Australian
School of Petroleum nya John Kaldi dan Simon Lang (aka NCPGG).

Kalau kepepet ya sudahlah, pakai metoda  DR Hamzah Haz atau DR Maya
Rumantir aja... he he he...



Santos Ltd A.B.N. 80 007 550 923
Disclaimer: The information contained in this email is intended only for the use of the
person(s) to whom it is addressed and may be confidential or contain
privileged information. If you are not the intended recipient you are hereby
notified that any perusal, use, distribution, copying or disclosure is strictly
prohibited.  If you have received this email in error please immediately
advise us by return email and delete the email without making a copy.

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke