Tectonic Escape, terminologi dari Burke & Sengor (1987), atau disebut Tectonic
Extrusion oleh ahli2 Prancis (mis Tapponnier et al., 1985) didefinisikan sebagai
collision-related strike-slip motion di mana sebagian kerak kontinen atau busur
kepulauan bergerak karena buoyancy-nya menuju kerak samudra (baca : palung) (zone
palung ini disebut sebagai free oceanic face oleh Burke & Sengor) setelah terjadinya
collision kontinen vs kontinen atau kontinen vs island arc. Regional strike-slip fault
mengakomodasi pergerakan ini. Ciri lain tectonic escape adalah juga pembentukan
rift-basins akibat penipisan kerak, dan localized compressional mountains dan related
foreland-trough basins. Ini memang bukan barang baru, tetapi cukup layak untuk kita
tinjau lagi.
Contoh klasik tectonic escape adalah saat India collided Eurasia di Tibet Plateau di
sekitar Eo-Oligocene yang segera diikuti oleh banyak strike-slip regional memencar
keluar (extruded) ke timur-tenggara dan barat-baratdaya dari zone collision menuju
free oceanic face. Yang ke timur dan tenggara menjadi sesar2 mendatar regional di
China, Myanmar, Indo-China, South China Sea, Malaya, dan West Indonesia (Sumatra :
Sesar Semangko, dan Kalimantan (Sesar Lupar-Adang). Collision ini juga diikuti dengan
segera oleh rift-basins di wilayah2 itu seperti NSB, CSB, dan SSB di Sumatra.
Tapponnier et al. (1985) memodel kinematika escape/extrusion tectonics ini dengan
clay dan plasticine, dan menunjukkan korelasi positif dengan kenyataannya.
Apakah hanya itu contoh tectonic escape di Indonesia ? Mungkin tidak. Saya memikirkan
larinya Sumba, Banggai-Sula dan beberapa mikro-kontinen lain di Indonesia mungkin
berhubungan dengan tectonic escape.
Status tektonik Sumba unik, ada banyak paper dikemukakan tentang origin of
emplacement-nya. Iseng2 saya pernah bikin statistik pendapat2 tentang itu, dan
hasilnya lebih kurang : 75 % percaya asal Sundaland, 20 % percaya asal Australia, 5 %
percaya asal Kepala Burung Papua. Dalam kaitan tectonic escape, buat penganut asal
Australia, maka Sumba bisa dikatakan lari ke barat oleh pasangan dextral dan sinistral
fault setelah Australia collided Timor island arc di Neogen, dan Sawu Basin adalah
rift-basin asosiasi tectonic escape. Karena data lebih banyak mendukung, saya lebih
percaya Sumba asal Sundaland. Dalam kaitan tectonic escape, Sumba lari ke tenggara
oleh Adang (utara Paternoster-Walanae (South Sulawesi) strike-slip faults-Sumba
Fracture, setelah terjadi collision mikrokontinen Paternoster vs Schwaner di Late
Cretaceous, dan seiring dengan pembentukan rift-basin di South Makassar di Paleogen,
seiring pula dengan pisahnya West Sulawesi dari Kalimantan (ini pun mungkin tectoni
c
escape). Dan Sumba telah menempati posisinya sekarang sebelum Neogen island arc di
utaranya terbentuk.
Tectonic escape Banggai Sula ke barat oleh Sorong Fault di Neogen bisa berhubungan
dengan post-collision Melanesian Orogeny di Papua yang sekarang menghasilkan tubuh
ofiolit di sepanjang Central Ranges Papua. Rift basins asosiasinya mungkin berhubungan
dengan Bintuni dan Salawati (outline Neogen-nya, level Steenkool di Bintuni dan level
Klasaman di Salawati).
Collision Banggai Sula terhadap Sulawesi Timur sendiri yang menyingkapkan jalur
ofiolit di lengan timur Sulawesi akan menyebabkan tectonic escape. Sesar2 besar
strike-slip di Sulawesi (Palu-Koro, Lawanopo-SE Sulawesi, dan Balantak-East Sulawesi)
bisa dicurigai terjadi post collision dan semuanya mengarah ke free oceanic face di
North Banda Basins. Dan, tectonic escape ini telah membalikkan pembusuran
lengan-lengan Sulawesi dari asalnya cembung menjadi cekung sekarang relatif terhadap
free oceanic face di Banda (arc polarity reversal).
Ini baru spekulasi saja, yang sebenarnya terjadi, seperti biasanya, mungkin kombinasi2
gaya geologi. Misalnya, Sorong Fault bisa karena juga perubahan slip oceanic spreading
Pasifik yang menuju barat pada saat Neogen. Dan, South Makassar rift-basin bisa juga
terbentuk sebagai mekanisme back-arc spreading (marginal basin spreading) di belakang
volcanic arc Sulawesi Selatan. Tetapi, menerapkan konsep "escape tectonics" di
Indonesia cukup menarik untuk evaluasi tektonik regional.
Salam,
awang
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Y! Messenger - Communicate in real time. Download now.