Terima kasih Pak Zaim pencerahannya. Saya juga tak menganggap itu gosip geologi, maka 
dari itu saya seriusi, walau teman saya seperti bercanda saat bercerita (kebetulan 
memang dia suka bercanda). Nama danaunya lupa, maka saya menduga2 ke Rombebai, oh, 
rupanya Sentani. Tahun 1988 saya juga ke danau itu, termasuk ke Cycloops Mountains 
dalam rangka penelitian deposit nikel bersama sebuah perusahaan Australia dari Demta 
sampai Sarmi di perbatasan 141 deg. east. Dan memang itu melange, karenanya pada saat 
itu kami mencari deposit nikel di lateritik ofiolit-nya. Umur ofiolit ini (umur 
emplacement ?) adalah Miosen Awal, Hamilton (1979) meneruskannya sampai ke Kuarter 
Awal.
 
Mengikuti cerita Pak Zaim, berarti itu ikan hiu Recent, menarik sekali memikirkan 
kenapa ia terjebak di situ. Kalau ada di Rombebai lebih gampang memahaminya. Saya 
pikir trace Sorong Fault tidak melewati Danau Sentani walaupun danau ini punya 
orientasi sejajar dengan Sorong Fault. Indikasi2 positif Sorong Fault di wilayah ini 
terutama dalam bentuk diapir masih jauh ke selatan 25 km, dan terbentuk releasing bend 
di sekitarnya sehingga dibentuk sebuah infra-basin Aitape Depression. Apakah ada splay 
sintetik Sorong Fault di Sentani masih harus dikaji lebih jauh (mungkin Pak Benyamin 
Sapiie lebih tau). 
 
Melihat peta Hamilton (1979) arah fracture imbrikasi di melange Sentani itu searah 
dengan Sorong Fault, apakah danau ini terjadi di fracture melange ? Atau, kalau umur 
melange Sentani sampai ke Kuarter Awal seperti kata Hamilton, bisa saja Sentani adalah 
trapped sea oleh emplacement ofiolit di Kuarter Awal di utaranya, sehingga seperti 
sebuah laguna dengan barrier terhadap Pacific Ocean berupa massa ofiolit.
 
Wallahualam memang Pak, tetapi benar-benar menarik mengkaji hubungan geo-bio-arkeologi 
ini.
 
Salam,
awang

Yahdi Zaim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Awang Yth.,
Dosen yang menceritakan tentang adanya ikan hiu disebuah danau di Papua
sebelah utara itu mungkin adalah saya, karena saya sering menceritakan dalam
kuliah Paleontologi maupun Geologi Sejarah pada para mahasiswa, bahwa di
Danau Sentani pernah ditemukan ikan hiu, dan ini berkaitan dengan aspek
"Historical Geology" wilayah tersebut.
Tahun 1979 saya melakukan penelitian Geoarkeologi selama satu setengah bulan
diseluruh Wilayah Danau Sentani termasuk pulau-pulaunya, sepanjang jalan
Jayapura-Cyclop Drome-Sentani Drome-Hollandia Drome-Genyem dan Nimboran,
bersama Ibu2 dari Arkeologi, Dra.Bintarti (akan pensiun) dan Dra. Hindari
Sofion (sudah pensiun) saat itu kami dikawal oleh 6 orang tentara bersenjata
lengkap. Dari Geologi ITB, saya sendiri dan Rafrizal Haroen (saat itu
asisten saya, sekarang entah dimana gerangan) dan Almarhum Dr. Hidayat
Syarif Hardjasasmita dari Jurusan Biologi ITB (hanya sebentar di lapangan,
sekitar seminggu).
Data yang pernah dipelajari oleh Almarhum Dr. Syarif, ternyata sudah ada
penelitian sebelumnya dari Jurusan Biologi ITB yang melakukan penelitian
tentang adanya ikan hiu di Danau Sentani berdasarkan informasi
masyarakat.Ketika sama-sama di lapangan, saya berdiskusi dengan Dr. Syarif
tentang hal tersebut, dan dari aspek geologi saya mencoba menjelaskan
kemungkinan bahwa Danau Sentani tersebut dulunya merupakan sebuah laut yang
agak tertutup (teluk), kemudian oleh tektonik berubah menjadi wilayah
tertutup sebagai danau, yang tentunya "berisi" fauna/organisme laut yang
terjebak dalam lingkungan tertutup tersebut. Secara perlahan dan evolutif,
telah terjadi perubahan lingkungan dari laut tertutup dengan kadar salinitas
yang tinggi sebagai sisa air laut, bergradasi berubah menjadi tawar seiring
dengan bertambahnya pasokan air tawar dari air meteor/hujan, air tanah
maupun sungai, yang menyebabkan berubahnya lingkungan laut tertutup menjadi
danau, sehingga semua "makhluk laut" berubah menjadi "makhluk danau",
termasuk ikan hiu yang setidaknya sampai tahun 1979 masih terdapat di Danau
Sentani. Kapan tektonik tersebut terjadi, saat itu kami berfikir, meski
belum disertai dengan bukti dan data, setidaknya adalah pada awal Kuarter
atau bahkan akhir Plestosen. Untuk hal ini, Wallahualam, merupakan tantangan
bagi kita untuk menelitinya.
Tentunya biang keladi dari perubahan lingkungan tersebut adalah geologi,
yaitu tektonik atau tepatnya barangkali yang bertanggung jawab salah satunya
adalah Sesar Sorong yang memang lewat Danau Sentani, dan kini saya secara
geologi lebih memahami lagi bahwa wilayah yang saya teliti ditahun 1979
tersebut ternyata merupakan wilayah "melange", karena pada tahun tersebut
saya cukup bingung dengan berbagai macam batuan seperti
metomorf,serpentinit,basalt,gabro,andesit,endapan turbidit bahkan ada
granodiorit,volkanik (tufa) yang tidak jelas kontak dan hubungannya, seperti
di Karangsambung.
Dengan pemahaman seperti itulah cerita Ikan Hiu Danau Sentani bisa dipetik
hikmah cerita geologinya, yang selalu saya ceritakan dalam kuliah saya,

Demikian info dari saya, semoga cerita yang Pak Awang dengar tersebut bukan
sekedar "gosip geologi" saja.

Wassalam,

Yahdi Zaim
Dept. Teknik Geologi
FIKTM - ITB



----- Original Message ----- 
From: "Awang Satyana" 
To: 
Sent: Tuesday, August 10, 2004 10:12 AM
Subject: [iagi-net-l] Hiu Danau Rombebai


> Seorang teman minggu lalu bercerita bahwa ada ikan hiu di sebuah danau di
utara Papua. Saya agak heran mendengarnya, kok bisa ada hiu di danau.
Kemudian menjadi excited saat dia bercerita bahwa katanya dulu danau itu
adalah bagian laut, terus saat Sesar Sorong terjadi maka bagian laut itu
terpisah dari laut lepas di utaranya dan menjadi danau lengkap dengan ikan
hiu yang terperangkap. Katanya, ini cerita serius sebab diceritakan di kelas
saat dia kuliah geologi. Ceritanya menyisakan pertanyaan2, benarkah ada ikan
hiu di situ, apakah itu danau air asin, apakah Sorong Fault yang
membentuknya, dll, dll.
>
> Katakanlah benar ada hiu di situ. Maka mulailah pencarian jawaban atas
pertanyaan2 itu. Sebuah atlas berskala besar menunjukkan di sisi utara Papua
di daerah "punggung" burung ada Danau Rombebai, mungkin ini yang dimaksud
kawan itu. Sungai Mamberamo mengalir ke situ dan sekitar 10-20 km kemudian
bermuara di utaranya di Samudra Pasifik. Peta tektonik menunjukkan bahwa
jalur Yapen Fault (bagian jalur Sesar Sorong sinistral) terdapat sekitar 25
km ke selatan danau ini. Saya pikir semula Danau Rombebai terjadi di
releasing bend sesar seperti banyak danau di Sumatra (Sesar Semangko) dan
Sulawesi (Sesar Palu-Koro) yang terjadi di jalur sesar mendatar. Kemungkinan
Danau Rombebai tidak sebab jalur sesar terdekat terletak 25 km ke selatan,
atau ada splay releasing yang mencabang ke utara ? Tetapi yang jelas
pendapat bahwa Sesar Sorong memisahkan laut dan membentuk Danau Rombebai
menjadi tak mungkin karena Sesar Sorong jauh di selatan Rombebai. Saya
membayangkan, hiu di Danau Rombebai
> tak ada
> hubungannya dengan Sesar Sorong, ia hanya masuk dari laut melawan arus
Sungai Mamberamo dan 10 km kemudian berenang2 di Danau Rombebai...
>
> Hari berikutnya pencarian jawaban, jawaban diperoleh secara "aneh". Saat
mau pergi kerja daripada bengong di bus, saya asal sambar paper di rak.
Paper lama yang dulu pernah dicopy saat kuliah, "The Nature of Coastline
Changes in Indonesia" oleh Otto Ongkosongo (LON-LIPI) diterbitkan di The
Indonesian Journal of Geography vol. 12 no. 43 June 1982. Dan di hal. 7
paper itu, Pak Ongkosongo mencantumkan pendapat Verstappen (1964) ahli
geomorfologi terkenal zaman Belanda dulu. Kaget membacanya karena
kelihatannya inilah jawabannya. Kata Verstappen, Sungai Mamberamo pernah
membentuk delta dan mengalami recent subsidence. Zone subsidence dicirikan
oleh jalur lebar bakau dan paya/rawa, dan terbentuknya danau-danau di
interior delta - salah satunya Danau Rombebai ini, interior lake yang
terbesar. Nah, dalam keadaan tenggelam begini, sungguh dekat hubungan antara
danau dan laut - sangat wajar kalau hiu bisa masuk ke Danau Rombebai...
Seorang rekan yang pernah sosialisasi ke sana bersam
> a Ramu
> International dan pemda setempat bercerita bahwa dia terbang rendah di
atas Rombebai Block dan paya/rawa luas memenuhi permukaan - jelaslah... a
submerged delta.
>
> Apakah benar Hiu Danau Rombebai adalah hiu yang terperangkap karena
pemisahan oleh Sesar Sorong ? Rasanya tidak.
>
> Kalau kelak Ramu Rombebai jadi mengebor Nienggo-2 dan Nienggo-3 (yang ini
baru Sorong trapped-biogenic gas) di Blok Rombebai atau Medco Yapen mengebor
sumur eksplorasinya , dan kalau kebetulan saya ke sana, akan saya sempatkan
jalan2 di tepi Danau Rombebai sambil mencari jawaban : apakah benar ada hiu
di danau ini ??
>
> Salam,
> Awang H. Satyana
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!

Kirim email ke