Jangan lupa juga peta-peta Indonesia skala 1: 25.000 dan juga 50.000 tebitan
sebelum Perang Dunia ke-2  menggunakan Batavia (Jakarta) Meridian


----- Original Message -----
From: "Bambang Murti" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, September 01, 2004 5:59 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Central Meridian


> Mas Bowo,
> Prinsipnya gampang, bumi yang besarnya 360 derajat dibagi menjadi 2
bagian, Eastern Hemisphere dan Western Hemisphere. Nah sekarang tiap-tiap
bagian menjadi 180 derajat.
> Lantas ingat kalau asal muasal perhitungan derajat - bujur (longitude)
adalah Meridian Greenwich, jadi disana nilai longitude adalah 0. Catatan:
untuk peta-peta lama, mereka mempergunakan meridian Paris, jadi hati-hati
yo.
> Kembali ke Greenwich tadi, hemisphere yang 180 derajat tadi dibagi menjadi
30 UTM zone, dimana tiap-tiap zone besarnya 6 derajat. Central meridien
adalah harga kedua ujung zone dibagi dua, jadi untuk Natuna, berada diantara
longitude 102 derajat hingga 108 derajat bujur timur, karenanya Central
Meridien Standardnya adalah ((102 + 108)/2) = 105.
> Gampang kan ....
>
> -----Original Message-----
> From: Pangarso, Boy Wibowo [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, September 01, 2004 1:07 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [iagi-net-l] Central Meridian
>
>
> Pak-bapak dan bu-ibu,
> Saya ada pertanyaan sederhana, mungkin ada rekan-rekan milis yang bisa
> membantu.
> 1. Saat menuliskan koordinat suatu lokasi entah sumur entah platform,
> pasti ada informasi mengenai Central Meridian, yang mana untuk Indonesia
> adalah 105�E. Per definisi apakah Central Meridian itu?
> 2. Bagaimana cara pembagiannya? apakah Central Meridian itu sama dari
> satu tempat ke tempat lain?
> 3. Apakah mempengaruhi penentuan koordinat? Mana yang ditentukan
> terlebih dahulu? Koordinat (Lat Long) atau Central Meridian dulu?
> 4. Darimana asalnya Central Meridian 105�E untuk Indonesia?
>
> Mohon pencerahannya.....
>
> Lam salam,
> Bowo P.
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke