Peranan virus dalam evolusi memang tak akan ditemukan di buku2 evolusi Darwin atau Haeckel dan para pengikut evolusi dengan seleksi alam. Tetapi dengan kemajuan biologi molekuler yang lalu dikaitkan ke biologi evolusioner, virus dan semua partikel hidup yang renik mulai dicurigai berperan ke evolusi. Richard Dawkins misalnya, dalam Gen Egois (1978) dan Blind Watchmaker (1987). Dawkins bilang bahwa semua organisme di Bumi tak lebih daripada sekedar robot biologis yang diprogram oleh kode2 genetik yang coba bertahan hidup. Kode2 adikuasa ini memicu kehadiran unit2 informasi (ahli2 genetika menyebutnya �meme�) untuk memanipulasi perilaku sehari2 makhluk hidup supaya menunjang kemaslahatan kode2 itu sendiri. Baik gen dan meme sama-sama egois hanya memikirkan kelangsungan hidupnya sendiri, bukan induk semang yang ditumpanginya. Kalau kata Richard Brodie dalam Virus of the Mind (1990), bahwa selama berjuta2 tahun makhluk hidup hanyalah budak unit2 informasi � budak2 meme. Ah, benar kah�? Tetapi Alfred Russel Wallace yang sezaman dengan Darwin dan Stephen Jay Gould justru memasukkan unsur etika dan religiositas dalam evolusi � suatu tataran penting dalam �melembutkan� teori evolusi yang berhasil disintesis dengan manis dalam karya2 Teilhard de Chardin yang evolusionis-theologis (de Chardin adalah paleontolog dan rohaniwan).
Mengerikan memang merenungi bagaimana virus mengubah kode genetika yang selanjutnya akan berpengaruh ke evolusi. Makhluk (kalau dia benar makhluk) primitif ini tak bisa berkembang biak di dalam dirinya sendiri karena tidak memiliki ribosom dan semua peralatan pembuat protein yang diperlukan sel hidup. Virus hanya bisa �hidup� sebagai parasit menyerang sel inang dan mengambil alih ribosom, enzim, dan energinya. Setelah menempatkan DNA atau RNA di tubuh inang, virus mulai berkembang biak dengan liar, menggelembungkan sel inang sampai meletus. Itulah gaya hidup atau gaya tak hidup viris. Tetapi beberapa virus jauh lebih licik. Mereka menyusupkan gennya ke dalam DNA sel inang. Apa yang disebut dengan retrovirus malah bisa menyalin RNA menjadi DNA dan menyisipkannya ke kromosom inang. Ini juga menjadi alasan mengapa beberapa inveksi virus tidak bisa disembuhkan karena gen virus tak bisa dibuang sebab kromosom kita sudah diarahkan untuk membuat lebih banyak lagi virus. Bisa jadi beberapa DNA repetitif dan DNA �sampah� dalam kromosom kita berasal dari sumber ini : virus kuno yang berhasil menyisipkan blueprint keturunan mereka ke dalam DNA nenek moyang kita. Elemen subversif... Salam, awang Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Memang mungkin belum ada burung tetapi ada ARCHAEOPTERYX, yg menjadi sangat kontroversial karena binatang yg terbang ini mempunyai paruh seperti buaya tetapi memiliki bulu-bulu seperti burung. Nah daripada nunggu jutaan tahun utk terbang dengan Lion Air, kali aja virusnya naik ARCHAEOPTERYX utk keliling asia tenggara ... :) Menduga virus sebagai penyebab kepunahan problemnya adalah kesulitan mencari "hard data". Hampir semua teori evolusi ini dibangun dengan adanya "hard data" (fosil). Teori scientifik ini sangat jauh sekali dari spekulasi. Yg kita obrolkan dengan kemungkinan adanya pengaruh virus ini hanyalah sekedar spekulasi.... mungkin juga intuisi, tetapi jelas bukan sebuah hal yg ilmiah. Belajar teori evolusi ini dengan benar tentunya akan mengajak kita menembus batas. kadang-kadang "mind boggling" ... apalagi kalau bicara evolusi manusia ... :p RDP On Tue, 12 Oct 2004 09:26:26 +0800, [EMAIL PROTECTED] wrote: > kalau virus sifatnya tidak akan seglobal itu karena zaman dulu kan belum > ada export import...burung / ayam belum naik pesawat....dsb..perpindahan > masih lambat dan memakan waktu yang lama.... > > Regards --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.

