Itupun kalau diperhatikan di bidang Migas yang paling banyak baik tulisan
maupun komentar komentarnya , paling tidak di millis ini ( mungkin lebih 95
an % anggotanya juga dari sektor ini ). Apa ini juga bisa dipakai indikator
bahwa dunia geologi lain kurang berkembang atau ada faktor faktor lain
mungkin.

ISM



> Mengajak menulis artikel pendek pun untuk sebuah Berita IAGI tim redaksi
mesti kerja keras mencari kontributor. Apalagi sebuah artikel serius untuk
MGI. Akibatnya, bisa dihitung dengan jari berapa edisi MGI terbit dalam 5
tahun terakhir ini. Ini tidak hanya terjadi dengan MGI, tetapi juga dengan
jurnal2 lain kebumian di Indonesia. Menulis memang tidak populer di
Indonesia. Sesuatu yang sangat-sangat menyedihkan...tetapi yang tidak boleh
dibiarkan tetap begitu.
>
> Sangat banyak pakar geologi, sangat sedikit tulisan geologi..
>
> Apapun itu, MGI menjadi Jurnal Geologi, yang harus dibangkitkan adalah
semangat menulis geologist kita. Ayo membaca, meneliti, dan menulis !
Tinggalkan catatan buat generasi setelah kita. Dan, lebih baik menyumbang
tulisan-apaun kualitasnya- daripada diam tidak menulis atau bahkan
mengeritik saja. Keahlian akan datang dengan sendirinya melalui serangkaian
latihan dan latihan.
>
> Salam,
> awang
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >From:
> >
> >Sudah waktunya, IAGI meningkatkan dari Majalah Geologi Indonesia (MGI)
> >menjadi Geology Journal.
> >Gimana, pak Ketum?
> >Salam,
> >Premonowati
>
> Weh ini kayaknya keselip dalam diskusi lainnya ...
> soal jurnal, menulis, majalah dll emang kurang populer ya mbak Wati .. :p
>
> Mungkin mBak Wati dapat menjelaskan alasannya kenapa mesti disebut jurnal
?
> Hanya istilah, nama atau ada konsekuensi lainnya ?
>
> RDP
>
> _________________________________________________________________
> Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE!
> http://messenger.msn.com/
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke