Berkaitan dengan diskusi ini, saya tiba2 teringat akan Atlantis - sebuah ikon tentang 
peradaban maju yang tiba-tiba hilang oleh sebuah bencana (geologi). Apa kabar dengan 
cerita Atlantis sekarang ? Tentu sejak kita masih kanak2, kita sudah pernah mendengar 
cerita itu, tentang sebuah pulau benua (seperti Australia sekarang mungkin) yang 
digambarkan ada di tengah Lautan Atlantik di barat Afrika dengan peradaban masyarakat 
yang sangat maju dibanding lazimnya pada zaman itu, tetapi lengkap dengan kemerosotan 
moralnya, yang lalu tiba2 hilang lenyap dalam semalam, tenggelam ke dasar Lautan 
Atlantik. Begitu kira-kira cerita yang masih saya ingat.
 
Atlantis - Peradaban yang Hilang- sampai sekarang pun ternyata masih misteri. Paling 
tidak begitulah yang saya temukan di buku terbaru tentang Atlantis antara lain dari 
Colin Wilson (Virgin Books Ltd. 2002) : "From Atlantis to the Sphinx : Recovering the 
Lost Wisdom of the Ancient World". Di buku-buku lain yang membahas misteri2 dunia yang 
katanya belum terpecahkan juga selalu ditemukan Atlantis, yang biasanya selalu ada 
juga adalah "si kaki besar Big Foot dari Himalaya" atau UFO.
 
Menariknya tentang Atlantis adalah kekaburan antara fiktif dan fakta. Plato-lah, 
filsuf Yunani gurunya Aristoteles, yang membuat geger seluruh dunia tentang Atlantis. 
Dalam dokumen berjudul Critias dan Timaeus (357 BC), Plato bercerita tentang sebuah 
peradaban yang pernah ada di sebuah pulau di barat Pilar2 Hercules (Selat Gibraltar 
sekarang katanya) yang sangat maju tetapi sangat merosot moralitasnya yang lalu tiba2 
hilang dihukum (Tuhan ?) melalui bencana letusan gunungapi dan gelombang laut yang 
dahsyat - sebuah bencana sangat dahsyat yang belum pernah dialami orang selama ini. 
Kita akan menafsirkannya sekarang bahwa itu adalah bencana geologi erupsi volkanisme 
dan tsunami. Kejadian katastrofik ini dicatat Plato terjadi pada 9000 tahun 
sebelumnya. Plato menulis ini pun dari cerita turun-temurun. 
 
Ternyata, tulisan Plato menyulut kegegeran dunia. Banyak penelitian dilakukan di 
tahun2 1950-1960an (termasuk penelitian geologi), mencari lokasi pulau/benua Atlantis 
di sekitar tempat yang digambarkan Plato. Hasilnya : nihil. Apakah Atlantis semacam 
Pulau Azores - pulau yang muncul dari mid-Atlantic ridge ? Kemungkinan semacam itu pun 
telah dikaji dan negatif. Atlantis hanyalah legenda...
 
Benarkah legenda ? Tunggu dulu. Jawabannya datang dari Angelos Galanopoulos, seorang 
profesor arkeologi yang mengajukan teori di akhir tahun 1960an berdasarkan penelitian 
arkeologi di Laut Tengah. Angelos mengajukan teori bahwa yang dimaksud dengan Atlantis 
adalah sebuah pulau volkanik bernama Santorini di utara Kreta yang meletus dengan 
dahsyat pada sekitar 1500 BC dan memunahkan kebudayaan Minoan yang maju pada zamannya. 
Santorini adalah pulau sisa yang sebenarnya tepi kawah gunungapi (gunungapi-nya 
disebut Thera) - mirip2 Krakatau. Sisa2 kebudayaan Minoan telah ditemukan di bawah 
lapisan2 abu volkanik. Di abad masehi, peristiwa ini terulang kembali dengan punahnya 
kebudayaan di Pompeii dan Herculaneum dengan erupsi Gn. Vesuvius pada 79 AD. Teori 
Angelos inilah yang sampai sekarang dianggap benar, walaupun ada juga keberatan2 yang 
diajukan.
 
Melihat peta tektonik sekarang, kerak (samudera ?) Mediterania menyusup masuk di bawah 
Lempeng Eurasia-Anatolia pada Palung Hellenic di selatan Yunani, dan gunungapi di 
Santorini wajar terbentuk di situ - di Laut Aegea. Sebuah erupsi gunungapi di laut 
tentu akan memicu tsunami akibat sebagian massa puncak/lereng gunung yang runtuh masuk 
ke dalam kewah akibat magma chamber yang mengosong. Nah..kebudayaan Minoan telah punah 
oleh sebuah erupsi dan tsunami. Bandingkan dengan letusan katastrofik Krakatau 1883 
yang memusnahkan ratusan desa di pantai Banten dan Lampung, juga oleh erupsi dan 
tsunami. Simon Winchester dalam bukunya "Krakatoa" sangat dramatik dan romantis 
menggambarkan saat2 itu. 
 
Letusan Thera di Santorini 1500 BC adakah hubungannya dengan gelap 3 hari 3 malam di 
Mesir saat bangsa Israel mau melakukan eksodusnya ? Gerald M Friedman, seorang 
geologist dan ahli sedimentologi, dalam suatu artikel di sebuah jurnal (saya lupa 
jurnal apa tapi masih menyimpan copynya), mengatakannya ya. Dan, sekarang saya juga 
berpikir bahwa saat Musa menyeberang di ujung Laut Merah di Laut Teberau di sekitar 
1500 BC, masih adakah efek tsunami erupsi Thera di Laut Tengah yang membantu mendorong 
massa laut ke selatan menuju Laut Merah sehingga mengeringkan sebagian Laut Teberau 
dan Musa serta bangsanya bisa menyeberang ? Membuka peta Laut Tengah dan sekitarnya, 
mengamati lokasi Thera-Santorini dan lokasi di mana paling mungkin Musa menyeberang 
(menurut beberapa publikasi) yaitu di selatan Port Said sekarang di tenggara Delta 
Nil, kemungkinan itu bisa saja sebab jaraknya cukup frontal, dengan catatan bahwa 
Delta Nil di 1500 BC itu belum seluas seperti sekarang. Wallahualam !
 
Catatan : geologi banyak disebut2 loh di beberapa misteri dunia yang katanya belum 
terpecahkan, seperti Atlantis ini, dan juga the Bermuda Triangle. Sebuah buku bahkan 
menyebut bahwa kebudayaan Atlantis ini telah mengajarkan kepada penduduk Mesir dan 
Maya bagaimana tradisi megalith dilakukan, sehingga piramid ditemukan baik di Mesir 
maupun di Maya Amerika Selatan. Nah, bagaimana dengan misteri Stonehenge di 
Lockmariaquer, Britrtany di Inggris sana, bagaimana batu2 raksasa itu disusun 3500 
tahun yl. ? Katanya teknologi sekarang pun pikir2....Hm.
 
Salam,
awang

[EMAIL PROTECTED] wrote:
Bencana adalah suatu kondisi dimana ada kehilangan nyawa ...(karena saya 
bicara sebagai manusia ya jadinya nyawa manusia...) yang terlepas dari 
kondisi geologi tersebut...
ada 2 hal yang menyebabkan bencana...

1. hal yang disebabkan karena alam yang di luar kontrol manusia...(mis : 
tektonik lempeng yang menumbuk sana - sini dan menimbulkan gempa dan 
letusan gunung api..yang lebih disebabkan karena alam menyesuaikan 
diri.....yang kadang perlu untuk alam ini sehingga berguna buat manusia 
(gunung api yang menyebabkan tanah subur..dsb)
Pada kasus ini keadaan geologi tersebut bukan menjadi bencana bila kita 
dapat mengantisipasi dan mengerahkan segala effort untuk menjaga keadaan 
geologi yang terjadi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa....
di sini peran manusia sebagai orang yang diberi akal budi berperan 
besar...contohnya bagaimana ahli kontruksi jepang mengantisipasi 
konstruksi menghadapi gempa, bagaimana ahli geologi mengantisipasi gempa 
yang akan terjadi (inget fractalnya Pak Sigit...), lalu para volcanologist 
berusaha mengetahui gerakan gempa sebelum meletus sehingga dapat 
mengevakuasi penduduk....
pernah nonton twister...? bagaimana ada ilmuwan yang mengejar tornado 
untuk dapat melakukan penelitian sehingga dapat mencegah tornado 
/meminimalisir tornado tersebut....?
nah daripada dana dan effort yang ada digunakan untuk bikin bom 
atom/pemusnah masal kan mendingan diinvest untuk riset yang menjaga 
kelangsungan hidup umat manusia....

2. Hal yang didalam kontrol manusia 
Mis ; tanah longsor....yang seperti kata Mas Vicky...longsor timbul karena 
lereng tersebut mencari kesetimbangan baru....
Nah yang jadi pertanyaan kenapa kesetimbangannya berubah...? apakah karena 
ulah manusia...? penebangan pohon, pembangunan yang tidak semestinya 
dsb...
kalau ini kasusnya ya jangan dilakukan lagi....kalau lalu timbul bencana 
ya jadinya manusia menimbulkan bencana tersebut....
Banjir di jakarta...? sama saja..
Aids...? sudah diciptakan pria dan wanita untuk saling melengkapi kok 
masih ada aja yang aneh-aneh....
Perang...? Bunuh-bunuhan...? Korupsi...? ya itu contoh manusia yang jadi 
sumber bencana....

Tuhan itu baik selalu....tinggal manusia mau berjalan di jalurNya 
tidak...? kalau tidak ya jadi timbul bencana...kalau di jalurNya ya tidak 
ada bencana....

kayaknya banyak yang bisa dibuat oleh geologist untuk bekerja di 
jalurNya...

Regards

Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/TUN/G&G 
0542- 533852






Rovicky Dwi Putrohari 
20/10/2004 02:13 PM
Please respond to iagi-net


To: [EMAIL PROTECTED]
cc: 
Subject: Re: [iagi-net-l] Saat Tuhan Memerintahkan Geologi Membinasakan Sodom 
danGomorrah


On Wed, 20 Oct 2004 11:22:27 +0700, O.K Taufik 
wrote:
> bahwa yg buruk-buruk itu datangnya dari manusia, yg baik-baik itu 
datangnya 
> dari Allah SWT...mungkin itu yg disadari bung ferdi, perlunya hidup 
mengikuti 

> Eh..mana Geologinya Vick?

Geologinya ada di Bulletin AAPG bulan lalu dalam artikel tentang
global warming (Tokyo Protokol, past, present and future).
Disitu dipertanyakan, apakah benar bahwa global warming "kali ini"
diakibatkan oleh ulah manusia ?. Sebagai geologist tentunya kita tahu
bahwa Global warming merupakan siklus yg pernah terjadi juga pada
masa-masa lampau, bhkan jauuuh sebelum ada manusia.
Ah, sebegitu kuatnya kah manusia mampu merubah kejadian siklus alam ini ? 
Atau sebegitu rapuhnya alam kita yg katanya ciptaan Yg Maha Sempurna ini ?

Pertanyaan diatas sebenernya berhubungan dengan kalimatmu yg sering
juga kudengar ini ... "yg buruk-buruk itu datangnya dari manusia, yg
baik-baik itu datangnya dari Allah SWT ?"

Lantas apakah yang diatas tidak mempunyai 'kontrol' thd sesuatu yang
kita anggap atau kita rasakan salah ?
Yang baik dan buruk itu datangnya "dari sana" juga kan ?
Ada yg percaya dengan Dewa syiwa sebagai perusak
Ada yg menggunakan istilah takdir buruk 
Namun keduanya tetap menyatakan bahwa yg saat ini dirasakan burukpun
berasal dari sana.

Kepatuhan dan kepasrahan ini mestinya untuk semua hal yg dianggap
baik, maupun dianggap buruk. Yang sering membuat kita ini mudah
terpeleset adalah terburu-buru menilai sebuah kejadian sebagai hal yg
buruk atau hal yg baik.
Apakah benar Gunung meletus itu buruk, padahal kita juga tahu bahwa
tanah gunung-api itu lebih subur utk pertanian ?
Apakah benar longsor itu buruk, padahal hanya dengan itulah maka
lereng bukit menjadi stabil ?
Yang penting adalah mengetahui kapan dan dimana gunung api itu akan
meletus, kapan dan bagaimana longsor akan terjadi, bagaimana banjir
itu terjadi, kapan gempa bumi itu akan terjadi sehingga kita mempunyai
masa untuk menghindarinya.

Banyak juga kejadian serta fenomena alam yg saat inipun kita tidak
ketahui apa fungsinya (misalnya gempa, petir), itulah yg menyebabkan
kita sering menganggap sebuah kejadian alam sebagai sebuah petaka.
Jadi sepertinya jelas bahwa sumber petaka adalah "ketidak tahuan" kita
tentang fenomena ini. Bukan sekedar menyalahkan trus nuduh ulah si
setan, kan ?

RDP
"GeoGathuk"

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan 
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.

Kirim email ke