Tentang subsidi BBM ini aku teringat tulisan Kwik Kian Gie di Kompas
beberapa hari lalu, bahwa Subsidi BBM tidak berarti Pemerintah harus
mengeluarkan uang untuk membayarnya, karena harga BBM local saat ini
masih bisa menutup biaya produksinya bahkan Indonesia masih bisa untung.


Mungkin ini bisa dianalogikan dengan harga Cocacola di Indonesia yang
bisa dijual eceran 5000 rp per kaleng tetapi di luar negeri harganya
lebih dari 1 USD, ttp tidak berarti bahwa konsumen Indonesia disubsidi
oleh pabrik. 

-----Original Message-----
From: nsyarifuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, October 22, 2004 2:09 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] oleh-oleh untuk iagi dari ramahtamah dg
menteri esdm baru

ada berita sedih lagi.....:

hari ini aku baca di koran lokal, menteri ekonomi perancis membentuk tim
untuk menghitung 'windfall profit' dari harga minyak yang
melejit.............rencananya akan dibagi ke masyarakat banyak via
program
jaminan sosial.....
sementara negara kita yang produsen malah megap-megap karena menanggung
beban subsidi yang makin berat......

salahnya di mana aku nggak ngerti, tapi mudah-mudahan menteri ESDM yang
baru
tapi lama bisa menjawab ironi ini....dalam program-programnya....

salam dari rantau,



----- Original Message -----
From: Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, October 21, 2004 17:56
Subject: Re: [iagi-net-l] oleh-oleh untuk iagi dari ramahtamah dg
menteri
esdm baru


> sedih dengerin kekalahan Pertamina pada local maupun US Court. gara2
Keppres jaman nya Pak Harto, Pertamina jadi ketempuhan kudu bayar hampir
300an juta dolar pada KBC. Tapi udahlah, apa mau dikata, awardnya udah
mengikat. (padahal denger2 sebagian KBC itu juga miliknya anak negeri
lho,
kok tega ya). Usaha litigasi Pertamina sendiri kayaknya juga gak
pol-polan.
>
> Tentang aset yg diuber2 oleh KBC, salah satunya adalah PT. PETRAL
(anak
Perusahaan Pertamina), padahal Petral adalah arm Pertamina untuk 60%
impor
Crude dan BBM, maka kalo ini tersita, udah pasti untuk impor2 tsb. LC2
pertamina dapat diterima tapi dengan cost of money yang membengkak,
artinya
adalah cost BBM pun membengkak, ujungnya adalah subsidi pun membengkak.
sedih. disadarikah ini oleh DPR DPR kita, entah.
>
> Tentang Industri minyak sektor hilir dikaitkan dengan lahirnya PP. 036
ttg
pengaturan migas sektor hilir, dijelaskan oleh Iin Arifin Takhyan sbg,
dirjen : sesuai dg UU Migas, mulai November 2005 sektor ini akan dilepas
pada publik, jadi tidak akan menjadi monopoli pertamina. harga komoditi
BBM
tetep akan diatur pemerintah. persoalan adalah pada daerah2 remote, yang
"tidak ekonomis", untuk ini bisa dilakukan oleh badan usaha pemerintah
(Pertamina kah?) atau dilakukan tender terbuka dengan peserta yang dapat
mengajukan harga paling rendah sbg pemenang, jika pertamina tidak mau,
maka
fasilitas2 pertamina kudu bisa dikerjasamakan.
>
> interpretasi saya : dg PP 036 ini, diwajibkan pada Pertamina untuk
melakukan open akses pada fasilitas2nya.
>
> komen :
> 1. Open Access bagus2 aja, sepanjang dilakukan dengan pendekatan B2B.
jika
tidak B2B ya hanyalah versi lain dari drama KBC
>
> 2. Seingat saya jiwa, roh UU migas yang liberal adalah untuk menarik
investor, yang tentunya akan berimplikasi pada pembangunan infrastruktur
industri migas (hilir). lha kalo investor yang dateng hanya bermodal
"kekuatan" kemudian difasilitasi dengan kebijakan open akses, lantas
pergi
menguap kemana sang roh, jiwa perubahan UU itu?
> infrastruktur kagak bakalan nambah, investor (pemain "kuat" ) dapat
rejeki
nomplok.
>
> Demikian aja tambahan saya.
>
> lam-salam,
> ar-.
> (denger2 sebentar lagi minyak tanah untuk rumah tangga gak bakalan
bisa
digunakan oleh industri, jika industri berani2 ngoplos BBMnya dengan
minyak
tanah RT, bakalan ngrusak mesin2nya. konsekuensinya minyak tanah rumah
tangga agak-agak smoky gitu. Jadi, ati2 bagi para pengoplos
>
>
>
> ANDANG BACHTIAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hari ini 21 Oktober 2004, ADB (ketum iagi) bersama AS (sekjen iagi)
sempat
menghadiri
> ramah-tamah dengan Menteri ESDM baru yang lama, yaitu Pak Purnomo
> Yusgiantoro, bertempat di Kantor Menteri ESDM Lt Dasar, Jam 13:00 s/d
15:00.
> Kenapa sampai 2 jam? Karena setelah acara ramahtamah dan ucapan
selamat
yang
> didahului dg pidato Pak Pur, yang hanya setengah jam dah selesai itu,
kami
> juga coba ikutan masuk di acara berikutnya yaitu Konprensi Press di
Lt.2.
> Beberapa informasi yang perlu kami share dengan kawan=kawan baik dari
> pidatonya Pak Pur maupun dari Press Confrence-nya adalah:
>
> 1. Purnomo pada mulanya di-set oleh SBY untuk duduk di posisi MENKO
EKUIN
> (dia dan timnya sudah menyiapkan 2 program 100 hari, yang satu untuk
Menko
> Ekuin, yang lainnya untuk ESDM). Barulah kemudian pada jam 7:45pm
semalam,
> terjadi perubahan mendadak (bersamaan dengan datangnya JK ke istana),
dimana
> akhirnya Purnomo harus kembali menempati posisinya di ESDM, dan Ical
Bakri
> jadi Menko Ekuin. Entah apa yang terjadi, silakan ditafsirkan sendiri.
>
> 2. Fokus pembangunan ekonomi 5 tahun kedepan adalah SEKTOR RIEL (jadi
inget
> Ipul, nich.....); dan menurut interpretasi Pak Pur, yang jadi
primadona
> adalah "natural resource-based economy" seperti: pertanian,
perkebunan,
> perikanan, kehutanan, pertambangan, energy, migas, kelautan. Sebagai
> penunjangnya adalah sektor perdagangan dan industri. Jadi, beban ESDM
akan
> makin berat. Dia minta bantuan semua stake-holder untuk saling
bekerjasama.
>
> 3. Khusus untuk ESDM fokus 100 hari pertamanya adalah: meningkatkan
> investasi, menambah lapangan kerja dan meningkatkan produksi.
Rinciannya
> bisa dibaca di web-nya ESDM.
>
> 4. Minggu depan (28-29 Oktober), akan ditandai peresmian produksi
BELANAK
> Field Natuna ConocoPhillips dengan FSO kedua terbesar didunianya.
Produksi
> dari Belanak awalnya direncanakan 60 MBOPD dan akan mingkat sampai
maksimum
> 100 MBOPD.
>
> 5. Berikutnya perlu diperhitungkan penambahan produksi minyak sampai
akhir
> tahun 2004 ini dari: West Seno : 40 MBOPD, Petrochina di Papua 7
MBOPD,
> Petrochina di Sumatra 2 MBOPD, dan Pertamina Tambun (Pd.Tengah?) 12
MBOPD
> (meningkat dari 8 ke 20 MBOPD). Dengan adanya total tambahan 121 MBOPD
> ini,... apakah situasi NET-IMPORTIR kita di beberapa bulan terakhir
ini
> (sejak Maret) bisa dikoreksi??? Silakan ditafsirkan sendiri.
>
> 6. RUU Pertambangan sebagai PR yang belum diselesaikan pada masa
Kabinet
> yang lalu akan diGEBER lagi dan diharapkan Januari 2005 sudah bisa
dilempar
> lagi ke Setneg untuk diteruskan (setelah koreksi, revisi, dsb: Nov-Des
ini).
> Hal ini perlu kita perhatikan bersama, kalau kalau IAGI masih perlu
> memasukkan usulannya kedalam RUU ini, 2 bulan kedepan inilah waktunya.
Note:
> Koreksi/Revisi pada RUU Pertambangan menyangkut dikeluarkannya masalah
> GEOTHERMAL dan AIR dari esensi pembahasannya karena sudah menjadi UU
> sendiri.
>
> 7. Akan diumumkan award untuk investasi migas di blok-blok baru dalam
1-2
> bulan kedepan (hasil open tender July dan direct offer September),
total
> blok 16, total komitmen investasi USD170M.
>
> 8. Pertamina sudah PASTI kalah dalam kasus KBC (keputusannya 4 Oktober
> kemarin ,.. menurut Alfred Rohimone yang hadir juga waktu itu) dan
yang
> perlu dicermati adalah bagaimana keberlangsungan proses
confiscation-nya
> (penyitaan barangnya) supaya tuntutan KBC yang 2 ratus sekian juta
dollar
> itu bisa dibayar semua, tanpa harus nyrempet-nyrempet nyamber duit
> pemerintah Indonesia. Jadi mereka akan aktif sekali memburu
asset-asset
> Pertamina, dan berusaha untuk memilah-memilah mana yang bisa dan mana
yang
> tidak bisa untuk disita.
>
> 9. RUU Energy (usulan dari DPR) akan segera digodok oleh ESDM dan
> dilemparkan kembali ke DPR pada masa sidang I 2005 nanti. Mustinya
kita di
> IAGI juga harus "aware" dengan RUU ini. Mudah-mudahan dalam waktu
dekat
kita
> bisa dapatkan copynya.
>
> Ar,.... ada tambahan??? Terutama yang hilirnya?? (harga minyak,
distribusi,
> dsb).
>
> ADB
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> vote.yahoo.com - Register online to vote today!


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke