Pak Mail,

Akses kemudahan data adalh salah satu diantara fasilitas publik.
Tentunya bukan hanya itu saja lah yaw ... silahkan saja ditulis atau
diurai, apa saja yg semestinya dilakukan Lembaga-lembaga ini sebagai
"pelayan masyarakat" .... siapa mau nambahin daftar panjang tugas2
lembaga2 yg sudah ada ini ?

Salah satu keuntungan dengan adanya BGN mungkin mempermudah adanya
akses ke presiden, karena selama ini geologi masih jaug "dibawah
permukaan". Memang betul dulu pernah ada Pak Katili 'emerge' di MPR.
Namun tentunya bukan keberadaan seseorang atau personal saja yg akan
menjadikan geologi "bawah pemukaan" ini bisa mencuat ke atas dan
suaranya lebih 'didengar'.
Ini hanya salah satu keuntungan dengan adanya BGN, yg tentunya sebuah
lembaga non departemen (mungkin setara BAKOSURTANAL ?).

Dan satu lagi perlu ditambahkan.
Karena keterbatasan waktu  PIT IAGI sebentar lagi, juga ini masuk
dalam program ESDM (barangkali masuk program 100harinya, cmiiw), kalau
bisa ada yg menggunakan jalur nonmilist, misal menyebarkan ke staff di
kator, siapa tahu ada yg punya ide cemerlang. Yang namanya ide, kan
tidak harus dari orang jenius... :p
Coba tanya temen sebelah ruangan, apa idenya dibalik BGN ini ?

Aku hanya mencoba berpikir positip menangkap apa yg ditulis pak
menteri baru (baru dilantik ... lagi:). Siapa tahu ini dapat dipakai
sebagai sarana kita supaya lebih dikenal, dimengerti dan dibutuhkan
masyarakat.

salam

RDP

On Mon, 25 Oct 2004 16:51:58 +0700, ismail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau BGN ini hanya untuk mengoptimalkan fungsi Litbang dilingkungan Dept
> ESDM maka lingkungannya ya disekitar Dept ESDM (
> P3G,PPGL,P3GMB/Lemigas,DIM/Mineral,Panasbumi.Dit.Volkanologi dan mitigasi
> bencana,  GTL,P3TEK).cukup dg instruksi Menteri.saja.
> Kalau BGN ini juga akan mengkoordinir lembaga lain diluar ESDM, maka
> sifatnya Nasional non Dep untuk mengkoordinir Litbang Litbang di Dept. dan
> LPND  yang ada / bersinggungan dg masalah geologi ( LIPI/Puslitbang Geotek,
> BPPT,Batan,Bakosurtanal). Jadi semua penelitian yang berhubungan dg Geologi
> di litbang litbang tsb diambil dan disatukan dalam suatu Badan Baru ( BGN).
> Dari pernyataan awal gagasan BGN adalah untuk mempermudah memperoleh data
> geologi. Sebetulnya sementara  ini sudah relatif mudah memperolehnya dari
> dimasing masing Litbang sesuai kompetensinya, Cuma tidak bisa satu pintu
> karena lokasi masing masing litbang tsb berjauhan. Mungkin maksudnya kalau
> ada BGN tinggal masuk satu pintu saja bisa memperoleh semuanya.
> Sebetulnya data geologi bidang apa saja to yang banyak dicari ? sebetulnya
> beberapa litbang tersebut juga sudah ada program program sosialisasi ke
> masyarakat ( biasanya melalui pemda pemda ) misalnya lokasi lokasi tanah
> longsor/ lokasi lokasi bencana alam atau potensi potensi SDA suatu daerah.
> 
> ISM
> 
> 
> 
> 
> > Wah, belum tentu semuanya tidak sependapat dengan pembentukan BGN,
> polling-nya belum pol, masih terlalu dini untuk dirangkum dan disimpulkan,
> responden-nya masih terlalu kecil dan tidak mewakili :-)
> >
> > Beberapa lembaga ada kok yang lumayan optimum dalam artian informatif,
> sebut saja langsung P3G di Bandung dan Bakosurtanal di Cibinong. Untuk
> mendapatkan data di sana lumayan mudah dan tak berbelit. Sosialisasi P3G
> malah bisa disebut bagus, mereka sering mengsisi stand2 di pameran2
> kebumian. Saya lihat banyak yang mencari info ke P3G untuk masalah
> kegeologian, baik perorangan maupun kelompok/lembaga, dan mereka kooperatif.
> Boleh juga usulan bahwa salah satu dari lembaga2 kegeologian ini dijadikan
> koordinator terhadap yang lainnya.
> >
> > Kalau Pak Menteri sudah minta seperti itu, ya bisa dimanfaatkan momentum
> ini misalnya dengan pertama memetakan kemampuan masing-masing lembaga, di
> mana wilayah kekuasaan/pekerjaanya, menghilangkan yang tumpang-tindih, baru
> nanti disesuaikan dengan apa yang diinginkan sebagai BGN itu. Dep. ESDM kan
> punya Balitbang, kenapa tidak ini saja yang ditugasi untuk pemetaan lembaga2
> geologi di tubuh ESDM itu, sebelum buru2 membentuk BGN.
> >
> > Kata Drs. Arief (he2..),  "Lebih baik memanfaatkan yang ada dulu sebelum
> "beli" yang baru..."
> >
> > Salam,
> > awang
> >
> > Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Wah terimakasih buat semua yg telah memberikan saran-saran ttg BGN.
> > Sepertinya dari saran yg sudah masuk banyak yg "meragukan" pembentukan
> > BGN. (dengan kata lain pembentukan badan baru (BGN) hanya akan
> > menambah jalan panjang dan rumitnya "membaca dan mengerti" Geologi
> > Indonesia juga akhirnya tidak mempermudah untuk memperoleh manfaat
> > dari badan/lembaga ini.
> >
> > Apakah ini berarti lembaga-lembaga yg ada sudah memenuhi kebutuhan
> > publik selama ini ? (ah .... RDP nyinggung nih :)
> > Dari usulan ada yg tersirat masih belum optimum dan aku yakin
> > kebanyakan akan menjawab ... pelayanan publik masih belom optimum !!
> > iya kan ?
> >
> > Nah kalau toh emang pembentukan BGN tidak akan menambah tingkat
> > pelayanan (services) dari lembaga-lembaga yg ada (ini bisa saja
> > termasuk institusi pendidikan sebagai public services kan ?),
> > mungkinkan memanfaatkan momentum ini untuk mengoptimumkan ?
> >
> > Caranya .... ?
> >
> > Monggo sekali lagi diusulken ...
> > Saya merangkum nantinya ...
> >
> > RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke