Sayang, kebanyakan publikasi internasional sedikit sekali menyebut2 Prof. R.P Soejono dalam penelitian hobbit ini, suatu hal yang tidak bisa didiamkan terus seperti ini. Ada rentang waktu hampir 25 tahun sejak awal penelitian yang dilakukan tim Prof. Soejono itu dengan beritanya yang cukup menggemparkan dunia paleo-antropologi pada tahun 2004 ini. Mungkin ada beberapa alasan : (1) kekurangan dana penelitian sehingga penelitian tidak tuntas, institusi pemerintah tidak terlalu mendukung ? (2) kurang serius dari pihak peneliti ? (3) kurang agresif dalam publikasi ? (4) peer review jurnal2 yang memihak dan tidak fair dalam menerima makalah yang masuk dari mana pun. Betapa kaya-rayanya geologi Indonesia dengan keunikan2 yang seringkali hanya satu2nya di Indonesia, semoga putra2 Indonesia makin dikenal di dunia internasional dan tidak hanya di balik layar. Untuk terwujudnya hal ini tentu akan butuh usaha keras dari semua yang terlibat dan terkait. Salam, awang
Yahdi Zaim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Rekan2 Yth., Masih tentang manusia "hobbit", saya ingin meng-infokan, kalau membaca berita manusia "hobbit" Homo floresiensis di Kompas Jumat 29/10 dan dari press release di situs internet, sebenarnya peneliti dari Indonesia punya andil besar dalam penemuan spesies baru hominid di Liang Bua, Flores, seperti Prof. R.P. Soejono dan Drs. Thomas Sutikna MA dari Puslit Arkeologi Nasional (PUSLITARKENAS) hanya saja pemerian kerangka dan studi paleoantropologinya dilakukan oleh kelompoknya Prof. Morwood. Sebelum penelitian bersama Prof. Morwood, Prof. R.P. Soejono yang mengepalai tim penelitian dari PUSLITARKENAS sudah sejak tahun '80-an melakukan penggalian di Liang Bua, yang juga menemukan artefak dan kerangka manusia, hanya saja belum dilakukan pemerian dan studi paleoantropologi. ---deleted __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

