jadi mereka di tangkap karena pengaduan 23 mahasiswa nya karena merasa ditipu.
Pak Agustan, kelihatannya sebaiknya dikasih cerita lengkapnya kalau ada yang mau bantuin.
Ini negeri transparant koq.........
dan kawan2 di milist yang saya kirimin ini banyak yang bisa membantu asal tahu apa yang dibantu.
best regards, frank
From: Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> To: Franciscus Sinartio <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Akamigas Balongan d Indramayu Date: Sun, 21 Nov 2004 10:16:25 +0800
ini cukup lama saya denger sudah baca yg ini ? Sepertinya ada kasus penipuan jugak semoga tidak membuyat ... :(
Salam rdp ==== http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0804/26/0417.htm
Mahasiswa Minta Pemkab Objektif dalam Kasus Akamigas
INDRAMAYU, (PR).- Mahasiswa Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) Balongan - Indramayu minta agar pemerintah Kabupaten Indramayu berada di jalur yang benar dalam menyikapi kemelut yang terjadi di perguruan tinggi itu terkait adanya ketegangan antara mahasiswa dengan pihak manajemen Akamgias yang tengah berlangsung saat ini.
"Kami minta Pemkab Indramayu berada di jalur yang benar dalam menyikapi persoalan kami. Pemkab harus lebih obyektif dalam menanggapi kasus kami ini," kata Rizki Junitra mewakili para mahasiswa kepada "PR", Rabu (25/8) usai melakukan pertemuan dengan Pemkab Indramayu dan manajemen Akamigas di ruang rapat pendopo Kabupaten Indramayu.
Menurut Rizki, permintaan itu perlu disampaikan karena pihak Pemkab Indramayu yang diharapkan dapat mencarikan solusi dalam menengahi kemelut yang terjadi antara mahasiswa dengan manajemen Akamigas, dalam dua kali pertemuan yang telah dilakukan seperti berputar-putar tanpa ada kesimpulan maupun solusi seperti yang diharapkan. "Seperti hasil pertemuan pada hari ini, kesimpulannya kan nggak ada apalagi solusinya. Pak Wahidin (Kabag Kesra, red) yang mewakili bupati juga hanya bercerita muter-muter soal pertemuannya dengan Dirjen Dikti dan malah cerita soal perguruan tinggi lain. Bahkan ada kesan dia membela Akamigas," ujarnya.
Untuk itu, para mahasiswa berharap, Pemkab lebih obyektif dalam menanggapi kasus tersebut. Sebab dalam kasus Akamigas mahasiswa yang menjadi korban sangat dirugikan baik moril maupun materiil. Bahkan masa depannya menjadi tidak jelas di samping waktu yang terbuang percuma.
Seperti diberitakan "PR", kemelut di tubuh Akamigas - Indramayu berawal dari kekecawaan para mahasiswa Program Diploma III jurusan Safety and Fire yang merasa kecewa terhadap pihak manajemen akademi tersebut. Pasalnya, sementara mereka telah menempuh perkuliahan sampai dua tahun, belakangan diketahui pihak manajemen ternyata belum mengantongi ijin untuk menyelenggarakan perkuliahan Diploma III. Ijin yang dikantongi dari Dirjen Pendidikan Tinggi hanya untuk perkuliahan Diploma I (program perkuliahan satu tahun).
Temuan itu tentu saja membuat resah sekira 23 mahasiswa jurusan tersebut karena menganggap masa depannya menjadi tidak jelas.Akhirnya para mahasiswa pun mengadukan persoalan itu ke Polres Indramayu. Mereka menganggap Direktur Akamigas Dra Hj Hanifah Handayani telah melakukan penipuan sebab dalam brosur disebut program perkuliahan yang diselenggarakan adalah Diploma III.
Selain melaporkan kasus tersebut ke Polres Indramayu, mahasiswa juga telah mendesak DPRD dan Pemkab Indramayu untuk turun tangan membantu penyelesaian kemelut yang dihadapi.
Belum ada solusi
Pertemuan antara pihak Akamigas, mahasiswa dan Pemkab Indramayu, Rabu (25/8) kembali digelar di ruang rapat pendopo setempat. Dari pihak Akamigas hadir Ketua Yayasan Bina Islami Drs H Nahdudin Islami dan Direktur Akamigas Dra Hj Hanifah Handayani. Sedangkan pihak Pemkab Indramayu, Kabag Kesra Pemkab Indramayu Drs H Wahidin, MM mewakili bupati. Namun pertemuan itu tetap tidak ditemukan formula solusi atas permasalahan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut Kabag Kesra Drs H Wahidin, MM tampak tidak mencoba menjadi penengah. Ia hanya bercerita soal pertemuannya dengan Dirjen Dikti di Jakarta dan soal mekanisme pemrosesan ijin pendirian perguruan tinggi di samping menekankan bahwa Pemkab Indramayu memiliki perhatian besar terhadap pendidikan. Hingga sejumlah klausul yang diajukan para mahasiswa dan diharapkan mendapatkan penyelesaian dengan bantuan Pemkab Indramayu tidak sempat terespon.
Rizky Junitra dalam pertemuan itu mewakili rekan-rekannya mengharapkan agar Pemkab mendesak pihak akademis menerbitkan ijasah D I dan mengembalikan kerugian baik materiil maupun imateriil yang telah dikeluarkan para mahasiswa di samping menutup PT itu.
Sedangkan Direktur Akamigas Balongan Dra Hj Hanifah Handayani menyatakan pihaknya telah bertemu dengan pengacara mahasiswa dan telah disepakati untuk dilakukan pertemuan pada, Sabtu (28/8) mendatang.(A-96)***
On Sun, 21 Nov 2004 09:03:20 +0700, Franciscus Sinartio
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> saya tidak yakin email nya Pak Heryanto bisa masuk milis HAGI dan IAGI jadi
> saya forward lagi.
>
> fbs
_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

