Korupsi dan evolusi mempunyai beberapa kesamaan menarik. Keduanya sangat populer dalam diskusi yg sering berkepanjangan dan menarik walopun berakhir tanpa konklusi. Diskusi tentunya saja di Indonesia baik di milist dimana korupsi menjadi sorotan utama (sekedar disorot aja kali yee). Sedangkan evolusi sering di benturkan dengan agama yg mengundang 'eyel-eyel'an seru.
Keduanya memerlukan kesabaran karena memerlukan "waktu" .... Evolusi, banyak yang sulit menerimanya karena lamanya perjalanan untuk dilihat perkembangannya, tidak mungkin dialami hanya dalam jangka waktu hidup satu individu (generasi) manusia yg hanya puluhan tahun. Ilusi waktu dalam evolusi ini harus diterima dengan melebarkan "rasa hidup" dari puluhan menjadi jutaan tahun. Demikian juga korupsi, perkembangan korupsi bukan karena satu atau dua dekade sebelum saat ini. Penelahannya serta mengerti kenapa awalnya muncul korupsi ini sangat melelahkan karena selalu menemukan awal yg tak berujung. Dan bahkan mencari kenapa korupsi muncul ini sering tidak membuahkan hasil apa-pun dalam usaha menghapus korupsi. Menghilangkan korupsi juga bukan proses pendek yang hanya dalam waktu singkat satu dua generasi, dan sangat jelas tidak dalam seratus hari ! Membuktikan korupsi mirip dengan membuktikan evolusi. Keduanya sebenernya sudah memiliki data otentik. Tinggal bagaimana menerimanya sebagai apa adanya, menerimanya seadanya. Semua juga tahu data itu sahih, dengan sedikit membaca saja semua juga akan dengan mudah untuk tahu kalau fosil itu merupakan jejak-jejak peninggalan sisa masa lampau. Rata-rata satu fosil atau satu individu mewakili kira-kira sejuta populasi. Hanya satu persejuta bagian yg telah tersimpan. Sulitnya penyimpanan "preservation" ini sering menjadikan kontroversi dalam menerima evolusi sebagai sebuah teori yg benar maupun sebuah kenyataan. Semua juga tahu kalau kuitansi itu aspal, tapi sebaliknya banyak yg tidak perduli dan bahkan pura-pura ngga tahu dari mana asalnya. Dan dengan mudah menerimanya sebagai bukti sah. Dalam kasus korupsi juga perlu data serta dokumen untuk membuktikannya, namun disini jutaan dokumen tersedia dan semuanya membuktikan bahwa ... tidak ada satu korupsi !. Namun yg tak kalah menarik adalah banyaknya orang-orang yg enggan dan tidak sungguh-sungguh menghilangkan korupsi (ngomongnya sih lantang "korupsi kudu dibrantas"). Walaupun saya yakin dia tahu apa itu korupsi, mereka juga tahu apa akibat korupsi. Mungkin sulit dilepakan karena sudah merupakan bagian dari dirinya ... upst ! Sebaliknya banyak yg enggan menerima evolusi sebagai kenyataan karena merasa tidak mengalaminya. Banyak yg tidak mau tahu bahwa dalam dirinya ada terkandung sifat materi yg tidak lepas dari sifat fisik biologinya. Keduanya juga sering mbundet .... RDP -- my blog : http://putrohari.tripod.com/Putrohari/ --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

