Menambahkan lagi imil dari seorang kawan lama yg saat ini sedang
belajar di Jepang.
Saya rasa temen-temen di IAGI juga sepakat utk selalu update dengan
ilmu-ilmu baru sehingga satu tolok ukur "ilmiah" yg juga disinggung
Pak Fajar ini, akan menunjukkan jejak-jejak menuju THE TRUTH.

btw, kalimat terakhir dari Pak Fajar ini kemaren sempet mencuat di
obrolan IAGI ...
"Apakah Ibukota Indonesia di Jakarta masih layak ?"
Banjir ... Kekeringan ... kemacetan ... semrawut dll 
Dengan laju perkembangannya saat ini ... apakah daya dukung alam
Jakarta masih tahan untuk 30 - 50 tahun lagi ?

Salam.

RDP
====
Fajar Chiba  <[EMAIL PROTECTED]> to me 
  More options  11:21am (8 minutes ago) 

Dear Mas Vicky,
 
Apa Kabar? Saya sedang berkelana di negeri Samurai mencari `sesuatu`
yang mungkin bisa disharing dengan para geologis dinegara kita
khususnya para ahli hidrogeologi. Kalau boleh titip e-mail ini  untuk
pak Deddy Sitorus ini ya ... terimakasih.
 
Salam,
Fajar ex-komisi Geologi Tata Lingkungan PP IAGI 
 
Yth Pak Deddy Sitorus
 
Memang agak sulit bagi suatu organisasi keprofesian untuk menyikapi
suatu kejadian yang sangat beraroma politis. Kalaupun itu harus
dilakukan maka saya kira basis ilmiahlah satu-satunya cara untuk
menjawab agar tetap mendapat jawaban yang berimbang, kalau sisi ilmiah
sudah dianggap kamuflase ...maka ...mohon saran aspek lainnya yang
masih bisa dipercaya.
 
Keberanian IAGI untuk membuat press release ...saya kira bisa diberi
acungan jempol ...sebagai suatu keberanian bersikap. Adanya tanggapan
dari bapak juga saya kira perlu diberi acungan jempol.... karena
berarti masih ada yang peduli di negara kita ini.
 
Terlepas dari kasus Buyat ...sebagai orang yang bekerja di bidang
penelitian airtanah (hidrogeologi), saya pernah mendapatkan kasus pada
suatu lokasi transmigrasi baru di Malili (Sulawesi) dimana airtanahnya
secara alami sudah mengandung logam berat. Hal ini berawal dari
kebingungan para transmigran ... tidak ada lokasi penambangan ....
tapi air sumurnya tidak dapat diminum. Kasus ini sudah dipublikasikan
... tetapi yang meresponnya malahan pemerintah Thailand, mereka
langsung membuat pemetaan dan analisa kimia airtanah alami di daerah
tertentu (dalam bahasa geologi disebut daerah alterasi) dan membuat
regulasi baru mengenai perencanaan pengembangan pemukiman di
wilayah-wilayah tersebut.
 
Pada dasarnya ada beberapa wilayah yang secara alami tidak layak huni,
 
Mohon maaf jika terlalu panjang.
 
Salam,
Fajar Lubis.

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke