>
Dari pengamatan yang kita lakukan samapai saat ini saya kira kita
sependapat bahwa negara kita belum mempunyai suatu kebijakan
energi yang cukup manatap sebagai landasan kehidupan berbangsa untuk 10
atau 20 yhn kedepan.
Sampai saat ini yang dianggap merupakan energi utama dalam kehidupan
berbangsa adalah minyak , sedangkan energi lainnya masih disebutakan
"energi alternatif". Walaupun saat ini sudah ada kecenderungan untuk
meningkatkan pemanfaatan energi gas.
Akan tetapi kelihatannya ini lebih disebabkan oleh adanya penemuan gas
yang cukup besar dan sulitnya menemukan pasar untuk LNG sebagai akibat
melimpahnya LNG di pasar dunia , sehingga LNG Indonesia tidak lagi
memiliki "captivee market" sebagai mana sepuluh tahun yang lalu.
Drai berbagai ktifitas asosiasi profesi maupun para praktisi
industri,sudah banyak pemikiran untuk mengoptimalkan energi yang
dihasilkan .
Hal ini terlihat dengan adanya tuntutan dari para profesional dari bidang
eksplorasi dan eksploitasi SDA untuk meningkatkan eksplorasi ( IAGI) ,
meningkatkan nilai /mengoptimalkan energi batubara (dari lignite sampai
peat di PIT IAGI IATMI), pengoperasian marginal field ( IATMI dan
praktisi/pemerintah pad Brownsfield seminar), mengaktifkan /menghidupkan
kembali panas bumu ( Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Desember 2004).
Tentunya pemikiran pemikiran yang sebagian sebagian seperti ini perlu
dihimpun dalam pemikiran yang lebih komprehensif ( dari sisi pemikiran
sumber daya, opeasional, keekonomian termasuk fiscal regim dsb).
Re- KAIKNAS 1995 yang telah lalu , dimana arah dari kongres tersebut
belumlah fokus , maka adalah tepat waktunya asossiasi bergabung dalam
suatu seminar yang dirancanmg kebih baik , dimana para ahli (yang benar
benar berkompeten) mengetengahkan ide ide yang berkaitan dengan kebijakan
energi dari sudut pandang profesinya.
Tentunya seminar ini tidak perlu dan tidak usah terlau melibatkan seluruh
anggota.Yang penting seluruh pemikiran ("besaar") dari masinhg masing
profesi dapat dibicarakan.
Tentu saja kalau tujuannya untuk membuat semacam "buku putih" (usulan)
dari kita , akan perlu dibentuk "steering committee" yang selanjutnay
akan menyusun naskah usulan tsb.
Nah dengan cara ini , secara profesional kita akan dapat menyumbangkan
pemikiran pemikiran besar kepada negara dan bangsa.
Semoga ADB tidak akan merasa capai dan lelaaah untuk menyambut dan
mengeritik usulan si Abah.
Tengkyu.
Si Abah
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------