PGCE adalah singkatan dari Petroleum Geology Conference and Exhibition,
yang diselenggarakan oleh
GSM (Geological Society of Malaysia), yang diselenggarakan setahun sekali
dan mengkhususkan di bidang
petroleum. Acara ini biasanya cuman 2 hari saja, dan baru saja selesai
minggu lalu, 15-16 Desember.
GSM sendiri setiap tahun mengadakan conference sendiri yang sifatnya lebih
umum, mirip dengan
IAGI annual convention, yang panitianya dari segala bidang ilmu geologi
(tapi kelihatannya malah minus/sedikit
partisipasi dari orang-orang Petronas). Sedangkan PGCE, semua panitianya
adalah dari Petronas. Dan yang
agak unik menurut saya adalah, walaupun event ini utk petroleum tetapi
tidak ada satupun panitia yang berasal dari PSC yang
beroperasi di Malaysia. Sangat berbeda sekali dengan IAGI, yang banyak
melibatkan personel dari PSC.
Saya belum pernah melihat suatu acara yang sebesar IPA disini.
Tahun lalu di PGCE, saya lihat ada tiga nama Indonesia di Poster session,
saya sendiri, Sugeng Suryono (program
Phd di University Malaysia) dan Herman Darman. Tahun kemarin paper yang
dipresentasikan ada sekitar 38 paper,
dgn poster session ada sekitar 18 poster. Sehingga presentasinya diadakan
di dua ruangan. Shell dan ExxonMobil
sangat mendominasi paper presentation. Belum ada nama Indonesia yang muncul
di oral presentation.
Tahun ini PGCE-nya menurut saya sedikit sepi. Oral presentation cuma ada 23
paper, dan posternya masih bertahan,
yaitu sekitar 17 poster. Saya lihat sudah mulai banyak nama Indonesia
sekarang, ada Aris Setiawan, Gunawan Taslim,
Sugeng Suryono, saya sendiri, di Oral paper presentation dan ada Agus
Widjiastono di Poster session. Utk oral presentation
tahun ini, dari PSC sangat sedikit, Shell cuman keluar 1 paper, ExxonMobil
2 paper, dan Murphy 1 paper.
Yang buat saya agak sedih (ini kalau berpikir negatif lho....), dari dua
orang Indonesia yang maju oral presentation yaitu saya dan Sugeng,
dua-duanya ditaruh di presentation yang paling akhir, yang satu di hari
pertama , yang satunya lagi di hari kedua.
Kalau mau berpikir positif dan nyenengin hati sih, dua paper orang
Indonesia ini ditaruh paling akhir, untuk nahan orang-orang supaya
nggak bubar sebelum conference berakhir.........he he he...
Yang menurut saya agak unik juga adalah souvenir yang diberikan kepada
peserta. Tahun lalu diberikan 'ransel' yang bentuknya seperti
ransel utk terjun payung, sangat bagus. Tahun ini dikasih jaket, jadi tidak
melulu tas tangan tipis, yang biasanya begitu habis conference
langsung nggak dipakai lagi.
Secara umum, menurut saya IPA lebih meriah. Acara seperti PGCE ini, OK-lah
utk negara kecil seperti Malaysia yang penduduknya cuman
sekitar 23 jutaan.
Salam,
Teguh P.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------