Kalau ukuran gempa  dihubungkan dengan bencana permukaan tentu memang yang 
lebih akurat adalah pengukuran gelombang permukaan karena umumnya yang 
menimbulkan bencana besar adalah gelombang permukaan  tersebut 

Saya baca di website bahwa pengukuran gempa dihitung dari 2 factor 
...yaitu waktu  tempuh antara P wave dan S wave yang membantu menentukan 
jarak dari tempat pengukuran ke lokasi gempa..dan yang kedua adalah 
pengukuran amplitudo dari shear wave . Dari amplitude dan distance baru 
ditentukan magnitude....dari magnitude lalu dihubungkan ke energi dan lalu 
ke rithcer...
Jadi di skala rithcer tidak pernah digunakan gelombang permukaan dalam 
perhitungannya...(CMIIW)...

Nah yang jadi pertanyaan bagaimana metode yang digunakan oleh USGS dalam 
perhitungan gelombang permukaan tersebut ...apakah dari konversi energi 
yang dihitung dengan metoda di atas , kemudian melakukan permodelan 
perhitungan bila gelombang permukaan tersebut melewati laut dan kemudian 
memperkirakan berapa  besar energi tsunami yang akan timbul...(karena 
gelombang permukaan tergantung sekali dengan media penghantarnya...)

Kalau kasus gempa di aceh apakah juga dirasakan di jakarta ?...kalau di 
balikpapan kok enggak ya...? Mungkin enggak kalau energi gempanya sendiri 
tidak terlalu besar (benar catatan BMG ) tapi effect tsunami karena gempa 
tersebut yang lebih dominan...? sehingga yang terkena effect lebih di 
daerah yang dekat pantai....?

Karena Indonesia banyak daerah pantai..apakah mungkin dibuat skala juga 
untuk bencana tsunami yang dihubungkan dengan energi gempa...kalau gempa 
sekian ritcher maka energi tsunami akan sekian ....? 
dan apakah bisa dihitung juga kalau terjadi gempa pada jam tertentu , maka 
akan berapa jam lagi  kita akan menerima gelombang permukaan atau tsunami 
tersebut...sehingga pencegahan effect tsunami bisa dilakukan...?

Kalau masalah kalibrasi masak sih tools BMG enggak pernah dikalibrasi...?


Regards

Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/TUN/G&G 
0542- 533852






Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]>
26/12/2004 10:01 PM
Please respond to iagi-net

 
        To:     [email protected], "Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)" 
<[EMAIL PROTECTED]>
        cc: 
        Subject:        [iagi-net-l] Seberapa besarnya gempa kali ini ?


On Sun, 26 Dec 2004 04:35:35 -0800 (PST), nyoto Soenarwi
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Seismograf-nya BMG RI perlu dikalibrasi lagi tuch ..... kenapa sampai 
begitu besar kesalahannya?  (antara 6.6 SR dibanding 8.1 - 8.5 SR di USA & 
Perancis).
>
> Gimana itu Bang Mail, di BPPT apa ada yang bertanggung jawab untuk 
mengkalibrasi seismograf BMG RI?
>

Seberapa besarnya gempa ini ?

Seringkali angka ini menunjukkan seberapa besar kekuatan "daya rusak"
gempa ini. Namun seringkali sampingan dari gempa seperti gelombang
tsunami kali ini justru itulah yg menyebabkan banyak korban.

Ya kali ini BMG menuliskan sebelumnya menyatakan 6,4 SR dan diruba 6.6
SR dan terkahir menyebutkan 6.8 SR setelah diralat (detik). USGS Badan
geologinya Amerika menyebutkan 8.1 yg kemudian diralat menjadi 8.5,
teakhir saya akses di web USGS menyebutkan 8.9 SR.

Jadi mana yg mesti dipercaya kekuatan gempanya yg akurat BMG atau USGS ?
Masalahnya bukan sekedar percaya yang mana. Banyak hal yg mesti
dilihat dari sebuah kejadian gempa ini, dan juga bagaimana
mengevaluasinya. Saya bukan ahli gempa namun sering mengamati kejadian
gempa-gempa ini, karena .

Untuk melihat kekuatan gempa tentunya ada banyak yg mesti dilihat,
beberapa aspek dibawah ini mesti diketahui.

Kejadian gempa bukan sekali saja "mak dher !" terjadi. Selain adanya
gempa susulan dari titik gempa (epicenter) yang sama, juga gempa ini
terjadi berturutan dalam sebuah daerah yg berdekatan yang sering
dihubungkan dengan sebuah patahan (fault) dimana patahan ini sering
juga berupa batas lempeng tektonik yg bergerak aktif. Di region atau
tempat ini gempa terjadi beberapa kali ditempat yg berdekatan.
kekuatannya berbeda-beda dan belum tentu yg terbesar terjadi paling
awal. Sehingga kekuatan gempa itu sering dikoreksi ulang. Jadi mungkin
saja gempa pertama kedua dsb harus diperhitungkan. Itulah sebabnya
USGS maupun BMG selalu mengkoreksi berapa besarnya gempa kali ini.

Skala kekuatan gempa juga bermacam-macam. Ada skala Richter (ini yg
paling populer), selain itu juga ada Skala MMI. Skala ini diukur
berdasarkan metode serta tujuan yg berbeda-beda. bahkan skala Richter
yg dipakai BMG-pun berbeda dengan metode yg dipakai USGS. Kalau tidak
salah BMG menggunakan gelombang dalam bumi, sedangkan USGS menggunakan
pengukuran gelombang permukaan (broad band), yang tentu saja hasilnya
berbeda, bahkan angka yg ditunjukkan USGS akan cenderung lebih besar
angkanya. Skala gempa juga ada yg mengacu kepada "rasa" serta
pengamatan visual. Skala ini cenderung dipakai utk melihat kerusakan
yg ditimbulkan, bukan energy yg dipancarkan akibat gempa. Gempa dalam
tentunya efeknya berbeda dengan gempa yg dangkal, walopun kekuatan
energinya sama.

Mungkinkah alat BMG perlu kalibrasi ulang ?
Jawabnya bisa iya bisa tidak, masalahnya metodenya saja jelas berbeda,
tentunya hasilnya tidak sama. Mungkin penyamaan metode ini perlu juga
untuk konsistensi angka. Dan kalau saya melihat angka korban jiwa yang
mencapai 2500-an saja sudah cukup membuat prihatin tanpa melihat angka
skala richternya.

Gempa di aceh ini sebenernya sudah pernah di"ramalkan" bakal terjadi
oleh Dr Danny (dari ITB) seperti yg aku kutip sebelumnya. Namun
ternyata penantian gempa ini masih jauh dari sempurna, karena ramalan
ini baru "dateng" setelah setahun diduga bakal terjadi.

Siapa sih yg berani bertaruh dengan ramalan gempa dengan orde
kesalahan seperti ini ?

RDP
================


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan 
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke