Informasi dapet dari temen..
=============================
AMIR AL AMIN - DKS/OPG/WGO 
TOTAL E&P INDONESIE
BALIKPAPAN
(62-542)-534283 - (62)-811592277
=============================


> Kamis, 02 Oktober 2003
> WASPADAI GEMPA BESAR DARI ZONA SUBDUKSI MENTAWAI
> 
> Bandung, Kompas - Berdasarkan sejarah penelitian
> geologi dan catatan siklus 
> seismik gempa berskala 9,0 skala richter sekitar
> zona subduksi di lepas 
> pantai Barat pulau Sumatera, khususnya sekitar
> Kepulauan Mentawai, saat ini 
> berada di ujung siklus seismik tersebut. Oleh karena
> itulah perlu dilakukan 
> persiapan, membuat simulasi, sehingga siap
> menghadapi kemungkinan gempa bumi 
> berkekuatan besar.
> 
> Hal itu disampaikan pakar geologi gempa bumi Dr
> Danny H Natawidjaja, dalam 
> diskusi kondisi Geologi Selat Sunda, Rabu (1/10), di
> Auditorium Museum 
> Geologi, Bandung.
> 
> Pembicara lain adalah Dr Surono, Kepala
> Subdirektorat Vulkanologi dan 
> Mitigasi, dan Dr Hamzah Latief, geolog dari Institut
> Teknologi Bandung.
> 
> Ketiganya sependapat, minimnya data-data geologi
> mengenai berbagai tempat di 
> Indonesia menjadi kendala utama memperkirakan
> kemungkinan terjadinya bencana 
> geologi berupa gempa bumi, letusan gunung api, atau
> tsunami. Oleh karena 
> itu, penelitian geologi di berbagai tempat lebih
> banyak dilakukan, sehingga 
> terkumpul data-data geologi yang memadai.
> 
> Berdasarkan sejarah penelitian geologi di sekitar
> Mentawai, Danny 
> menjelaskan, didapatkan siklus seismik gempa bumi
> besar tahun 1381, tahun 
> 1608, dan yang terakhir tahun 1833. Aktivitas
> seismik di zona subduksi itu 
> mengangkat naik pulau-pulau di Mentawai sekitar dua
> meter. Melihat siklus 
> itu, kita sekarang berada di ujung siklus seismik
> tersebut, cuma sulit 
> mengetahui persis kapan gempa berkekuatan 9,0 skala
> richter itu akan 
> terjadi.
> 
> Dia menguraikan, di Pulau Mentawai dipasang enam
> stasiun GPS (global 
> positioning satelite). "Setelah dipasang alat di
> Mentawai, kita tahu 
> pulau-pulau di Mentawai itu bergerak sekitar tiga
> sampai empat sentimeter ke 
> arah Pulau Sumatera per tahun. Jadi, daerah di bawah
> muka laut itu terus 
> mengumpulkan energi, nanti suatu saat ketika sudah
> tidak bisa ditahan lagi, 
> akan dilepas sehingga terjadi gempa," ujarnya sambil
> menjelaskan data-data 
> seismik menunjukkan gempa di zona subduksi sekitar
> Mentawai adalah gempa 
> berulang.
> 
> Dari data pergerakan itu, lanjut Danny, bisa
> dilakukan perhitungan. Jika 
> pergerakannya sekitar 3-4 cm, sedangkan pengangkatan
> Pulau Mentawai sekitar 
> dua meter, dengan kondisi zona di bawahnya yang
> landai, untuk mengangkat dua 
> meter itu dibutuhkan pergerakan di zona subduksi
> sekitar 10-12 meter. 
> Artinya, bisa dihitung kemungkinan terjadi lagi
> gempa 250-300 tahunan. (oki)
> 
> Sumber website: IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia)

Kirim email ke