Ini sedikit cerita dari republika sabtu mengenai sumbangan dari rakyat 
Saudi ke negara yang tertimpa tsunami. Kira-kira sekitar 66 juta USD 
sedangkan koran hari ini kalau tidak salah menyebutkan jumlahnya sudah 
mencapai 160 juta USD.

rahmat

__________________________________________________________________

Saudi Galang Dana Bencana 


SANA'A -- Upaya menggalang dana untuk korban gempa dan tsunami bukanlah 
monopoli dunia Barat. Dalam dua hari terakhir, masyarakat Arab Saudi telah 
mengumpulkan 242 juta riyal (sekitar Rp 593 miliar). Aktivitas 
penggalangan dana ini berlangsung meluas di seluruh jazirah Arab sesuai 
instruksi Raja Fahd bin Abdul Aziz.
Raja Fahd pribadi menyumbang 20 juta riyal. Putra Mahkota Pangeran 
Abdullah menyumbang 10 juta riyal, dan Deputi II Perdana Menteri yang juga 
Menteri Pertahanan, Pangeran Sulthan, menyumbang 5 juta riyal. Pengusaha 
kaya Pangeran Waleed bin Talal menyumbang 70 juta riyal. Sebesar 15 juta 
riyal di antaranya berupa uang tunai, serta sejuta set pakaian dan 3.000 
tenda senilai 55 juta riyal.
''Kita ingin buktikan sangkaan media Barat bahwa umat Islam enggan 
membantu saudaranya yang ditimpa musibah adalah tidak benar, mari 
secepatnya kita ramai-ramai menyumbang dengan segala kemampuan yang ada,'' 
ungkap Syekh Abdullah, seorang ulama Arab Saudi. 
Dari dana yang terkumpul, dia menilai Indonesia lebih berhak untuk 
menerima sumbangan tersebut. ''Di Indonesia tempat komunitas Muslim 
terbesar di dunia. Jamaah haji terbesar juga datang dari Indonesia,'' 
lanjutnya. Lagi pula, dibanding negara lain korban gempa dan tsunami 26 
Desember 2004, Indonesia paling parah.
Menurutnya, yayasan-yayasan kebajikan di Arab mengalami kesulitan karena 
rekeningnya diblokir setelah dituduh mendanai kegiatan teror. ''Seandainya 
yayasan-yayasan kebajikan yang kita miliki tidak dalam keadaan sulit 
(karena tudingan sebagai pendonor gerakan terorisme oleh Barat), mereka 
sudah jauh lebih dahulu menuju tempat bencana dibandingkan Barat,'' 
tegasnya.
Hingga Kamis (6/1) menjelang tengah malam waktu setempat, pusat-pusat 
penggalangan dana kebajikan di seluruh provinsi di Arab Saudi masih terus 
didatangi para penyumbang. Para petugas pusat penggalangan dana pun terus 
menghitung jumlah uang tunai yang diterimanya. Selain uang tunai, 
masyarakat juga ada yang menyumbang mobil, perhiasan, serta pakaian. Bahan 
makanan dan obat-obatan juga terlihat menggunung di pusat-pusat 
pengumpulan dana. 
Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi juga telah menjanjikan bantuan dana 30 
juta dolar untuk para korban. Kuwait juga menyalurkan bantuan. "Dana 
Kuwait untuk Pembangunan Arab (KFAED) akan menyusun ulang hibah pinjaman 
dan akan menambah grace period pembayaran untuk membantu mereka," kata 
Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Mohammad al-Sabah, Jumat (7/1). 
Indonesia termasuk yang mendapat kucuran dana KFAED. Pemerintah, kata 
Sheikh Mohammad, akan membantu 10 juta dolar AS untuk negara-negara di 
Asia yang terkena bencana. 



Kirim email ke