Sebuah paper lama, tahun 1932, tulisan T. Terada, dari Bulletin of the
Earthquake Research Institute, vol. 9, hal. 226-255, berjudul "On Luminous
Phenomena Accompanying Eartquakes" menimbulkan kegemparan tersendiri pada
zamannya dan menghasilkan sebuah istilah di kalangan ilmuwan pengamat gempa
sebagai "earthquake lights"
Fenomena misterius earthquake lights secara sederhana bisa kita artikan sebagai
efek-efek cahaya (a.l. berwarna putih) yang nampak secara jelas dan menyolok,
di luar normal (abnormal), yang keluar dari permukaan Bumi beberapa saat
sebelum terjadi gempa. Kebetulan, yang dilaporkan akan penampakan2 itu (ah,
seperti "dunia lain" saja...) adalah gempa2 bermagnitudo besar (M > 7.0).
Disebutkan, kejadian2 itu banyak dilaporkan di China, Amerika, dan Eropa.
Saya tidak bisa menggali lebih dalam informasinya karena tidak punya paper
tulisan Terada (1932) itu. Tulisan ini hanya didasarkan kepada sebuah artikel
di Geosurvey Newsletter P3G Bandung, vol. 9, no. 30, hal. 327, tahun 1977, yang
merujuk kepada paper Terada (1932). P. Hedervari, orang Hongaria, dari Research
Group on Planetary and Geophysical Volcanology, punya hubungan baik dengan P3G
di Bandung saat itu. Dan, melalui artikelnya itu, dia mengundang para ilmuwan
Indonesia untuk mengamati atau mencatat laporan2 yang berhubungan dengan
penampakan "earthquake lights". Bersamaan dengan itu, gejala2 hewan yang aneh
menjelang gempa terjadi dimintakan diamati juga. Semuanya ini untuk kepentingan
riset internasional prediksi gempa.
Maka, setelah lebih dari 25 tahun undangan Hedervari itu dilayangkan, bagaimana
kemajuan riset penampakan earthquake lights ? Saya tak punya referensi yang
lebih baru tentang itu. Kalau ini gejala2 misterius, memang tak dapat
diharapkan digali secara detail dari buku2 geologi gempa, barangkali. Tetapi,
pasti ada referensi2 terbaru tentang ini.
Kalau benar ada, tidak jarang pesan2 alam disampaikan secara tersandikan, kita
sekarang menyebutnya misteri. Terada dan Hedervari tidak tahu apa penyebab
earthquake lights, tetapi mereka sendiri pernah melihatnya. Benarkah sebuah
misteri...?
Salam,
awang
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'