Noor, putra daerah yang sangat faham dan tentunya concern dengan 
daerahnya.........
Sebenarnya kota Cilacap masih sangat "terbuka" dari arah SW karena 
letaknya yang relatif diutaranya  ujung timur pulau Nusakambangan. Kalau 
segara anakan disebelah barat lebih terlindung. 
Kotaku di-kaki gunung Slamet lebih aman.......(dari ancaman tsunami.....) 

Djoko Rusdianto




"Noor Syarifuddin" <[EMAIL PROTECTED]>
28/01/2005 02:37 AM
Please respond to iagi-net

 
        To:     <[email protected]>
        cc: 
        Subject:        Re: [iagi-net-l] Fwd: Informasi seputar Tsunami


Pak Awang,
Betul sekali bahwa Nusakambangan bisa jadi buffer yang ampuh karena dia
memang sejajar dengan pulau jawa alias barat -timur.....namun demikian
karena posisi Cilacap yang sedikit menjorok ke laut, maka di sisi barat 
dan
timur ada kemungkinan lolos.....

Sisi barat kemungkinan lolosnya besar, karena dengan sedimentasi yang 
cukup
hebat di kawasan segara anakan (sedikit beda dengan pendapat pak Awang),
maka akan ada 'ramp' yang memungkinkan si gelombang merayap sampai jauh ke
dalam....padahal daerah ini dikenal dengan penduduknya yang hidup di atas
air (mirip kampung air yang di ada di Bandar sri begawan itu...cuman kumuh
he  he  he  )....

Sisi timur kemungkinan bisa agak tertolong karena mulai dari pantai
Srandil-sebelah Timur muara S. Serayu... (ke arah timur utara arah luar 
kota
cilacap-inget tempat bertapanya pak Harto...?), kelihatannya sudah mulai 
ada
pantai yang langsung berhadapan dengan tebing.....dan menerus sampai ke 
arah
Gombong (karang bolong dst...). Memang ada sih sedikit teluk dengan pantai
yang landa model di pantai Ayah.....tapi jalur evakuasi relatif lebih 
mudah,
karena di sekitarnya banyak bukit....

Di jaman saya kecil ada legenda yang sangat kuat bahwa Cilacap akan hancur
lebur kalau Nusakambangan sudah ada "pasarnya" alias sudah jadi kota dan
hutannya dibabat habis....ini kelihatannya berkaitan dengan fungsinya
sebagai buffer itu....


salam,




----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; "Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)"
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, January 27, 2005 9:19 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Fwd: Informasi seputar Tsunami


> Sekedar meluruskan dulu, "Ring of Fire" sebenarnya istilah yang dibuat
untuk sekeliling Pacific Basin, meliputi pulau-pulau dari ujung Amerika
Selatan naik ke utara melipir di pinggir barat Amerika, menyebrang ke Asia
melalui Alaska, jembatan Kamchatka-Kuril, lalu mendarat di Jepang,
berestafet ke Filipina, Halmahera, utara Papua, lalu turun tergelincir 
lagi
ke selatan melalui jembatan island arc nan indah Bismarc-Solomon-New
Hibrida-New Caledonia dan perjalanan berakhir di Selandia Baru. Tepi benua
Sumatra-Jawa bukan "ring of fire" sensu stricto. Kalau Nusa Tenggara
transisi-lah. Ring of Fire = Circum Pacific. Kalau Sumatra-Jawa is a part 
of
Mediterania belt (walau ini juga harus diluruskan sebab Mt. Everest di 
jalur
ini have no fire..
>
> Tsunami di Cilacap. Efek hilangnya Pegunungan Selatan Old
Andesite-Paleogen carbonate di selatan Jawa Tengah itulah yang menyebabkan
benteng pertahanan terhadap tidal wave atau pun tsunami bobol. Di sini
Pegunungan Selatan merosot tenggelam jauh ke offshore selatan Nusa 
Kambangan
dan baru muncul lagi di Kali Opak Yogya. Memang tak bisa diharapkan ada
tebing curam di pantai ala Jawa Barat Selatan atau sekitar Pegunungan 
Kidul
sampai selatan Jember.
>
> Hilang tebing karang Pegunungan Selatan, bukankah ada Nusa Kambangan dan
Segara Anakan yang orientasinya barat timur. Saya pikir ini buffer zone -
surf breaker, penghalang tsunami, kalaupun ada. Lagipula, sedimentasi
Citanduy jalan terus di situ, mengancam penutupan Teluk Pangandaran dan
memperluas Rawa Pening. Ini juga bisa jadi buffer zone. Kali Serayu pun
bermuara ke situ di Teluk Penyu persis di sebelah timur Cilacap,
kelihatannya ini pun buffer zone yang lain. Tebing karang curam penghalang
tsunami memang tak ada, tapi di wilayah ini sejak dari Pangandaran ke 
Karang
Bolong adalah daerah sedimentasi yang hebat. Harapannya, yah..beting2 
pasir
sejajar pantai itu bisa jadi benteng pertahanan kalau pun tsunami terjadi.
>
> Di sekitar Cilacap memang pernah terjadi beberapa gempa, Wonosobo di 
utara
tahun 1924, cukup banyak ditulis di buku2 historis, rupanya masyarakat 
cukup
terkesan dengan peristiwa itu. Atau tahun 1979 di Tasikmalaya dengan
magnitudo 6,0 barangkali masih ingat. Beberapa episentrum gempa memang
muncul tercatat di selatan Jawa, itulah barangkali yang menjadi alasan
kenapa BMG memerahkan seluruh pantai selatan Jawa menjadi wilayah rawan
tsunami (itu di peta skala kecil). Kelihatannya, peta ini harus 
didetailkan,
dan harus dilihat mana-mana yang memang rawan tsunami atau tidak. Kalau 
ada
tebing karang lebih tinggi dari 30 meter, tsunami hanya menggempur karang.
>
> Kalau pun terasa ada gempa di Cilacap, karena kota pantai, sebagai
tindakan darurat memang lari saja sebisanya menjauhi pantai. Memang tak 
ada
perbukitan menyolok, bukit hanya ada di tengah Nusa Kambangan, tapi itu
berarti harus lewat dulu laguna sempit antara Cilacap dan Nusa Kambangan.
Jangan menyeberang laut menuju perbukitan di Nusa Kambangan, jangan juga
terlalu dekat dengan tepi Kali Serayu. Lari menjauhi pantai, itu saja.
>
> Salam,
> awang
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Please another help !
> Thanks
>
> RDP
> "psst .... from dewi cinta euy !!"
> ---------- Forwarded message ----------
> From: ratih dewicinta
> Date: Wed, 26 Jan 2005 22:50:57 -0800 (PST)
> Subject: Informasi seputar Tsunami
> To: [EMAIL PROTECTED]
>
>
> Bpk. Rovicky yang saya hormati,
>
> Saya telah membaca tulisan-tulisan Bapak di internet tentang tsunami
> dan menurut Bapak siapa saja boleh bertanya kepada Bapak tentang
> tsunami. Oleh karena itu ijinkan saya menyampaikan beberapa pertanyaan
> kepada Bapak, semoga Bapak berkenan untuk menjawabnya.
>
> Saya dan keluarga tinggal di Cilacap, yang katanya merupakan daerah
> rawan tsunami karena berada di selatan pulau jawa dan berdekatan
> dengan the ring of fire. Saya sungguh-sungguh ingin mengetahui tentang
> tsunami dan untuk saya bekalkan kepada anak cucu (karena nampaknya
> kami harus hidup berdampingan dengan tsunami).
>
> Adapun pertanyaan saya antara lain :
> 1. Pantai di Cilacap merupakan pantai yang berbentuk teluk. Bagaimana
> perediksi Bapak tentang tsunami yang mungkin terjadi di Cilacap.
> (Besar-kecilnya, jarak pengrusakannya).
> 2. Daerah di sekitar pantai tidak ada yang berupa bukit atau dataran
> tinggi, bagaimana sebaiknya evakuasi yang dilakukan ?
> 3. Bagaimana konstruksi bangunan yang tahan gempa dan tsunami?
> 4. Sampai sejauh ini, sepengetahuan saya, Pemda Cilacap belum
> menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat, apakah di tempat lain juga
> begitu?
>
> Kiranya cukup itu dulu pertanyaan dari saya, atas petunjuk Bapak
> Rovicky, saya ucapkan beribu terimakasih.
>
> ________________________________
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'
>
>
>
> --
> my blog :
> http://putrohari.tripod.com/Putrohari/
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy 
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke