> Pak Awang Kali ini Anda sangat puitis , tersentuh apakah Anda ??? (heheheh). Ada ceritera lucu juga mengenai Krakatoa ini (mungkin ada juga yg tahu) , yaitu dulu pernah ada film dengan judul "Krakatoa EAST of Java". Ceriteranya saya lupa , nonton dimanapun saya lupa.
Kembali kepada tsunaminya sendiri , apakah volume piroklastik yang dihembuskan oleh Krakatoa itu sama atrau paling tidak juga digambarkan oleh volume kaldera yang terbentuk setelah itu ? Difikir fikir hebat ya Indonesia 1883 terjadi letusan Krakatoa 1885 mulailah era eksplorasi minyak di Telaga Said, cuma beda dua tahun lho. Si Abah . Krakatau bukan gunungapi biasa, namanya indah, melegenda, ditemukan di > banyak buku2 di seluruh dunia, menggores kenangan pahit bencana > katastrofik. Beposisi di tengah2 Selat Sunda, tepat muncul di titik potong > dua sistem sesar besar Sumatra dan Jawa, di wilayah kerak teregang tempat > Sumatra dan Jawa berpisah. Kalau letusannya begitu paroxysmal, geologi tak > akan susah mencari jawabannya mengapa. > > Adalah killer wave, tsunami, yang membunuh lebih dari 36.000 penduduk > Lampung dan Banten saat Krakatau meletus dahsyat 26-27 Agustus 1883. Baca > saja di semua buku top record world's natural disaster, pasti Krakatau > selalu duduk di tiga besar, kalau bukan di puncaknya. Ini tentu tipe > tsunami yang lain daripada yang terjadi di Aceh dan wilayah Asia Selatan - > Afrika Timur 26 Desember 2004 lalu. > > Yokoyama (1981) - Journal of Volcanology and Geothermal Research vol. 9, > menulis bahwa tsunami terbesar letusan Krakatau terjadi saat ejecta menta > - piroklastika yang diletuskan Krakatau kembali jatuh ke laut Selat Sunda, > luar biasa volumenya (18 km3, tulis Verbeek, 1885), sehingga mendangkalkan > perairan Selat Sunda seketika, bahkan rempah2 volkanik itu membentuk dua > pulau baru, Calmeyer dan Steers, yang tiba-tiba muncul dalam semalam. Di > buku terlengkap tentang erupsi Krakatau 1883 ini (Simkin dan Fiske, 1983) > ada peta Selat Sunda sebelum dan sesudah letusan Krakatau. > Membandingkannya, ada pulau yang hilang, ada pulau baru yang muncul, ada > jurang laut baru, ada daratan dan dangkalan baru dll. Benar2 berubah > drastis dalam semalam...Maka, air laut Selat Sunda, mau tak mau mesti > berpindah tempat dalam semalam itu, memberikan tempatnya buat semua hujan > "kiamat" piroklastika itu. Kemana gelombang berpindah, kalau bukan ke > Banten dan Lampung. Lalu tersapulah lebih dari 100 desa ne > layan di > pantai2 Banten dan Lampung oleh gelombang tsunami 30-40 meter menewaskan > lebih dari 36.000 jiwa. Tahun 1970-an ada film "Krakatau" (Sandi Suardi > Hassan), yang pernah menyaksikannya, tentu bisa merasakan saat-saat penuh > gejolak Bumi dan kegelisahan manusia saat itu (kebetulan saya > menyaksikannya waktu masih jadi anak SD pas ada layar tancap 17 > Agustus-an di kelurahan lain, bukan di kelurahan sendiri..he2..). Kalau > tertarik dengan semua sisik-melik historis, geologis, sosial, erupsi > Krakatau, buku Simon Winchester (2002) : "Krakatoa : the day the world > exploded" dengan sangat detail menggambarkannya. > > Kalau kelak Gn. Krakatu meletus lagi (semoga tidak dalam waktu dekat ini, > karena saat ini komposisi magma-nya belum riolitik lagi seperti 1883 - > terjadi siklus magma yang paralel dengan kegiatan erupsi di gunung ini), > maka tsunami dari Krakatau ke Jakarta butuh waktu 2,5 jam dan memukul > pantai Jakarta dengan gelombang hampir setinggi 2.0 meter (ini dulu, saat > induk Krakatau yang meletus, kalau anaknya sekarang meletus, kelihatannya > ejecta mentanya tak sebesar induknya). > > Tulisan ini hanya mengingatkan saja, bahwa di Indonesia, di negeri kita > tercinta, telah terjadi dua jenis tsunami dengan asal-muasal yang berbeda > tetapi yang sama-sama menduduki the world's top record of the worst > natural disaster : tsunami Krakatau 1883 dan tsunami Aceh 2004. Be > aware... > > Salam, > awang > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

