Jadi kasihan kalau melihat sejarah industri perminyakan Indonesia,
cadangannya sudah mau habis, tapi tetap saja tak bisa mengoptimalkan
kesempatan yg ada bagi kemajuan anak bangsa (menjadi raja di tanah
sendiri?). Kerja di KPS Indonesia memang bukan soal
nasionalis-nasionalisan lagi .. memang bukan jamanya lagi, tapi lebih
mendekati soal keprofesionalan, anda musti bisa terima dengan 10 tahun
pengalaman di bayar jauh lebih murah dibanding Expatriate fresh
graduate, belum fasilitas lainnya..wajar toh Expatriate mendapatkan
lebih dari "orang kita" karena keprofesianalanya  ....tapi kerja dimana
saja bukan soal duit dan fasilitas, kan lebih enak di bawah boss
Expatriate di banding boss "jawa" ...karena lebih professional..padahal
Industri ini mustinya juga mengakibatkan multi effect bagi bangsa,
penyerapan tenaga kerja, management, pendidikan, ekonomi..banyak yg
harus dimanfaatkan bagi warga ini atas keberadaan SDAini

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, February 17, 2005 9:53 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Brain Drain

Total, Unocal, Conoco itu dari dulu terkenal banyak expat-nya. BPMIGAS
suka merasa heran saja, jabatan mau dinasionalisasi, kok yang
berkeberatan kelihatannya bagian SDM KPS juga manajer nasional di fungsi
terkait di mana jabatan itu ada, sehingga mereka bolak-balik ke BPMIGAS
untuk menegosiasi agar expat tetap di situ paling tidak diperpanjang 1-2
tahun lagi... 
 
Saya ngerti kok, mereka ada di posisi terjepit, sandwiched di antara dua
kepentingan. Saya sih berharap BPMIGAS bisa hitam putih menangani
RPTK/A, kalau waktu expat sudah selesai, ya putus saja, kalau sudah
waktunya nasional naik, ya naikkan, jangan mengabu-abukan dan membuka
forum negosiasi terlalu lama. Tapi, dalam banyak kasus ternyata memang
terpaksa abu2. Belum lama ini saya merekomendasikan tidak memperpanjang
tiga orang G&G expat dan menolak kotak baru yang diisi expat dari dua
KPS. Dua disetujui dan mereka dalam proses pemulangan, satu tidak
disetujui pemutusannya, dan kotak baru itu lagi dinegosiasikan. Kapan
menarik, kapan mengulur, adalah gaya bekerja di BPMIGAS. Di atas semua
itu, kita selalu belajar dari pengalaman yang ada, aturan2 baru bisa
dikeluarkan, aturan2 lama bisa diamandemen.
 
Salam,
awang

Arief Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
berkaitan dengan expat : local dalam hal : jml, posisi, salary & benefit
dll, ada baiknya mungkin kalo pak awang sekali2 buka filenya total
indonesie.
setahu saya kok banyak bener kulit putih di sana. saya tidak tahu apakah
ada pelanggaran atau pengkadalan atau semua itu wajar2 saja?

kalau memang benar bahwa sdm di kps2 banyak yg bermental bangsa
terjajah,
mungkinkah bp migas dapat menegurnya karena itu artinya kan menggerogoti
kinerja bp migas secara tidak langsung?


arief


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke