Vicki,
Coba amati peta seluruh lempeng dunia, akan langsung terlihat bahwa lempeng2
kombinasi justru mendominasi. Ketujuh lempeng besar itu (India-Australia,
Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eurasia, dan Antarktika) adalah
lempeng2 kombinasi benua-samudra. Hanya satu yang merupakan lempeng satu jenis,
yaitu Pasifik (lempeng samudra). Kalau lempeng2 kecil, memang kebanyakan sudah
terbagi jadi lempeng benua atau samudra, Misalnya : Nazca (samudra), Arab
(benua), Filipina (samudra), dll. Harap diperhatikan, bahwa lempeng2 kecil itu
bukan pembagian dari yang besar ke yang kecil. Tetapi, sebab ada tepi2nya
sendiri (transform/subduction/MOR) ya harus dijadikan satu lempeng. Tepi2 itu
menentukan batas lempeng. Nah kalau di dalam satu lempeng ada benua dan samudra
tetapi tanpa kehadiran tepi2 itu, maka tak memenuhi syarat untuk didefinisikan
sebagai satu lempeng.
Jadi, apa yang sebenarnya terjadi di antara batas benua dan samudra pada
lempeng kombinasi kalau bukan subduction ? Misalnya, bagaimana hubungan kerak
oseanik dengan sub-benua India di utaranya. Batas ini pernah dipelajari secara
detail untuk lempeng kombinasi Amerika Utara. Di situ benua Amerika Utara
berhubungan langsung di sisi timurnya dengan kerak samudra yang digenerasikan
dari mid-Atlantik ridge. Di batas ini, ke barat adalah kerak benua setebal 125
km, ke timurnya adalah kerak samudra setebal 65 km (ini anomali, sudah
mengalami penebalan tektonik pasti, sebab rata-rata ketebalan kerak samudra
adalah sekitar 20 km saja). Perbedaan ketebalan ini menyebabkan timbulnya
lereng besar antara benua dan samudra. Slope terbentuk baik di sisi atas maupun
sisi bawah daerah transisi ketebalan itu. Slope sisi atas kemudian jadi tempat
pengendapan sedimen asal benua sangat tebal menumpuk di wilayah transisi ini,
dalam suatu cekungan yang terkenal dengan nama geosinklin (geoklin kala
u
namanya sekarang). Saat lempeng Amerika Utara ini bergerak ke barat, di slope
bawah timbul defisiensi massa di astenosfer di sekitar transisi. Geoklin di
atasnya tertarik ke bawah, menimbulkan tumpukan sedimen makin tebal, lalu
terjadi retak-retak di daerah transisi tempat intrusi magma basa menembus ke
atas (eugeoklin namanya). Kemudian gerakan selanjutnya akan menekan sedimen di
geoklin menjadi pegunungan, inilah asal muasal Pegunungan Appalachia. Dalam
teori tektonik geosinklin, urutan2 ini diperhatikan, yang lalu dimodifikasi
dalam teori plate tectonics sebagai asal gerak lateral. Apakah daerah transisi
nantinya bisa jadi zone subduksi. Bisa, kalau retakan itu sedemikian besarnya,
dan segmen kerak oseanik kemudian runtuh ke astenosfer di bawah benua.
Soal yang dikemukakan Pak Tohab Simandjuntak itu harus diklarifikasi dulu itu
untuk periode geologi yang mana. Kalau sekarang, memang semua subduction
(katakanlah kompresi) ada di bekas lempeng yang asalnya bergerak ke utara (ke
equator), dan tidak ada subduction ditemukan di bekas lempeng yang bergerak ke
selatan, di wilayah selatan ini malahan MOR yang mendominasi. Coba, melihatnya
dalam model globe yang 3 dimensi dengan sedikit memasukkan teori expanding
earth-nya Carey (1956), pasti akan lain. Saya pikir, aturan gerak ke polar atau
ke equator dan pola2 kejadian subduction atau MOR bukan sebuah hukum, hanya
memang kondisi present seperti itu, tetapi kondisi pra-Kambrium belum tentu
seperti itu. Pangaea bukan satu-satunya superkontinen yang pernah ada di
sepanjang sejarah Bumi.
Salam,
awang
vicki amir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tetapi apabila pada tepi collision<india-himalaya>itu merupakan tumbukan antara
continen-continen dan tepi konvergen subduksi pada jawa-sumatra apakah ada
batas antara india yang merupakan continen dengan oceanic di selatannya?
Dan berarti apa bisa dikatakan untuk pembagian lempeng menjadi satu lempeng
baik besar maupun kecil harus memenuhi adanya 3 tipe tersebut?bisa sebutkan
lempeng2 kombinasi yang berada di bumi kita ini!
Soal triple joint,,apakah ada efek lain dari tumbukan 3 lempeng tersebut?apakah
terjadi suatu batuan khusus hasil dari tumbukan 3 lempeng tersebut?
Oiya pada geoseminar di auditorium museum geologi kemarin dengan pembicara
DR.T.O.Simandjuntak, ia mengatakan bahwa lempeng yang bergerak dari kutub
menuju equator line, pada bagian tengah lempeng tersebut akan mengalami
extensional sedangkan pada bagian tepi lempeng akan mengalami
compressional,,,,dan lempeng yang bergerak dari equator line menuju kutub akan
mengalami hal yang sebaliknya,,, sebenarnya saya masih bingung juga sih karena
pada saat ditanyakan soal itu jawaban yang dikeluarkan tidak memuaskan,,dan
saya baru mendengar mengenai teori tersebut,,,apakah ada penjelasan lain
mengenai hal tersebut?
Terima kasih,,,wassalam
Salam Geologi
vQ.Rz.aMiR
Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Vicki, (rekan2 alumni silakan
menambahkan)
Seperti yang saya kemukakan, penyusun lempeng ada 3 jenis : (1) lempeng benua,
(2) lempeng samudera, (3) lempeng kombinasi samudra dan benua. Lempeng
Hindia-Australia adalah lempeng kombinasi. Mengapa yang kombinasi itu tidak
dipisahkan saja jadi lempeng2 terpisah ? Sebab, tidak ada alasannya. Pembagian
lempeng didasarkan kepada tepi2 konvergen (subduction), tepi divergen (MOR),
atau tepi transform. Tidak ada bukti ketiga tipe itu ditemukan antara daerah
transisi kerak samudra Hindia dan Pasifik yang menyambung ke benua Australia.
Maka, tidak ada dasar membagi mereka menjadi lempeng2 yang terpisah.
Triple Joint di timur Sulawesi terjadi antara Philippine-Pacific Plate (lempeng
samudra yang kaya akan oceanic plateau di beberapa tempat) , Eurasia Plate
(western Sulawesi) (lempeng benua, tetapi di beberapa tempat telah terkoyak
oleh marginal sea spreading seperti South China Sea) dan Indian-Australian
Plate (lempeng kombinasi seperti diterangkan di atas). Dari data GPS terbaru,
Eurasia relatif statik tetapi menunjukkan pola sedang bergerak ke
barat-baratlaut walaupun gerakannya sangat lambat (<1 cm per tahun dari vektor
GPS tsb.). Philippine-Pacific Plate bergerak ke barat, mendorong Eurasia
kelihatannya, dan Indian-Australian ke utara-timurlaut (dipotong gerak Pacific
plate yang lebih agresif di jalur Sula-Sorong Fault).
Situs ? alamat pasnya saya gak tahu, tapi masukkan saja akar kata geology,
earth, atau tectonics di search engine.
Salam,
awang
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more.