Kira kira bagaimana pengaruhnya terhadap temen temen kitab yang kerja untuk Petronas?
On Tue, 1 Mar 2005 20:17:52 +0800, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sepertinya sudah menjadi sangat serius ..... > bagi saya bukan sekedar migas, tapi teritorial itu menunjukkan > kedaulatan. lah kalo negara ndak punya kedaulatan, punya apa lagi ... > > RDP > === > Berita seputar perebutan lahan minyak di sekitar Sipadan-Ligitan. > > Selasa, 01 Mar 2005, > RI Kerahkan Kapal Perang > > Tegang, Pesawat Malaysia 3 Mil di Wilayah Laut Kaltim > TARAKAN - Perbatasan laut Indonesia dan Malaysia di wilayah Laut Sulawesi, > sekitar Pulau Sipadan dan Ligitan, dilanda ketegangan. TNI-AL kemarin > mengerahkan tiga kapal perang ke wilayah tersebut untuk mengantisipasi manuver > pasukan Malaysia yang juga mengklaim perbatasan perairan yang belum ditetapkan > oleh Mahkamah Internasional itu. > > Tiga kapal perang Indonesia yang unjuk kekuatan di kawasan timur Pulau > Kalimantan itu adalah KRI Wiratno, KRI Rencong, dan KRI Nuku. Kapal-kapal itu > berada di sekitar wilayah laut yang kini sama-sama diklaim kedua negara. > > Danlanal Tarakan Letkol Laut (P) Ibnu Parna kepada wartawan koran ini kemarin > menjelaskan, pangkalan TNI-AL (Lanal) Tarakan sejak Sabtu (26/2) ditunjuk > sebagai pangkalan aju untuk unsur-unsur pasukan yang digelar di wilayah > perbatasan tersebut. > > Menurut Ibnu Parna, selain ketiga KRI itu, TNI-AL mengerahkan dua pesawat > intai > maritim Nomad P-840 dengan pilot Mayor Laut (P) Sisyani dan Nomad P-834 dengan > pilot Kapten Laut (P) Wijayanto. Kedua pesawat pengintai itu berpangkalan di > Bandara Juwata Tarakan. > > Personel di tiga KRI sekitar 200 orang. Mereka di bawah kendali Kepala Staf > Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang > dipimpin Kolonel Laut (P) Marsetio MM. > > Ditanya soal lamanya gelar kekuatan di perbatasan, kata Ibnu, waktunya tidak > terbatas. "Gelar kekuatan dilakukan sampai masalah ini dibicarakan di tingkat > nasional dan internasional secara diplomatik," ungkapnya. > > Menurut dia, gelar kekuatan itu merupakan tindak lanjut dari masalah yang > dialami kapal nelayan jenis trawl pada 7 Januari 2005 lalu. Kapal nelayan > Indonesia itu dikejar dan ditembak oleh sebuah kapal perang TLDM (Tentara Laut > Diraja Malaysia) KD Sri Melaka-3147. > > Selain itu, Marin Laut, sebutan angkatan laut Malaysia, telah menyandera dan > menyiksa karyawan PT Asiha Samudra yang ketika itu memperbaiki lampu suar > (lampu > sebagai rambu-rambu laut di daerah Karang Unarang yang letaknya di sebelah > timur > Pulau Sebatik). > > Parahnya lagi, lanjut Danlanal yang belum sebulan menjabat ini, pada Sabtu > (26/2) sekitar pukul 10.58 Wita, pesawat Pesud Malaysia/Lnad Based Maritime > Air > Craft jenis 4 Beechcraft B 200 T Super King, mendekati KRI Wiratno dan bahkan > masuk wilayah Indonesia sekitar 3 mil. > > Ketegangan di kawasan laut tersebut terjadi setelah Sipadan dan Ligitan resmi > menjadi milik Malaysia. Negeri jiran itu kini merasa separo Laut Sulawesi > masuk > wilayah mereka. "Padahal, dulu hanya 12 mil dari Sipadan dan Ligitan. Sekarang > mereka mengklaim 70 mil dari Sipadan dan Ligitan," jelas Ibnu. > > Yang membuat situasi semakin tegang, daerah Karang Unarang yang berada di luar > 70 mil dari batas klaim Malaysia itu, kini juga diincarnya. Salah satu bukti > nyata, ketika Indonesia membangun suar di wilayah itu, para pekerja disandera > dan disiksa pasukan Malaysia. > > Pihak Malaysia sangat agresif untuk menguasai sebagian besar Laut Sulawesi. > Aksi > terakhir Malaysia yang membuat Departemen Luar Negeri RI marah adalah menjual > konsesi minyak di kawasan tersebut kepada raksasa perusahaan minyak Shell. > > Deplu langsung mengirim nota protes ke Kuala Lumpur. Menurut Jubir Deplu Marty > Natalegawa, perairan tersebut milik Indonesia. Karena itu, malaysia tidak > mempunyai hak memberikan konsesi kepada siapa pun. Menurut Marty, Indonesia > akan > tetap mempertahankan kedaulatannya di wilayah itu. > > Panglima TNI Siap Konflik Terbuka dengan Malaysia > Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menyatakan, pihaknya > siap konflik terbuka dengan Malaysia supaya beberapa wilayah perbatasan > seperti > Laut Sulawesi tidak terus-menerus menjadi ajang eksplorasi dan eksploitasi. > Tapi, dia meminta komitmen penuh dari DPR. Jangan sampai saat ini > didorong-dorong untuk tegas mengerahkan armada, tetapi nanti disalahkan dan > disudutkan bila sudah terjadi konflik. "Tolong, dukung kami. Jangan nanti > dituduh main embat kapal negara lain sembarangan," pintanya dalam raker dengan > Komisi I DPR di Jakarta kemarin. > Sementara itu, Kadispen Koarmatim TNI-AL Letkol (L) Guntur Wahyudi mengaku > belum > menerima informasi adanya tiga armada KRI yang merapat ke Laut Sulawesi untuk > menambah kekuatan pengamanan wilayah perairan di sana. (arm/noi/jpnn) > > [Non-text portions of this message have been removed] > > -- > my blog : > http://putrohari.tripod.com/Putrohari/ > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL > PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), > Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

