Kang Awang, 
Terima kasih atas ulasan dan masukannya. Infonya tentang referensi
terbaru rift basin tsb (Architecture of marine rift-basin successions,
AAPG Bull) akan sangat berharga sekali bagi saya yang baru belajar
tentang rift basin ini, pasti akan saya cari paper tersebut sampai
dapat.

Terima kasih. Have a nice weekend !

Salam,
Edot

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, March 04, 2005 4:06 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Architecture of Rift-Basin (was : RE: syn-rift
carbonate (was : Re: [Geo_unpad] Appreciation...)


Yan,
 
Berbeda, karbonat di Ngimbang itu (CD atau Ngimbang carbonates) adalah
sekuen post-rift-nya. Ngimbang-nya memang syn-rift. Di situ tak
ditemukan karbonat di dalam syn-rift maupun pre-riftnya. Post-rift
carbonate yang tumbuh di atas horst block membentuk reefal build-up dan
jadi reservoir yang bagus seperti penemuan JS 53 A, juga yang platform
karbonat post-rift-nya jadi reservoir bagus juga seperti penemuan di
West Kangean.
 
Edot,
 
Karena rift basins itu bisa terbentuk di varietas setting yang cukup
luas, maka sedimentary fill-nya pun akan menunjukkan a great
variability. Memang publikasi dari Prosser (1993) : "rift-related linked
depositional systems and their seismic expression" (salah satu tulisan
di buku Tectonics and seismic seq. strat. - Geological Society Spec Publ
71) itu bagus tetapi sebenarnya pembahasannya untuk marine rift basins.
Kalau yang kasus Pematang, kelihatannya lebih cocok yang publikasi
Lambiase (1990) itu "A model for tectonic control of lacustrine
stratigraphic sequences in continental rift basins" (di dalam Katz :
Lacustrine basin exploration... AAPG Memoir 50, p. 265-276). Atau
tulisan2 Chris Morley, rekan sejawat Jo. Lambiase di UBD, Brunei, dia
banyak membahas sekuen rift yang nonmarin (coba cek AAPG Bull v. 74,
1990, p. 1234-1253).
 
Barangkali yang terbaru tentang rift basins bisa dipelajari di Ravnas
dan Steel (1998) "Architecture of marine rift-basin successions" (AAPG
Bull. v. 82, no. 1, p. 110-146). Walaupun setting-nya untuk marine,
pembahasan rift succession secara umum cukup bagus, termasuk klasifikasi
suksesi rift dari Prosser (1993) dan Lambiase (1990) itu. Tidak terlalu
sulit kan mencari AAPG Bull itu ?
 
Thanks for a good comment !
 
Salam,
awang
 
---deleted
To:[EMAIL PROTECTED]:"Edi S.U."
<[EMAIL PROTECTED]>Date:Thu, 24 Feb 2005 18:12:59 -0800
(PST)Subject:Re: syn-rift carbonete (was : Re: [Geo_unpad] Appreciation
(was: Petroleum System one day course) HTML Attachment [ Download File |
Save to Yahoo! Briefcase ] 


Betul kang memang terlalu dini untuk menduga-duga, setuju sekali untuk
ditindaklanjuti baik oleh pekerjaan laboratorium maupun evaluasi
geologi, tentunya plus belajar lagi juga (kang Awang, punya paper
tentang North Sea chalk tsb ? Atau tahu web source-nya ?). Di beberapa
tempat Pematang di hinge-margin memang sudah ada yang masuk ke post-rift
atau kalau kita merefer ke Prosser 1993 sudah masuk ke immediate post
rift atau rekans di CPI menyebutnya Upper Red Bed/Pematang Stage-IV
(predominantly braided fluvial facies).

Maaf kang sebelumnya, saya kurang sependapat kalau sekuen syn-rift yang
dikemukakan Prosser 1993 masih sama dengan sekuen rifting yang klasik.
Menurut saya sekuen syn-rift klasik dan syn-rift evolution yang
dikemukakan oleh Prosser masing-masing sedikit beda penekanannya
walaupun secara prinsip garis besarnya masih sama. Sekuen syn-rift
klasik lebih menekankan pada tectonic phase-nya sedangkan Prosser lebih
menekankan pada karakteristik sekuen yang berkembang terutama di
syn-rift-nya yang tentunya sangat dikontrol oleh aktivitas tektonik saat
pengendapannya. Dia lebih detail lagi membagi sekuen dalam syn-rift
menjadi rift initiation dan rift climax (bahkan dalam penjelasannya dia
usulkan rift climax ini terbagi lagi menjadi 3 stages/system tracts,
yaitu : early rift climax, mid-rift climax dan late-rift climax). Agar
lebih jelas saya buatkan summary-nya dari Prosser (1993) berikut ini :
a. Pre-rift (S1), Structural response : depends on setting. Depositional
style : variable. b. Rift initiation (S2), Structural response : mainly
axial fluvial channels in shallow half grabens. Depositional style :
overall wedge-shape, thinning towards hanging wall, mainly discontinous
reflectors. c. Rift climax (S3), Structural response : Maximum fault
displacement; subsidence likely outpacing sedimentation. Depositional
style : Progradational and aggradational packages. d. Immediate and late
post-rift (S4 & S5) : 
Structural response : end of fault displacement, peneplanation.
Depositional style : progradational to parallel, continous reflectors.

Hampir senada dengan Prosser 1993, Lambiase 1990 membagi sekuen syn-rift
ini menjadi 5 stages, yaitu : pre-rift, initiation of rifting (fluvial
to deltaic), early syn-rift (lacustrine to deep lacustrine), syn-rift
(deltaic - lacustrine), late syn-rift (fluvial) dan post-rift. 
Rekans geologist yang bekerja di CSB biasanya membagi Pematang group
syn-rift ini menjadi 3 formasi yaitu Lower Red Bed, Brownshale dan Upper
Red Bed, atau ada juga yang lebih suka membagi Pematang ini menjadi 4
stages yaitu Stage I (fluvial), Stage II (Lacustrine), Stage III (Mixed
fluvial/lacustine) dan Stage IV (Fluvial; braided). Hal ini sangat
bergantung pada kualitas data seismik yang digunakan, makin bagus makin
banyak kita dapat membagi sekuen dalam Pematang syn-rift ini.

Demikian sedikit pengetahuan yang bisa saya share, saat ini referensi
yang jadi pegangan saya hanya 2 tulisan tsb yaitu dari Prosser 1993 dan
Lambiase 1990 (saya tidak punya full paper-nya, barangkali ada rekans
yang punya ?), jadi sangat terbatas sekali. Barangkali kang Awang atau
ada dari rekans alumni lainnya yang pernah atau saat ini sedang bekerja
di daerah syn-rift dan punya referensi lebih bagus dan lebih mutakhir
saya sangat mengharapkan share infonya. Mohon maaf atas segala
kekurangan.

Hatur nuhun.

Salam,
Edot 92

Yan Indryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kang Awang,
Mungkinkah fasies karbonat di pematang syn-rift itu se-type dengan
fasies karbonat yang ditemukan pada formasi ngimbang di jawa timur ?
Soalnya formasi ngimbang juga merupakan syn-rift deposit (kalo ga salah
lho). Ciri2 yang saya lihat pada log umumnya pada fasies karbonat
tersebut didominasi oleh dolomite, beberapa x-talin dan chalky dan
ditemukan juga large foram.
 
Salam,
Yan91
 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke