Yan,
 
Berbeda, karbonat di Ngimbang itu (CD atau Ngimbang carbonates) adalah sekuen 
post-rift-nya. Ngimbang-nya memang syn-rift. Di situ tak ditemukan karbonat di 
dalam syn-rift maupun pre-riftnya. Post-rift carbonate yang tumbuh di atas 
horst block membentuk reefal build-up dan jadi reservoir yang bagus seperti 
penemuan JS 53 A, juga yang platform karbonat post-rift-nya jadi reservoir 
bagus juga seperti penemuan di West Kangean.
 
Edot,
 
Karena rift basins itu bisa terbentuk di varietas setting yang cukup luas, maka 
sedimentary fill-nya pun akan menunjukkan a great variability. Memang publikasi 
dari Prosser (1993) : "rift-related linked depositional systems and their 
seismic expression" (salah satu tulisan di buku Tectonics and seismic seq. 
strat. - Geological Society Spec Publ 71) itu bagus tetapi sebenarnya 
pembahasannya untuk marine rift basins. Kalau yang kasus Pematang, kelihatannya 
lebih cocok yang publikasi Lambiase (1990) itu "A model for tectonic control of 
lacustrine stratigraphic sequences in continental rift basins" (di dalam Katz : 
Lacustrine basin exploration... AAPG Memoir 50, p. 265-276). Atau tulisan2 
Chris Morley, rekan sejawat Jo. Lambiase di UBD, Brunei, dia banyak membahas 
sekuen rift yang nonmarin (coba cek AAPG Bull v. 74, 1990, p. 1234-1253).
 
Barangkali yang terbaru tentang rift basins bisa dipelajari di Ravnas dan Steel 
(1998) "Architecture of marine rift-basin successions" (AAPG Bull. v. 82, no. 
1, p. 110-146). Walaupun setting-nya untuk marine, pembahasan rift succession 
secara umum cukup bagus, termasuk klasifikasi suksesi rift dari Prosser (1993) 
dan Lambiase (1990) itu. Tidak terlalu sulit kan mencari AAPG Bull itu ?
 
Thanks for a good comment !
 
Salam,
awang
 
---deleted
To:[EMAIL PROTECTED]:"Edi S.U." <[EMAIL PROTECTED]>Date:Thu, 24 Feb 2005 
18:12:59 -0800 (PST)Subject:Re: syn-rift carbonete (was : Re: [Geo_unpad] 
Appreciation (was: Petroleum System one day course)
HTML Attachment [ Download File | Save to Yahoo! Briefcase ] 


Betul kang memang terlalu dini untuk menduga-duga, setuju sekali untuk 
ditindaklanjuti baik oleh pekerjaan laboratorium maupun evaluasi geologi, 
tentunya plus belajar lagi juga (kang Awang, punya paper tentang North Sea 
chalk tsb ? Atau tahu web source-nya ?). Di beberapa tempat Pematang di 
hinge-margin memang sudah ada yang masuk ke post-rift atau kalau kita merefer 
ke Prosser 1993 sudah masuk ke immediate post rift atau rekans di CPI 
menyebutnya Upper Red Bed/Pematang Stage-IV (predominantly braided fluvial 
facies).

Maaf kang sebelumnya, saya kurang sependapat kalau sekuen syn-rift yang 
dikemukakan Prosser 1993 masih sama dengan sekuen rifting yang klasik. Menurut 
saya sekuen syn-rift klasik dan syn-rift evolution yang dikemukakan oleh 
Prosser masing-masing sedikit beda penekanannya walaupun secara prinsip garis 
besarnya masih sama. Sekuen syn-rift klasik lebih menekankan pada tectonic 
phase-nya sedangkan Prosser lebih menekankan pada karakteristik sekuen yang 
berkembang terutama di syn-rift-nya yang tentunya sangat dikontrol oleh 
aktivitas tektonik saat pengendapannya. Dia lebih detail lagi membagi sekuen 
dalam syn-rift menjadi rift initiation dan rift climax (bahkan dalam 
penjelasannya dia usulkan rift climax ini terbagi lagi menjadi 3 stages/system 
tracts, yaitu : early rift climax, mid-rift climax dan late-rift climax).
Agar lebih jelas saya buatkan summary-nya dari Prosser (1993) berikut ini :
a. Pre-rift (S1),
Structural response : depends on setting.
Depositional style : variable.
b. Rift initiation (S2),
Structural response : mainly axial fluvial channels in shallow half grabens.
Depositional style : overall wedge-shape, thinning towards hanging wall, mainly 
discontinous reflectors.
c. Rift climax (S3),
Structural response : Maximum fault displacement; subsidence likely outpacing 
sedimentation.
Depositional style : Progradational and aggradational packages.
d. Immediate and late post-rift (S4 & S5) : 
Structural response : end of fault displacement, peneplanation.
Depositional style : progradational to parallel, continous reflectors.

Hampir senada dengan Prosser 1993, Lambiase 1990 membagi sekuen syn-rift ini 
menjadi 5 stages, yaitu : pre-rift, initiation of rifting (fluvial to deltaic), 
early syn-rift (lacustrine to deep lacustrine), syn-rift (deltaic - 
lacustrine), late syn-rift (fluvial) dan post-rift. 
Rekans geologist yang bekerja di CSB biasanya membagi Pematang group syn-rift 
ini menjadi 3 formasi yaitu Lower Red Bed, Brownshale dan Upper Red Bed, atau 
ada juga yang lebih suka membagi Pematang ini menjadi 4 stages yaitu Stage I 
(fluvial), Stage II (Lacustrine), Stage III (Mixed fluvial/lacustine) dan Stage 
IV (Fluvial; braided). Hal ini sangat bergantung pada kualitas data seismik 
yang digunakan, makin bagus makin banyak kita dapat membagi sekuen dalam 
Pematang syn-rift ini.

Demikian sedikit pengetahuan yang bisa saya share, saat ini referensi yang jadi 
pegangan saya hanya 2 tulisan tsb yaitu dari Prosser 1993 dan Lambiase 1990 
(saya tidak punya full paper-nya, barangkali ada rekans yang punya ?), jadi 
sangat terbatas sekali.
Barangkali kang Awang atau ada dari rekans alumni lainnya yang pernah atau saat 
ini sedang bekerja di daerah syn-rift dan punya referensi lebih bagus dan lebih 
mutakhir saya sangat mengharapkan share infonya.
Mohon maaf atas segala kekurangan.

Hatur nuhun.

Salam,
Edot 92

Yan Indryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kang Awang,
Mungkinkah fasies karbonat di pematang syn-rift itu se-type dengan fasies 
karbonat yang ditemukan pada formasi ngimbang di jawa timur ? Soalnya formasi 
ngimbang juga merupakan syn-rift deposit (kalo ga salah lho). Ciri2 yang saya 
lihat pada log umumnya pada fasies karbonat tersebut didominasi oleh dolomite, 
beberapa x-talin dan chalky dan ditemukan juga large foram.
 
Salam,
Yan91
 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke